Oleh : Zahra Zanzabila
(Siswi Mts. Daarul Muqimien Tangerang) 

Akan tiba suatu hari nanti, semua friendlist kita akan melihat nama kita offline. Mereka mengirim pesan di WhatsApp, kita tak menjawab mereka chat di Messenger, kita tak membalas.

Pada hari itu, postingan kita tiba-tiba terhenti.
Tidak lagi update.

Kenapa?
Karena kita telah pergi meninggalkan dunia.
Ya, Kita tidak akan online lagi, tidak reply chat, ataupun berkomentar pada postingan teman kita, mau edit status atau postingan meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti, tapi terlambat...

Ya, kita tak lagi bersama mereka.
Pada hari itu kita sedang terbujur di lubang kubur sempit dan terhimpit, cuma kita seorang diri yang menghadapi ujian diri.

Dan ketika kita telah pergi, yang tertinggal hanyalah huruf-huruf di postingan kita semua itu akan membela kita atau mungkin membinasakan kita di alam sana.

Maka dengan itu...

Tulislah yang baik-baik, walaupun kita belum baik, sekurang-kurangnya kita terselamat dari dosa menulis yang buruk.

Tulislah yang baik-baik, bukan karena kita baik, tapi kita berusaha untuk jadi baik.

Tulislah yang baik-baik, karena kita tahu itu perkara baik. Dan apabila kita berikan yang baik, mudah-mudahan perkara yang baik itu balik kepada kita. Tulislah yang baik-baik, karena kita mau yang baik-baik itu tinggal, apabila kita sudah pergi.

Bicara yang baik!
Tulislah yang baik-baik!

Karena yang baik itu semuanya ibadah. Walaupun hanya sekadar “senyum” dan “bersangka baik”.
 
Top