Oleh: Ummu Afif (Aktivis Muslimah)

RUU HIP tengah panas diperbincangkan berbagai kalangan. Umumnya, alasan yang mengemuka adalah RUU ini sebagai upaya untuk mengkianati pancasila sebagai dasar negara. Melalui RUU HIP para pengusungnya dianggap ingin melemahkan pancasila.
"Memeras Pancasila menjadi Trisila lalu Ekasila yakni 'gotong-royong' adalah nyata-nyata upaya pengaburan makna Pancasila sendiri," kata MUI, mengutip maklumat MUI Pusat dan MUI se-provinsi Indonesia, Jumat (12/6).

MUI juga mempertanyakan dan memprotes tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam draf RUU.

MUI mengingatkan keberadaan RUU HIP bisa jadi merupakan upaya PKI menghapus citra buruknya dalam sejarah Indonesia, sehingga mereka menilai RUU tersebut wajib ditolak tanpa kompromi.
"Kami pantas mencurigai bahwa konseptor RUU HIP ini adalah oknum-oknum yang ingin membangkitkan kembali paham dan Partai Komunis Indonesia. Dan oleh karena itu patut diusut oleh yang berwajib," kata mereka. (cnnindonesia.com/14/06/2020).

Sebagaimana yang diketahui bahwa Pancasila sebagai hasil konsensus nasional dan kesepakatan bersama para pendiri bangsa Indonesia. Melalui RUU HIP ini pancasila hendak diperas menjadi trisila, bahkan ekasila. Pancasila ingin dibuat tafsir tunggalnya menurut penguasa.
RUU HIP akan menjadi alat pemaksaan pancasila sebagai satu satunya asas bagi organisasi organisasi masa seperti zaman ORBA. Bagi yang tidak sepakat dengannya dianggap mengkianati pancasila.
Yang demikian akan sangat rentan menggunakan pancasila sebagai alat gebuk untuk mereka yang kritis terhadap penguasa sekarang. Ini berbahaya karena kekuasaan akan menjadi otoriter dan tertutup terhadap kritik yang membangun. Jika dibiarkan tentunya akan membawa negeri ini pada jurang kehancuran yang lebih dalam.

Kritikan bisa dianggap usaha merongrong dan menentang penguasa sehingga harus dibungkam. Pancasila akan ditafsirkan menurut kepentingan penguasa saat ini. Setiap yang berbeda dengan penguasa akan dikriminalisasi. Mereka bersembunyi di balik pancasila untuk menghabisi lawan-lawan politiknya.

Terlebih lagi dengan tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam draf RUU, menjadi pertanda ingin dibukanya celah bagi ajaran terlarang ini untuk bagkit. Rakyat, termasuk Umat Islam harus waspada akan potensi kebangkitan pki dengan wajah baru melalui berbagai cara, termasuk lewat jalur hukum dan HAM. RUU HIP ini nampak sekali membuka pintu bagi pemuja komunisme untuk kembali eksis.
Komunisme yang merupakan terlarang di Indonesia telah memberikan trauma yang besar bagi bangsa ini. Pengkhianatan dan pemberontakannya kepada negeri ini sangat kejam dan nyata.

Peristiwa September 1965 dan pemberontakan Muso dkk di Madiun pada tahun 1948 adalah catatan hitam sejarah partai komunis di Indonesia. Luka yang ditorehkan pki bagi negeri ini begitu dalam hingga bertahun-tahun lamanya masih terasa pedihnya. Bagaimana para ulama dan santri diburu dan dibunuh secara keji. Rakyat yang tak berdosa juga tak luput menjadi korban. Begitu pula para petinggi militer yang harus meregang nyawa di tangan komunis yang berlumuran darah.
Sekarang mereka ingin membangkitkan kembali komunis di tengah bangsa Indonesia. Mereka berusaha memutarbalikkan sejarah, menganggap pki sebagai korban. Propaganda yang berbau ajaran komunisme dan sejenisnya juga mulai dimunculkan. Mulai dari logo, buku hingga membuat seminar tentang ajaran terlarang ini. Mereka juga menyasar kalangan muda yang dianggap tak begitu memahami sejarah masa lalu pki. Membuat berbagai cara untuk menyamarkan ajaran sesatnya sehingga bisa diterima oleh kalangan milenial.

Tak aneh jika dari tahun ke tahun Indonesia justru kian dekat dengan China, yang notabene berhaluan komunis. Terlihat dari aturan dan kebijakan yang banyak menguntungkan China. Saling kunjung-mengunjungi antar elit politik negeri ini dengan para petinggi komunis China menjadi sinyal kuat keakraban mereka. Perkembangan terakhir menjadi bukti bahwa komunis China kian dekat dengan rezim saat ini.

