Oleh : Afra Salsabila Zahra
Mahasiswi dan Aktivis Remaja

Banyak remaja menebarkan cinta mereka, hingga buta pada cinta itu sendiri. Memberikan apapun pada seseorang yang dicintai meski akhirnya tidak terbalaskan. Menginginkan hingga mencoba berbagai cara untuk memiliki. Bahkan nyawa pun ikhlas untuk diberikan. Bukankah cinta menurut mereka adalah buta?

Meski dia bukanlah orang yang baik. Meski dia tidak kaya ataupun tampan, asal dia mampu mengikat hati. Akan diberikan segala yang dipunya. Hingga kecintaan itu menenggelamkan diri pada kubangan kemaksiatan yang terus memborbardir diri. Inikah cinta itu? Sayangnya, hal ini juga menjangkiti para remaja muslim.

Love adalah sesuatu yang fitri yaitu sesuai dengan penciptaan Allah. Manusialah yang memberikan label berkonotasi negatif pada cinta itu sendiri. Mulai dari cinta buta, cinta mati ataupun budak cinta. Semua memiliki konotasi yang buruk dengan fakta yang begitu mudah didapati. Padahal Allah menciptakan manusia itu sepaket dengan nalurinya untuk mencintai dengan cara yang benar.

Namun, paket ini tidaklah dibiarkan begitu saja agar manusia sendiri yang mengatur. Allah memberikan  aturan bagaimana seorang hamba dalam menyalurkan rasa cintanya. Tidak dengan cinta buta apalagi cinta mati yang sungguh miris juga dilakukan banyak remaja muslim saat ini. Di saat muda, seharusnya remaja muslim sibuk berkarya untuk Islam bukan disibukkan dengan kebutaan akan cinta.

Cinta menurut istilah orang Arab adalah menghendaki sesuatu untuk meraihnya. Dalam Islam Al-Baidhawi berkata, "Cinta adalah keinginan untuk taat". Sedangkan Al-Zujaj berkata, " Cintanya manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mentaati keduanya dan Rida terhadap segala perintah Allah dan segala yang dibawa oleh Rasulullah saw."

"Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya, orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah, orang yang tidak suka kembali ke kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke neraka". (Mutafaq 'Alaih)

Benar setiap cinta adalah fitrah manusia terutama bagi remaja muslim. Namun, Allah juga mengatur kepada siapa saja cinta itu seharusnya kita berikan. Bukan pada dia yang tidak mencintai Allah, hingga kedua matanya buta ketika melihat kemaksiatan orang yang dicintai. Tapi mencintai dengan pemahaman bahwa cinta yang hakiki dan abadi adalah ketika dua manusia berlain jenis bersatu atas dasar kecintaan keduanya pada Allah dan Rasul-Nya.

Tidak akan didapati remaja muslim sibuk pada cinta buta, mati ataupun budak dari cinta itu sendiri. Mencintai seseorang atas ketaatannya pada Allah. Benci pada seseorang karena kemaksiatannya pada Allah. Sesungguhnya, inilah remaja muslim yang Allah janjikan mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya.

"Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya". Ingin bersama siapakah engkau kelak? Dengan ia yang kamu cintai hingga buta dengan kemaksiatannya pada Allah atau sebaliknya? Maka sungguh beruntung bagi mereka yang mencintai karena Allah.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top