Oleh : Ruri Retianty
Ibu Rumah Tangga

Mengimani Allah Swt. merupakan sebuah kewajiban yang patut  kita jaga. Semua yang ada di bumi (gugusan planet, bulan, bintang, galaksi) adalah bukti bahwa Allah Swt. itu ada.

Mahluk yang ada di dunia tidak muncul  dengan sendirinya, melainkan ada Pencipta-Nya dan Pengatur-Nya, yaitu Allah Swt. Penciptaan tersebut lengkap dengan fasilitas yang Allah berikan  dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.

Fasilitas dimaksud seperti udara, air, alam dengan seisinya,  agar dapat dinikmati oleh manusia. Inilah bentuk kasih sayang Allah Swt. yang luas tak bertepi kepada hambanya. Selain itu Allah juga memberikan manusia petunjuk, agar manusia dapat menjalani kehidupan ini dengan benar dan lurus. Jika petunjuk tersebut diikuti oleh manusia pasti hidupnya akan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat dan balasannya surga.  Kebalikannya jika manusia tidak mau mengikuti petunjuk-Nya maka hidupnya akan sesat. Jauh dari bahagia, bahkan akan mendapatkan siksa neraka kelak, na'udzubillah min zalik. Petunjuk tersebut tertuang dalam syariah-Nya yaitu Syariah Islam. Allah Swt. berfirman:

"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an) sebagai syariah yang benar dan adil. Tidak ada satu pihak pun yang mampu mengubah kalimat-kalimat (syariah)-Nya. Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (TQS. al-An'am [6]:115)

Begitu banyak nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada  manusia. Sayangnya saat ini, ada saja pihak-pihak yang berani  menghina dan melecehkan ajaran Islam, menghina Allah Swt. dan Rasulullah saw. Penghinaan itu datang dari kaum kafir maupun  munafik. Salah satu bentuk pelecehan atas ajaran Islam adalah menghilangkan atau mereduksi pemahaman tentang khilafah dan jihad dalam kurikulum madrasah.

Akhir-akhir ini terdengar senter bahwa khilafah merupakan buatan manusia atau ajaran manusia. Jelas ini merupakan pelecehan yang sangat nyata terhadap ajaran Islam. Bahkan beberapa kalangan menyebut khilafah sangat berbahaya buat negeri ini sebagaimana komunisme. Hal tersebut terjadi karena saat ini sistem kehidupan yang diemban adalah sistem sekulerisme yaitu menjauhkan agama dari kehidupan.

Sistem ini  berupaya menyingkirkan islam dari kehidupan manusia. Islam hanya boleh mengatur urusan pribadi dan hubungan manusia dengan Allah Swt. seperti shalat, zakat, puasa, haji. Islam dilarang  hadir untuk urusan negara dan urusan publik lainnya.

Sebagai seorang muslim, kita  tidak boleh diam ketika ajaran Islam  dilecehkan. Kita harus  berupaya  menerapkan syariah Islam secara kaffah, sehingga tidak terjadi lagi pelecehan atas ajaran Islam. Termasuk salah satu ajaran Islam yakni Khilafah. Khilafah adalah ajaran Islam, yaitu kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim untuk menerapkan syariah secara kaffah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Allah Swt. berfirman:

"Sungguh orang-orang yang menyembunyikan keterangan-keterangan  yang jelas dan petunjuk yang telah kami turunkan, setelah kami terangkan kepada manusia dalam al-kitab, mereka itu dilaknati oleh Allah dan dilaknati pula oleh semua mahkluk yang dapat melaknat." (TQS. al-Baqarah [2]:159)

Sadarlah wahai  manusia, bahwa kita hidup di dunia ini hanya sementara, semua pasti akan kembali kepada Allah Swt., hidup di dunia ini hanyalah persinggahan singkat menuju tujuan yang sesungguhnya, itulah alam akhirat yang abadi. Kita hanya berharap meraih surga-Nya. Untuk itu seharusnya kita isi hidup ini dengan amal shalih sebagai wujud dari ketaatan kepada Allah Swt., jangan sampai diisi dengan kemaksiatan kepada Allah Swt.,  karena akan menjauhkan dari keberkahan. Sabda Rasulullah saw.:

"Sungguh berdusta atas namaku tidak sama dengan berdusta atas nama seseorang. Siapa saja yang berdusta atas namaku secara sengaja, siapkanlah tempat duduknya di neraka."
Wallahua'lam bi ash shawab.
 
Top