Oleh : Anna Ummu Maryam
(Komunitas Peduli Generasi)

Tim gabungan TNI/Polri bersama Pemerintah Kecamatan Pasar Kota Jambi mengelar razia penyakit masyarakat (pekat), Rabu (8/7/2020) malam.

Hasilnya, dalam razia itu didapati sedikitnya 37 pasangan remaja di bawah umur yang diduga hendak melakukan pesta seks di hotel.

Puluhan remaja itu terjaring petugas gabungan di sejumlah hotel yang ada di Jambi. Dari 37 pasangan yang diamankan, ada yang hendak menggelar ulang tahun dengan pesta seks. Terjaringnya 37 pasangan ABG itu membuat Camat Pasar Kota Jambi Mursida mengaku miris sekali.

"Dalam operasi itu, banyak yang terjaring anak-anak remaja di bawah umur. Mereka menyewa kamar hotel. Sangat miris sekali. Laki-lakinya umur 15 tahun, ada perempuannya umur 13 tahun. Kita temukan ada 1 perempuan 6 laki-laki di satu kamar,” kata Mursida. Kamis malam (9/7/2020). (Kompas.com, 11/7/2020)

Nasib anak bangsa kian hari terus berada dalam keprihatinan. Kehidupan bersenang-senang dan bebas seolah telah menjadi gaya hidup di era globalisasi teknologi saat ini. Tidak ada kata risih apalagi tabu, semua seolah menjadi pemandangan biasa di tangan masyarakat.

Seolah ini telah dimaklumi dan menjadi kebolehan tanpa harus merasa resah berkumpulnya para remaja. Dan motif mereka untuk dapat bersenang-senang itu banyak bentuknya. Ada yang memanfaatkan moment ulang tahun, party akhir tahun, dan lain sebagainya sebagai legalitas untuk berbuat sesukanya tanpa campur keluarga.

Kehidupan seks bebas dan tindakan terlarang tersebut kian hari terus naik angkanya. Dan pelaku pun tak pernah merasa bersalah, sehingga berhenti melakukannya. Tentu ini bukan sebuah prestasi, akan tetapi perlunya pendekatan dan edukasi terhadap mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh Reckitt Benckiser Indonesia lewat mereka alat kontrasepsi Durex terhadap 500 remaja di lima kota besar di Indonesia menemukan, 33 persen remaja pernah melakukan hubungan seks penetrasi.

Dari hasil tersebut, 58 persennya melakukan penetrasi di usia 18 sampai 20 tahun. Selain itu, para peserta survei ini adalah mereka yang belum menikah.

"Ini mencengangkan. Jadi kalau mengatakan bahwa edukasi seksual itu masih tabu, saya kira ini perlu menjadi suatu data yang perlu dipertimbangkan," kata dr. Helena Rahayu Wonoadi, Direktur CSR Reckitt Benckiser Indonesia dalam pemaparannya di Jakarta, ditulis Jumat (19/7/2019).

Sebagaimana yang kita ketahui juga, bahwa saat ini adanya kebijakan edukasi seks dini. Anak dianggap harus sedini mungkin mengetahui seks untuk melindungi diri dan bagian bagian dari tubuhnya. Walaupun hingga hari ini kita melihat tindakan tersebut belumlah efektif dan berpengaruh mengurangi kejahatan kepada anak dan remaja.

Solusi Kapitalis Solusi Abal-Abal

Banyak solusi yang telah dicoba untuk mengurangi tindakan seks bebas. Namun pada faktanya, hal tersebut belumlah menyentuh akar permasalahan sehingga seks bebas di tengah remaja amat sulit untuk diselesaikan.

Kerancuan solusi ini berasal dari salahnya pandangan manusia dalam menciptakan peraturan dalam kehidupannya. Yaitu dengan mengambil kapitalis liberal sekuler sebagai peraturan segala sisi aktivitas manusia.

