Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt
Pegiat Literasi Komunitas Penulis Bela Islam AMK

zonapriangan.com (08/07/2020) melansir bahwa
terkait 3 pengunjung Pasar Sehat Cileunyi (PSC) Desa Cileunyiwetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung yang diketahui reaktif pasca rapid test, belum tentu jika ditindaklanjuti dengan swab test, positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan dr. Elfi Kepala Puskesmas Cinunuk Kecamatan Cileunyi menanggapi soal 3 pengunjung PSC diketahui reaktif Covid-19, pasca dilakukan rapid test terhadap 100 pedagang, pengunjung dan pengelola PSC oleh tim gabungan di PSC pada Senin 6 Juli 2020.

Bagaimanapun vonis positif Covid-19 bagi masyarakat adalah momok yang sangat menakutkan. Ketika saat ini dimana pada faktanya kasus Covid-19 masih banyak, baik di skala daerah pun nasional. Pandemi global virus pun belum sepenuhnya pulih.

Namun apa mau dikata, karena pemerintah baik pusat maupun daerah telah menetapkan arah kebijakan new normal life, dimana kehidupan seolah sudah kembali menjadi normal seperti sebelum adanya pandemi. Hal ini menjadikan proses kehidupan di tengah masyarakat 'dipaksa' berangsur kembali beraktivitas normal.

Namun di sisi lain masyarakat sesungguhnya masih was-was dengan penyebaran virus yang ada.

Hal ini adalah buah dari pembiaran pemerintah, masyarakat bergumul dengan virus yang masih bebas menyebar. Dengan alasan pemulihan ekonomi yang sempat terseok dan hampir mati disebabkan masa pandemi.

Semua adalah buah dari prinsip Kapitalisme yang dianut negeri ini. Dimana pemerintah lebih berpikir itung-itungan materi dalam mengurus rakyat. Sementara menutup mata dengan keselamatan, kesehatan dan nyawa rakyat.

Padahal jika menilik pada apa yang menjadi arahan Islam. Sungguh didapati perkara kesehatan, keselamatan dan nyawa rakyat adalah tanggung jawab pemerintah. Sehingga ketika wabah melanda adalah tugas penguasa secara full untuk mengurus dan memastikan penghentian wabah berlangsung sempurna. Dalam hal ini penerapan lock down total atas daerah yang terkena wabah adalah pilihan yang wajib diambil untuk penyelesaiannya. Tentu dibarengi dengan support pemenuhan kebutuhan dasar rakyat baik secara individu maupun kolektif oleh negara.

Hal ini benar-benar telah dicontohkan demikian gemilang di masa pemerintahan Islam. Dari mulai masa Rasulullah saw. hingga pada kurun pemerintah beberapa Khalifah sepeninggal Rasulullah saw. di saat ujian wabah menerpa.

Maka kondisi wabah tak dibiarkan berlarut melingkupi masyarakat. Sebagaimana yang terjadi kini di masa pemerintahan sekuler kapitalistik. Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top