Oleh : Shofi Lidinilah 
(Mahasiswi Bandung)

Tercatat sebuah sejarah pada tahun 2020 bagi kaum muslimin yaitu melaksanakan hari raya Idul Fitri dengan keadaan yang tidak seperti biasanya, tidak mudik, tidak bersalaman, dan melaksanakan salat Ied di rumah saja. Pandemi ini masih terus berlangsung bahkan semakin banyak korban yang berjatuhan . Tetapi tidak menyurutkan semangat kaum muslimin untuk merayakannya walaupun di rumah saja.

Hari Sabtu tanggal 23 Mei 2020, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia mengadakan acara Takbir Virtual Nasional dan Pesan Idul Fitri dari Masjid Istiqlal. “Jika Allah benar-benar menghendaki dan jika kita bisa menerimanya dengan ikhlas dalam takwa dan tawakal, sesungguhnya hal tersebut akan membuat berkah, membuahkan hikmah, rezeki dan juga hidayah" kata Presiden Indonesia. Dan pada sambutan selanjutnya oleh Wakil Presiden Indonesia yang menyatakan “Kalau beriman dan bertakwa pasti Allah turunkan kesuburan, kemakmuran, keamanan, keselamatan dan dihilangkan berbagai kesulitan. Itu adalah janji Allah di dalam Al-Qur'an. Mudah-mudahan kita bisa bersabar untuk saat ini dan akan bangkit dan kembali meraih kemenangan dan kesuksesan dalam waktu yang tidak akan lama lagi." (Tempo.co, 23/05/2020)

Takwa itu berucap iman dengan lisan, meyakini Allah dalam hati, dan mengamalkan syariat Allah dalam perbuatan. Sudahkah kita memaknai takwa dan melaksanakan kehidupan sesuai dengan perintah Allah? Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam QS. Ali 'Imran ayat 102 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenarnya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan muslim”. Takwa haruslah total, bukan hanya sebagai makhluk individu tetapi harus terwujudkan dalam segala aspek kehidupan baik bermasyarakat dan bernegara.

Di dalam keadaan pandemik ini seharusnya menjadi ajang taubat nasional agar Allah mengampuni segala kesalahan yang diperbuat oleh manusia, karena selama ini kita belum melaksanakan aturan sepenuhnya yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Dan jika penduduk negeri beriman dan bertakwa kepada Allah sesungguhnya Kami (Allah) bukakan kepada mereka (pintu-pintu) berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka lantaran apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. al-A’raf : 96)

Inti dari ayat di atas, ketika iman dan takwa terwujud maka Allah akan memberikan negeri itu keberkahan dan rahmat dari langit dan bumi.  Tetapi jika penduduk negeri ini belum sepenuhnya beriman, bertakwa dan peran Allah hanya ditempatkan sebatas ibadah ritual, maka Allah tidak akan memberikan keberkahan pada kehidupan ini. Satu-satunya jalan agar semua terwujud adalah dengan cara menerapkan aturan Islam dalam kehidupan sehari-hari secara total yang dikontrol oleh negara. Karena penerapan aturan Islam secara keseluruhan dalam negara akan mendorong warga negara untuk senantiasa bertakwa.
Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top