Oleh : Ayu Adistya
(Pemerhati Remaja Kolaka)

Dilansir oleh laman Tribunnews.com, bahwa beberapa waktu lalu sebanyak 37 anak remaja terjaring razia pesta seks di sebuah kamar hotel yang dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan kota Jambi. Dalam razia tersebut ditemukan barang bukti sekotak kondom dan obat kuat, bahkan ada yang mengomsumsi minuman keras. Dalam razia yang dilakukan di sebuah hotel ini, tim gabungan mendapati para pelaku merupakan pasangan remaja yang di bawah umur. Dalam operasi tersebut mereka menyewa kamar hotel untuk merayakan ulang tahun, sangat miris sekali. Para pelaku merupakan laki-laki umur (15) dan perempuan umur (13). Bahkan ada yang didapatkan 1 orang perempuan degan 6 laki-laki di dalam satu kamar kotel.

Menanggapi hal tersebut, di Indonesia seks bebas masih menjadi masalah utama yang hampir banyak dilakukan oleh para remaja. Dari data BKKBN, Indonesia mendapatkan hasil yang mencengangkan setelah melakukan penelitian di 12 kota besar di Indonesia pada tahun 2007, bahwa 92% pelajar itu pernah melakukan kissing, petting, dan oral sex. 62% pernah melakukan hubungan intim, dan 22,7% siswi SMA pernah melakukan aborsi. Bayangkan itu terjadi pada tahun 2007.

Menyusuri Akar Masalah

Bila melihat fakta ini saja kita bisa menyimpulkan penyebab masalah terjadinya seks bebas di kalangan remaja dikarenakan banyaknya faktor yang paling utama adalah pergaulan bebas, sebab kurangnya edukasi di dalam suatu keluarga yang mengakibatkan para anak remaja kurang mendapatkan hak-hak dalam perpendidikan di dalam keluarganya, sehingga mereka cenderung untuk mencari sendiri jawaban yang timbul di dalam dirinya. Kemudian kondisi keluarga yang kurang harmonis bisa mempengaruhi kepribadian di dalam suatu keluarga tersebut, hal inilah yang kemuadian dapat mempengaruhi anak remaja yang membuat mereka sensitif secara emosional, mereka tidak mendapatkan seorang yang akan mendengarkan, dan mencari jalan keluar untuk emosi mereka dan lain sebagainya. Sehinga bisa menjadi faktor utama yang menyebabkan remaja itu lebih memilih mencari orang luar yang dapat memahami kondisinya tersebut.

Semakin maraknya seks bebas di kalangan remaja menyebabkan timbulnya prostitusi anak/remaja yakni untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Karena sulitnya perekonomian di dalam keluarga dan untuk memenuhi gaya hidup di zaman sekarang, maka tak sedikit dari remaja yang rela menjual diri demi ingin ikut tren. Lantaran perhatian orang tua yang kurang intensif serta lemahnya pengawasan keluarga dan orangtua si remaja, menyebabkan anak di bawah umur dengan mudah dibujuk rayu sehingga dapat dengan mudahnya terlibat dalam pusaran bergaulan bebas. Sehingga menjadi PSK buat lelaki hidung belang.

Di masa-masa usia remaja sangat berpengaruh penting bagi dampak lingkungan di sekitarnya, secara alami lingkungan sangat mempengaruhi bagi mereka juga. Terutama dengan teman pergaulan, atau orang-orang yang dijadikan idol. Sebagai makhluk sosial sejak dini anak/remaja dikenalkan pada lingkungan tempat tinggal, lingkunggan bermain, dan lingkungan sekolah mereka. Karena tiap-tiap lingkungan masyarakat itu sendiri berbeda-beda, pasti ada yang baik dan ada yang buruk. Sebab mereka tidak mampu membedakan mana yang baik dan buruk, maka tugas orangtualah yang mengarahkan dan mendidiknya.

Kurangnya tingkat kesadaran pada kaum remaja membuat penyimpangan perilaku seksual cendererung meningkat. Padahal masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke dewasa di dalam aspek biologis, psikoligis, dan sosial. Sementara pada masa transisi ini sulit bagi remaja yang kurang dalam pengetahuan dalam proses perubahan pada tubuhnya. Yang meliputi perubahan hormon reproduksi, perubahan psikologis yang dipengaruhi pergaulan di dalam lingkungan dan menghadapi tekanan emosi serta sosial yang saling bertentangan. Dengan minimnya informasi akan kesehatan reproduksi dan perkembangan emosi yang masih labil, sehingga remaja dihadapkan pada kebiasaan yang tidak sehat. Kurangnya edukasi  terkait kesehatan remaja yang bisa memicu terjadinya pernikahan di usia muda, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, infeksi menularnya penyakit, kekerasan seksual, dan lain-lain.

Terkait perkembangan zaman yang begitu pesat teknologi pun ikut menjadi faktor yang memicu terjadinya pergaulan bebas, Serta penyalahgunaan internet secara bebas. Apalagi belakangan ini banyak media sosial misalnya, facebook, instagram, twitter dan lain-lain. Yang mempermudah untuk menunjang pendidikan dan segala sesuatu yang berbau positif justru disalahgunakan pada orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kriminalitas dan prostitusi online. Karena dunia maya lebih digemari oleh kaum remaja justru mempermudah mengakses situs-situs yang berbau negatif. Walaupun internet banyak membawa kamajuan bagi kita. Namun, kemajuan ini pula yang membuat banyak orang menyalahgunakannya, sehingga mudah terakses pada anak-anak/remaja yang lebih aktif dalam internet ketimbang bersosialisasi. Sehingga perkembangan jiwa mereka terganggu dan moralnya rusak. Hal inilah yang dikhawatirkan dan tidak harusnya terjadi, sehingga para orangtua lebih ekstra mengawasi anaknya dalam mengakses internet untuk menghindari anak/remaja dari penyalahgunaan internet.

Islam Punya Solusi

Untuk mengatasi penyimpangan perilaku para remaja akibat pergaulan. Justru Islam lah agama yang menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Walaupun pemerintah sudah sangat berupaya mengatasi masalah seperti ini, tetapi tetap saja angka penyimpangan masyarakat ini tetap terus bertambah. Kebanyakan muslim, khususnya remaja beranggapan bahwa pacaran adalah tindak kedewasaan. Tidak diragukan lagi bahwa pacaran adalah jalan mudah hambatan menuju zina dan ini hal yang sangat dikhawatirkan. Ditambah lagi, budaya Barat yang diimpor sinetron, film, dan media-media lainnya sudah menjadi kiblat bagi remaja masa kini. Maka hasilnya sudah bisa ditebak, seks bebas merajalela.

Islam menaruh perhatian besar terhadap kehidupan keluarga serta menurut kaidah-kaidah guna memelihara kehidupan keluarga dari ketidakharmonisan dan kehancuran. Serta madrasah pertama untuk setiap anggotanya yang diharapkan mampu mencetak generasi-generasi muslim yang meninggikan kalimat Allah di muka bumi.

Dalam pandangan manapun, keluarga dianggap sebagai elemen sistem sosial yang akan membentuk sebuah masyarakat. Karena dengan hal ini, Islam telah mengaturnya yaitu suami atau ayah lah yang mempunyai tugas memimpin keluarganya karena laki-laki adalah seorang pemimpin bagi perempuan. Agar terealisasi kesinambungan hidup dalam kehidupan dan agar manusia berjalan selaras dengan fitrahnya.

Allah Swt. berfirman yang artinya : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. at-Tahrim : 6)

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top