Oleh : Sumisih
(Aktivis Muslimah Jambi)

Pengamat politik Siti Zuhro mengatakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) telah memunculkan perdebatan dan resistensi yang meluas. Bahkan Siti Zuhro beranggapan ada kekhawatiran yang beralasan, HIP merupakan agenda menghidupkan kembali ajaran komunisme. Banyak di antara kaum muslimin baik Ulama, Aktivis, Cendekiawan yang memiliki kegelisahan bila RUU HIP di legalisasi.

Demikian secara yuridis TAP MPRS/XXV/1966 tentang larangan Komunisme, Marxisme, Laninisme. (Republika.co.id)

Jika penyederhanaan itu disahkan, menurut Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, Indonesia akan bertransformasi menjadi negara sekuler.

"Pasal Ketuhanan Yang Maha Esa akan hilang. Kami khawatir ada celah negara ini tidak mengenal atau tidak mementingkan Tuhan," ujarnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Abraham Utama. (24 juni 2020)

RUU HIP diharapkan menjadi pedoman bagi penyelenggara negara dalam menyusun kebijakan pembangunan nasional di berbagai bidang. Kita tidak tahu dan mengerti siapa yang mencetuskannya, latar belakang lahirnya RUU HIP, kita hanya mengira-ngira.

Dalam sejarah Indonesia, rezim memang kerap menggunakan Pancasila sebagai alat membungkam pihak-pihak yang bertentangan dengan arah politik rezim. RUU ini justru memuat banyak polemik mulai dari makna pancasila sebagai ideologi, apa saja yang bertentangan dengan ideologi, bagaimana menunjukkan integrasi, hingga polemik implementasi berbagai bidang ekonomi. Di satu sisi menetapkan peran negara yang harus dominan dalam menjaga ekonomi rakyat. Namun, mendorong kebijakan hutang luar negeri dengan alasan memperkuat ekonomi.

Semestinya DPR merasakan suasana hati rakyat, harusnya turut mengawal kerja eksekutif dalam menangani wabah Covid-19. Selain muatan sekularisasi agama, RUU ini kental penerapan kapitalisme & liberalisasi. Hari ini kapitalisme menguasai dunia, maka mereka punya banyak sarana untuk melestarikan kekuasaannya, dengan kata lain ideologi buatan manusia ini bakal menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Hal ini harus disadari oleh semua komponen bangsa, ancaman tidak kalah besar, bahaya yang bersumber dari berkembangnya kapitalisme & liberalisme yang makin mengakar di sektor-sektor strategis.

Maka, solusi Islamlah yang bisa mengatasi ini semua. Hidup seorang muslim tergantung pada Allah Swt., maka tidak pantas seorang muslim sampai meninggalkan aturan-Nya. Ketaatan kepada Allah-lah yang harus dijalankan. Allah ialah Zat yang menghidupkan, maka Islam dan khilafah harus dihadirkan untuk solusi. Menjalankan syariat Islam harus dipahami oleh umat. Karena iman, perjuangan, dan dakwah adalah tuntutan akidah Islam. Maka aturan yang mampu dan bisa diharapkan adalah peraturan yang maha tinggi, Allah Swt. Sang pembuat hukum.

Teruslah kita menyampaikan kebenaran supaya umat tersadar, bahwa hanya syari'at Allah yang bisa menyelesaikan segala problematika. Teruslah berjuang, walau pahit, berkorban itulah dakwah, sampai Allah Swt. memberikan pertolongan.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top