Oleh : Annisa Mulia
(Anggota Komunitas Setajam Pena)

Sejak bertahun-tahun silam hingga saat ini, sudah ribuan bahkan jutaan nyawa kaum muslim di dunia ini melayang. Hal ini disebabkan pembantaian tak kunjung usai, yang dilakukan oleh sebuah kelompok atau golongan bahkan sebuah negara sekalipun. Yang mana mereka sangat tidak menyukai Islam, juga ingin menguasai dan merebut tanah kaum muslim.

Seperti dilansir BBS NEWS Indonesia (11/7/2020), 25 tahun silam tepatnya pada Juli 1995, pasukan Serbia Bosnia merebut kota Srebrenica di Bosnia-Herzegovina. Dalam waktu kurang dari dua minggu, pasukan mereka secara sistematis membunuh lebih dari 8.000 Bosniaks (umat muslim Bosnia). Dengan cara mereka memisahkan pria dewasa dan anak laki-laki untuk dieksekusi dan kemudian didorong kekuburan massal dengan buldoser. Laporan menunjukkan beberapa dikubur  hidup-hidup, sementara beberapa orang dewasa dipaksa untuk menonton anak-anak mereka dibunuh. Sementara itu, perempuan dan anak perempuan dikeluarkan dari antrian pengungsi dan diperkosa. Ini pembunuhan massal terburuk di tanah Eropa sejak akhir Perang Dunia Kedua. Pembantaian ini adalah bagian dari genosida yang dilakukan terhadap muslim oleh pasukan Serbia Bosnia selama Perang Bosnia.

Pasukan Belanda yang dikirim sebagai penjaga perdamaian PBB tidak berbuat banyak untuk meredakan serangan. Dan bahkan, mereka tidak melakukan apa-apa ketika kekerasan berkobar di sekitar mereka. Tragedi ini menjadi bukti tidak adanya perlakuan adil PBB terhadap negara berpenduduk muslim. Bahkan, PBB juga menjadi alat melegitimasi kebengisan segelintir pejabat untuk memuaskan nafsu kedengkiannya terhadap Islam dan kaum muslimin.

Pembantaian dan kekejaman sistematis semacam ini bukanlah yang terakhir, melainkan terus berlangsung hingga hari ini terhadap muslim di seluruh dunia semisal di Suriah, Palestina dan masih banyak lagi yang lainnya.

Semua ini tidak akan berakhir, tatkala sistem global yang digunakan adalah sistem kapitalisme. Karena pada dasarnya, sistem kapitalisme hanya akan memuaskan dan melindungi para kapital berkepentingan. Maka tidak heran umat Islam saat ini tidak mempunyai perlindungan dari negaranya.

Ketiadaan khilafah menjadi akar masalah terulangnya penindasan terhadap umat Islam di dunia ini. Maka umat butuh perisai untuk melindungi diri mereka. Rasulullah saw. bersabda: "Sungguh Imam (Khalifah) itu laksana perisai, orang-orang akan berperang di belakang dia dan berlindung dari musuh dengan kekuasaannya." (HR. Bukhari, Muslim, An-Nasa'i, Abu Dawud dan Ahmad)

Islam sebagai landasan negara tidak memaksa siapapun untuk memeluk agama Islam. Karena negara Islam akan memberikan jaminan kesejahteraan dan rasa aman kepada siapa saja yang menjadi warga negara khilafah baik muslim ataupun non muslim. Tanpa Islam dan khilafah, umat Islam akan terus terpecah belah dan akan selalu tertindas. Maka dari itu, tidak ada pilihan lain kecuali menerapkan Islam secara keseluruhan dalam naungan Khilafah Rasyidah ala min haj nubuwwah.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top