Dalam kontelasi politik dunia, sekarang ada perubahan arah bagi negara China dalam perekonomian. Meski berhaluan komunisme, China rupanya juga menganut sistem ekonomi kapitalisme. Dengan cadangan devisanya yang melimpah, China bahkan sudah menancapkan kukunya di banyak negara. Dan turut serta membawa ideologinya ke negara-negara yang sudah di kuasainya, termasuk Indonesia.

Apa Indonesia mau kembali dikuasai komunis yang telah membantai rakyat dan para ulama kita? Jangan sampai lupa dengan pengkhianatan keji kaum komunis.
Komunisme yang tak percaya kepada adanya Tuhan sangat berbahaya. Menganggap semua muncul dan terjadi dengan sendirinya. Hingga manusia bisa membuat aturannya sendiri. Membenci agama hingga dianggap sebagai candu. Agama dianggap penghalang kepentingan mereka. Tak pelak jika penganutnya berusaha untuk menghabisi agama dan pemeluknya, dengan berbagai cara. Kejam dan jadi tak masalah asal agama bisa dihilangkan dari diri manusia.

Demikian pula kapitalisme, sama bobroknya, bahkan lebih licik caranya. Meski mengakui Tuhan, tapi hanya sebatas ranah pribadi. Kapitalisme memisahkan agama dari kehidupan. Konsekuensinya, yang berhak membuat peraturan adalah manusia itu sendiri. Setiap orang bebas melakukan apa saja semaunya. Kebebasan begitu dipuja. Kebebasan di atas segalanya, bahkan Tuhan pun tak dianggap.

Tak malu pula menjadikan agama sebagai alat untuk meraih tujuan. Memanfaatkan agama untuk mendapatkan kekuasaan dan materi. Memanipulasi ajaran agama untuk mengeksploitasi rakyat kecil demi mendapatkan pundi-pundi. Lihat saja bagaimana zakat dan dana haji diincar-incar, sementara ajaran tentang khilafah dikriminalisasi. Mau duitnya, tapi tak mau aturannya.

Jadi, komunisme maupun kapitalisme sebenarnya sama-sama tak menginginkan adanya peran agama dalam kehidupan. Dari RUU HIP yang tengah disorot ini, nampak bahwa peran agama hendak dihilangkan. Bahkan agama disamakan dengan budaya yang merupakan buatan manusia. Ini jelas melecehkan Tuhan, Allah SWT yang merupakan Sang Pencipta seluruh makhluk.

Karena itulah, kenapa RUU HIP ini harus ditolak. Tak ada manfaatnya sama sekali bagi umat. Malah justru membahayakan agama dan kehidupan.
Pun demikian dengan sistemnya, kapitalisme dan komunisme, sama-sama harus ditolak dan disingkirkan. Keduanya membawa kehidupan manusia pada kehancuran di segala sisi kehidupan umat manusia.

Sudah saatnya umat Islam bersatu dan membuang jauh-jauh sistem bobrok ini, karena menjadi biang permasalahan kehidupan.Yang bisa mewujudkan nilai yang ada pada pancasila hanya KHILAFAH. Yang akan menerapkan aturan Islam kaffah, sehingga mampu membawa kebaikan, keadilan & keberkahan bagi seluruh alam.

Hanya khilafah yang bisa mensejahterakan segenap rakyat, segenap umat manusia, bukan hanya umat Islam. Hanya khilafah yang bisa menjaga jiwa. Akal, harta dan kehormatan manusia. Hanya khilafah yang bisa melindungi semua agama di muka bumi ini.

Khilafah Islamiyah sebagai institusi yang akan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia dan mampu menerapkan syariat Islam di seluruh negeri. Khilafah merupakan ajaran Islam yang agung. Menegakkannya adalah tugas yang sangat penting bagi kaum muslim. Dengan mengikuti metode yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam berdakwah meninggikan kalimat Allah.

Hingga kemudian berdirilah daulah Islam di Madinah. Inilah sistem pemerintahan umat muslim yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW. Yang kemudian dilanjutkan oleh para sahabat beliau yang mulia dan para khalifah setelahnya.
Hanya Khilafah Islamiyyah yang sesuai manhaj kenabian yang layak untuk diperjuangkan. Daulah Khilafah yang akan menerapkan syariat Islam kaffah hingga keberkahan melingkupi seluruh penduduk bumi dan langit.
 
Top