Oleh : Anna Ummu Maryam
(Pegiat Literasi Aceh)

Sebanyak 42 unit rumah di Desa Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat rusak parah dan ringan akibat terjangan banjir rob yang melanda daerah ini sepanjang Sabtu, dengan ketinggian air berkisar antara 80 centimeter hingga satu meter.

Tidak hanya itu, bencana alam tersebut juga menyebabkan 1.641 jiwa atau 437 kepala keluarga yang tersebar di lima desa seperti Suak Indrapuri, Kampung Belakang, Desa Pasir, Ujong Kalak, Meulaboh juga ikut terdampak rendaman banjir.

"Kami masih terus berupaya menanggulangi banjir rob ini, dengan mengerahkan alat berat untuk pengerukan saluran dan membuat tanggul sementara," kata Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Dr Mukhtaruddin di Meulaboh. (Liputan6.com, 11/7/2020)

Terjangan banjir di beberapa wilayah yang ada di Sumatera meninggalkan kisah sedih yang memang memerlukan perhatian kita bersama terutama pemerintah. Tentu kita patut untuk memunculkan sikap peduli dan gotong royong dalam menghadapi musibah yang terjadi.

Tentu tidak hanya sampai di situ, tentu butuh evaluasi dari pemerintah dalam menangani bencana yang hampir tiap tahunnya terjadi. Kebijakan ini harus diperhitungkan dengan baik, mengingat banyak masyarakat yang bergantung pada alam.

Renovasi dan inovasi harus segera mungkin dilakukan sebelum menelan korban jiwa dan harta yang rusak diterjang banjir. Banjir telah menghentikan ekonomi rakyat setempat dan disibukkan dengan memindahkan dan menyelamatkan barang mereka.

Kebijakan Kapitalis Kebijakan Abal-Abal

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa banjir yang disebabkan oleh alam ini hampir hadir setiap tahunnya. Walaupun tidak memakan korban, akan tetapi kerusakan harta benda juga sebuah kerugian bagi warga.

Adapun terkait tanggul yang diletakkan sekitar pinggir pantai ini juga menjadi bahan evaluasi karena selalu amblas ke dalam laut. Bukannya melakukan penghematan, tapi malah pengeluaran tiap tahun harus dilakukan.

Hal ini terjadi karena ketidakseriusan pematangan rencana dan kerancuan pengelolaan serta pengawasan. Karena terlihat dari tanggul yang disediakan belumlah memenuhi syarat tanggul yang berkualitas.

Karena hanya bertahan dalam waktu yang singkat. Dan kembali memulai hancur dengan hempasan ombak. Bencana yang terjadi ini hendaklah menjadi bahan renungan untuk kita bukan menjadi tontonan warga.

Dana yang dikucurkan oleh pemerintah tidak sedikit tapi hasilnya tidak memuaskan karena hanya bertahan sementara saja. Kerancuan pengaturan ini berasal dari pemahaman sekuler dan kapitalis liberal yang menjadi acuan dalam kebijakan.

Dimana dalam sistem ini layanan publik bukanlah fokus kerja tetapi lebih mementingkan para kapitalis pengusaha kaya. Karena lebih banyak keuntungan yang didapatkan daripada kerugian.

Dalam sistem kapitalis ini pelayanan negara tidak gratis tetapi sarat akan kepentingan dan keuntungan semata. Sehingga kewajiban menjadi terabaikan dan teralihkan kepada yang memperoleh manfaat dan kekuasaan semata.

Peran negara sengaja dialihkan dan dikerdilkan sehingga rakyat dibiarkan sendiri menyelesaikan masalah mereka. Bantuan negara dianggab sebuah kerugian karena tidak ada keuntungan balik yang akan didapatkan.

Begitulah cara berpikir dan kerja manusia dalam sistem kapitalis ini.  Sehingga wajar perbaikan dan perhatian menjadi suatu yang hanya akan ada apabila ada keuntungan di dalamnya.

Kembalikan Kesejahteraan Rakyat

Islam hadir sebagai agama yang menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat. Karena Islam mampu menyelesaikan permasalahan manusia dalam kehidupan dan mengarahkan kebaikan di antara sesama hanya meraih rida Allah Swt. semata.

Dalam pandangan Islam rakyat sepenuhnya tanggung jawab negara. Menjadi pelayan bagi urusan rakyat adalah kemuliaan, sehingga rakyat adalah prioritas utama kerja negara. Sehingga tidak melihat berapa besar biaya yang dikeluarkan tetapi yang dilihat adalah rakyat dapat hidup dalam keamanan dan sejahtera.

Negara wajib memberikan kesejahteraan kepada rakyat guna membangun peradaban kehidupan yang unggul. Sehingga apapun kebijakan yang akan dikeluarkan adalah demi kemakmuran dan keamanan rakyat semata. Betapa mulianya kerja dari aparat negara dalam sistem Islam.

Semua itu hanya akan kita dapati jika sistem yang dipakai adalah sistem khilafah seperti yang telah dicontohkan Rasulullah saw. dan para sahabat dalam kehidupan bernegara. Sehingga kesejahteraan rakyat bisa dirasakan ratusan tahun.

Setiap pekerjaan aparat negara akan diawasi dengan ketat oleh tim khusus yang akan dibentuk oleh negara. Dan akan memberikan sanksi yang tegas bagi orang yang berbuat curang dan zalim selama bekerja.

Keimanan yang kafah dan ilmu pengetahuan yang mumpuni berjalan secara beriringan dalam sistem Islam. Karena hal itu adalah kunci kesuksesan kehidupan manusia selama tinggal di muka bumi. Sebagaimana penuturan Ibnu Katsir rahimahullah tentang begitu sempurnanya Islam.

 أنزلَ أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة أشرف الملائكة، وكان ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرف شهور السنة وهو رمضان، فكمل من كل الوجوه

“Diturunkan Kitab yang paling mulia (Al-Qur'an) dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan kepada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang paling mulia sepanjang tahun, yaitu bulan Ramadan. Dengan demikian sempurnalah Kitab suci Al-Qur'an dari berbagai sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Kejelasan peran negara dan rakyat dalam Islam telah menghantarkan keberkahan bagi negeri tersebut. Maka jika ingin rakyat hidup dalam kesejahteraan yang hakiki bukan abal-abal, tidak ada cara lain selain menerapkan Islam kafah kembali sebagai aturan di muka bumi.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top