Dalam sistem ini manusia dijamin kebebasannya berdasarkan UU. Seperti yang tertuang dalam Pasal 28G ayat (1)  berkaitan erat dengan Pasal 28E ayat (2) dan (3) UUD NRI 1945 yang memberikan jaminan hak asasi atas kebebasan menentukan nasib sendiri dan hak asasi atas kebebasan berbicara atau menyatakan pikiran dan sikap.

Namun tidak dideteli kebebasan seperti apa, tapi bersifat umum saja. Sehingga unsur apa saja diserahkan pada pandangan manusia. Manusia dianggap mampu dalam memaknai sebuah perbuatan.

Kebebasan yang dianut oleh sistem kapitalis tanpa batas inilah yang telah membuka kesempatan manusia mengekpresikan dirinya selama itu dianggap baik. Namun pada sisi lain, menimbulkan kerusakan sehingga melakukan pencegahan.

Pada saat yang bersamaan bertentangan dengan peraturan privasi individual. Sehingga pencegahan pun menjadi sulit untuk dilakukan. Sebuah kebebasan yang membingungkan.

Dalam sistem ini juga peraturan yang ada tidak boleh dikaitkan dengan agama. Karena agama dianggap candu yang mematikan inspirasi manusia. Sehingga semakin rendahlah iman dan pemahaman agama setiap kawula muda.

Maka sudah dapat kita pastikan, permasalahan pergaulan bebas pada remaja seperti mencabut jamur di musim hujan. Sehingga belum satu masalah diselesaikan muncul masalah yang baru.

Maka jelaslah, bahwa sistem kapitalis liberal sekuler ini tidak bisa berpikir untuk masa depan karena berkutat dengan permasalahan yang terus muncul dari peraturan yang ada.

Kembalikan Fungsi Remaja

Islam hadir sebagai agama yang cemerlang dan melahirkan peradaban yang gemilang. Karena ia mampu dalam memberikan ketenangan dalam ibadah kepada Allah Swt. dan mampu dalam menyelesaikan permasalahan setiap manusia.

Sistem Islam lahir dari keimanannya kepada Allah Swt. Karena pelaksanaan aturan Islam adalah konsekuensinya atas keyakinan yang dipilih olehnya. Sehingga peraturan ini tidak bertentangan dengan keyakinan manusia itu sendiri.

Dalam sistem Islam, setiap generasi muslim harus ditempa dengan pemahaman Islam yang sempurna. Sehingga dapat bangkit secara bersamaan antara iman yang bertambah dan ilmu yang terus berkembang.

Perhatian Islam kepada remaja sebagai generasi muslim adalah dengan memfasilitasi setiap jenjang pendidikan mereka disertai bimbingan Islam dalam setiap bidang ilmu. Islam mengarahkan kepintaran dan ekspresi dalam bingkai syariat Islam semata.

Sehingga, aturan Islam menutup segala pintu kemaksiatan yang pasti akan berujung kepada dosa dan kejahatan. Dan juga menjaga akal dan raga manusia dari kehancuran. Tidak hanya sampai di situ, pemerintahan Islam akan mengapresiasi setiap penemuan  hebat remaja Islam dengan membelinya dan mengembangkannya.

Karena hasil dari sebuah karya manusia sejatinya adalah untuk memudahkan manusia dalam beribadah kepada Allah Swt. semata.

Islam menjelaskan secara detail bagaimana aturan kehidupan khusus dan umum yang harus dilakukan manusia, sehingga menjaga mereka dari berbuat sia-sia dan dosa.

Maka jelaslah, bahwa peradaban Islam dibangun di atas keimanan dan ketaatan menjalankan perintah Allah Swt. semata. Mencari Rida-Nya dan pahala yang sebanyak-banyaknya.

Maka terlihatlah peran negara yang begitu hebat, karena telah menjadi pelayan urusan manusia dan penjaga manusia dari murka Sang Pencipta yaitu Allah Swt. Negara Madinah yang didirikan oleh Rasulullah saw. dan dilanjutkan oleh para khalifah sesudahnya adalah model negara terbaik warisan dunia. Dan itu hanya didapati dalam bingkai khilafah Islam saja.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top