Oleh : Arsy Novianty
(Member Akademi Menulis Kreatif, Aktivis Muslimah Remaja)

Setelah lamanya warga dirumahkan, stay at home, PSBB pun dilakukan, kini pemerintah mulai melakukan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) alias new normal, hidup normal seperti biasanya hanya saja protokol kesehatan harus tetap diperhatikan. Tapi sungguh miris dengan kelakuan remaja ini, baru saja AKB dimulai sudah bertingkah dengan pesta miras.

Dilansir oleh media Detik News (Kamis, 02 Juli 2020), Baru sepekan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Jawa Barat diterapkan, delapan remaja ini malah pesta miras di alun-alun Soreang, Kabupaten Bandung. Enam pemuda kabur, dua orang diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung.

Astaghfirullahalazim, benar-benar miris apa yang telah dilakukan oleh sekelompok remaja tersebut, orang-orang selama adanya wabah pandemi ini banyak mengambil hikmah, berusaha lebih mendekatkan diri pada Allah, mengingat kematian karena kematian tidak bisa ditolak, ia datang ketika sudah waktunya, maka mempersiapkan pembekalannya selama hidup di dunia ini.

Benar-benar ada yang tak beres dengan para remaja tersebut, kenapa hal itu bisa terjadi? Lingkungan bisa mempengaruhi dalam hidup seseorang, tidak adanya bimbingan sehingga tidak tahu arah hidup dan tujuan, hidup bebas tanpa aturan, pemerintah kapitalisme yang merusak akidah, agama dan kehidupan senantiasa dipisahkan. Ini sangat berbahaya untuk keberlangsungan generasi selanjutnya, harus ada upaya untuk merubah ini semua.

Di sini kita harus mencari jalan keluar, solusi terbaik untuk generasi yang sedang berlangsung dan generasi yang akan mendatang. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah ranah keluarga yang menjadi fondasi utama dalam proses pencetak generasi, sedari dini harus ditanamkan akidah, agar bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Kedua adalah lingkungan, lingkungan sangat penting dalam keberlangsungan perkembangan anak, jika lingkungan baik insyaallah anak pun bisa beradaptasi dengan baik pula, apalagi di rumah sudah ditanamkan akidah. Yang terakhir adalah negara, negara hal yang sangat terpenting, negara harus senantiasa melindungi, membimbing dan mengayomi, negara tidak bisa lepas kendali mengenai perkembangan generasi, harus senantiasa ikut serta dalam mencetak generasi. Dan itu semua hanya bisa ketika dalam sistem yang tepat, yakni khilafah, dimana sistem yang diambil berdasarkan Al-Qur'an dan Sunah, agama dan kehidupan tidak bisa dipisahkan, aturan yang diberlakukan membuat jera para pelaku, masyarakat senantiasa di bimbing.

Dan kesimpulannya, generasi muda harus diselamatkan, jangan dibiarkan bebas tanpa aturan. Kembali pada sistem yang turun dari wahyu, insyaallah menjadi rahmatallil'alamin.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top