Oleh : Santika Y.
(Ibu Rumah Tangga Pencetak Generasi Khoiru Ummah)

Baru-baru ini para netizen dikejutkan dengan pernyataan wakil bupati Bandung, GunGun Gunawan yang mengundang youtuber Ferdian Paleka setelah dibebaskannya dari Malpolrestabes Bandung atas perbuatan nge-prank kepada seorang transpuan atau waria yang memberikan sembako berisi sampah, bahkan tidak tanggung-tanggung Wabup Bandung bahkan sampai memujinya sebagai anak muda yang berbakat, dilansir oleh Pikiran Rakyat pada hari selasa (9/6). Tentu pernyataan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, pasalnya Ferdian Paleka adalah seorang youtuber yang menghalalkan berbagai cara guna menaikkan viewer, like, dan subscribe, bukan seorang anak muda dengan segudang prestasi yang patut diberikan pujian dan ditiru oleh kalangan muda lainnya.

Pujian terhadap orang yang salah tentulah menyadarkan kita, bahwasanya anak muda zaman sekarang sedang mengalami krisis idola. Padahal kita semua tahu bahwasanya seorang idola akan "digugu dan ditiru" oleh semua para fansnya, dari segi penampilan, perbuatan dari hal yang kecil hingga hal yang besar. Sudah terbayang dalam pandangan kita, jika seorang youtuber “sampah” dijadikan idola oleh semua kalangan baik muda atau tua, nge-prank jadi budaya. Sudah tidak lagi bisa dibedakan mana yang namanya kebohongan dan kebenaran. Padahal Islam telah gamblang menjelaskan apa hukumnya nge-prank. Nabi Muhammad saw. bersabda :

“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud 5006, Ahmad 23064 dan sanadnya dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Sekalipun prank ini tujuannya hanya main-main, tidak serius, biar membuat orang tertawa ketika melihat kawannya kaget atau takut, ini semua dilarang dalam Islam.

Idola Dalam Kacamata Islam

Sejarah telah banyak mencatat betapa banyak sosok kaum muda muslim yang harus dijadikan idola. Tentu idola yang pertama adalah Nabi kita tercinta Nabi Muhammad saw., lahir di Makkah 570 M-wafat di Madinah, 8 Juni 632. Walaupun seorang yatim piatu beliau sejak kecil hingga menjadi Nabi dan Rasul mengajarkan sifat jujur, pemaaf, adil, penuh kasih sayang, dapat dipercaya, tidak pernah menyakiti hati orang lain dan masih banyak sifat terpuji lainnya, walaupun beliau dibesarkan di lingkungan jahiliyah.

Sosok lainnya adalah Muhammad Al-Fatih si penakluk Konstantinopel, dilahirkan di Edime Turki pada 30 Maret 1432 dan wafat pada 3 Maret  1481 di Hunkar Cairi Turki. Pada usia 25 tahun beliau sudah bisa menaklukkan kota Konstantinopel, pada masa kecilnya beliau dipersiapkan oleh kedua orang tuanya untuk menjadi seorang penakluk, tidak heran Muhammad Al-Fatih kecil bisa hapal Al-Qur'an dan banyak hapal ribuan hadits di usia yang masih muda, tidak ada istilah leha-leha dalam hidupnya.
Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini, seorang panglima militer Islam yang tidak terkalahkan dalam ratusan pertempuran, siapa lagi kalau bukan Salahuddin Al-Ayyubi, lahir di Tirkit Iraq pada tahun 1138 M dan wafat pada tahun 1193 M di Damaskus Syiria. Di masa mudanya beliau menghabiskan waktu dengan berlatih militer, ilmu politik dan pemerintahan. Tak heran beliau menjadi seorang sosok yang disegani dan ditakuti baik di kalangan umat muslim dan di kalangan musuh-musuhnya.

Masih banyak lagi sosok idola muda muslim lainnya yang bisa menjadi barometer kaum muda milenial. Namun sayang di sistem sekarang ini, banyak kaum muda yang enggan menggali sejarah Islam sehingga tidak mengetahui bahwasanya Islam memiliki khasanah kekayaan sosok idola. Sehingga kaum muda muslim sekarang lebih mengidolakan para artis, olahragawan, dan idola-idola lainnya yang tidak layak dijadikan idola. Idola sesungguhnya bagi kaum muslim adalah idola yang akan membuat kita mengenal Rabb kita, yang akan senantiasa mengajak kita taat dan tunduk terhadap syariat-Nya, bukan idola yang menjerumuskan kita kepada gerbang kemaksiatan yang membuat kita jatuh dalam kubangan dosa.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top