Oleh : Tati Ristianti
Kontributor media Lenteranyahati

Perkembangan budaya barat melaju begitu pesat hingga tidak bisa dibendung lagi. Transformasi budaya barat mengalir sampai ke kamar-kamar kita. Anak-anak, remaja, bahkan orang tua pun mengikuti tren budaya barat. Contohnya membuat video prank atau challenge yang dikirim ke tik-tok maupun YouTube.

Sebut saja Ferdian Paleka, seorang youtuber yang sempat menimbulkan kontroversi saat ia membuat prank di bulan suci Ramadhan. Ia dengan rekannya membagikan sembako yang dimanipulasi menjadi sampah kepada masyarakat di Bandung. Meski sempat menjadi seorang buronan, ia ditangkap dan ditahan selama beberapa minggu. Para korban mencabut laporannya dan Ferdian terbebas serta meminta maaf kepada masyarakat Bandung.

Bersamaan dengan itu, wakil bupati Bandung, Gun Gun Gunawan menyambut dan memujinya sebagai anak muda yang berbakat, "Saya menyambut kedatangan anak-anak muda yang penuh bakat ini, karena tujuannya untuk meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Bandung. Jika Allah saja bisa memaafkan hambanya, kenapa kita tidak?" "Tinggalkan yang sudah, tatap masa depan dengan lebih baik. Buat konten yang lebih kreatif dan baik. Jika menemui tantangan berat dalam masa recovery, ingat kita masih punya Allah." ucap Gun Gun Gunawan, pada Selasa (9/6). Pikiranrakyat.com

Menyikapi zaman yang sudah sedemikian rusak, sudah selayaknya para pemuda-pemudi harus semakin berhati-hati terhadap budaya barat yang sejatinya sangat jauh dari syariat Islam. Apabila kita teliti lebih dalam lagi, begitu banyak fakta saat ini tentang kerusakan, kematian, dan tawuran yang pemicunya tak lain adalah dari ucapan ataupun tindakan dari para peniru budaya barat tanpa melalui proses berpikir yang mendalam. Oleh karena itu, pujian yang disematkan untuknya adalah pujian yang tidak pada tempatnya.

Tengoklah Sayyidina Umar, beliau tidak berbicara kecuali mengandung kebenaran dan kemaslahatan. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam." Perkataan yang baik dan benar muncul dari orang-orang yang memiliki hati dan lisan yang baik. “Orang bijak ialah orang yang berpikir terlebih dahulu sebelum ia berucap.”

Rasulullah saw. bersabda:

"Jika kamu semua mengamalkan suatu perbuatan , maka hendaknya dipertimbangkan, jika menghasilkan kebaikan hendaknya diteruskan. Jika akibatnya menjadi buruk, maka hendaknya dihentikan." Dan Ali ra. pun beliau berkata, "Orang yang memiliki akal sempurna ialah yang selalu waspada terhadap sesuatu yang hendak dikerjakan."

Hanya sistem Khilafah yang dapat memberikan pengertian besar kepada generasi muda, betapa besar peranan dan harapan yang dipikulkan ke pundak para pemuda agar kelak dapat menjadi generasi penerus yang berkualitas, tangguh, dan cerdas sehingga sejarah dapat mencatatnya dengan tinta emas.

Wallahu a'lam bi ash-shawab
 
Top