Oleh : Shinta Putri 
Aktivis Muslimah

New normal life, kebijakan baru Presiden Jokowi setelah dua bulan lamanya di rumah saja akibat dari virus Covid-19 yang mewabah di seluruh Indonesia. New Normal Life adalah Perubahan perilaku baru untuk tetap menjalankan aktivitas normal.

Pemerintah gencar mewacanakan dan mulai menerapkan New Normal Life pada lingkungan kerja aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) dan karyawan Badan Usaha Milik Negara(BUMN).

Sehingga aparatur negara bisa bekerja secara optimal untuk melayani rakyat tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai surat edaran menteri kesehatan tentang protokol pencegahan penularan Corona virus disease (Covid-19), di tempat kerja sektor jasa dan perdagangan (area publik) dalam mendukung keberlangsungan usaha.

Pernyataan berdamai dengan Corona artinya pemerintah mau mencanangkan kebijakan berikutnya yaitu new normal life. Rencana New normal life dengan harapan bisa mengembalikan kondisi perekonomian Indonesia. Yang awalnya untuk memutus mata rantai virus ini dengan melakukan kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Kemudian pemerintah mengganti dengan kebijakan baru yaitu new normal life, PSBB dianggap tidak efektif karena menyebabkan kondisi perekonomian di berbagai sektor terpuruk terutama di bidang pariwisata, transportasi, dan lain-lain.

Tapi sayangnya alih-alih untuk memperbaiki kondisi perekonomian, kebijakan pemerintah new normal life tidak melakukan penanganan Covid-19 dengan maksimal, hanya sekadar himbauan kepada masyarakat untuk melakukan hidup sehat, cuci tangan, dan tetap jaga jarak. Pemerintah tidak memberi fasilitas yang memadai dalam perilaku baru yang akan diterapkan, tak heran masyarakat banyak yang abai dengan perilaku hidup baru tersebut. Pemerintah juga belum memiliki arahan yang jelas bagaimana kesiapan rakyat antara new normal life dengan kondisi virus Covid-19 di lapangan.

Dari data terakhir virus Corona hari Jumat (29/05/2020) mencapai 25.216 orang positif, 6492 dinyatakan sembuh. Juru bicara pemerintah khusus penanganan Covid-19 Achmad Yurianto berkata, dari data tersebut kita ketahui bahwa hari ke hari jumlah kasus Covid-19 terus meningkat belum mengalami penurunan,meskipun ada laporan yang sembuh tetapi juga nambah kasus orang yang positif.

Dengan new normal life ini apakah pemerintah menjamin keselamatan rakyat, jika di lihat dari data kasus Covid-19  yang terus meningkat. Kebijakan New normal life diadopsi oleh pemerintah dari trend global yang dicanangkan oleh WHO. Pemerintah mengambil kebijakan tanpa menyiapkan perangkat fasiltas yang memadai. Tujuan new normal life hanya untuk membangkitkan ekonomi yang semakin terpuruk, Aan tetapi membahayakan kesehatan bahkan nyawa rakyat sebagai taruhannya.

Tanpa persiapan yang matang kebijakan new normal life justru menimbulkan masalah baru yaitu wabah Covid-19 gelombang 2 mengintai di depan mata, yang akan membuat kondisi kita di berbagai sektor tambah terpuruk. Desakan para pengusaha yang mau gulung tikar membuat penguasa hilang kendali, membuka pintu penyebaran virus ini. Padahal vaksin pencegahan sampai sekarang belum diketemukan. Begitu pentingkah masalah ekonomi para elite daripada nyawa rakyatnya sendiri? 

Semakin nampak boroknya sistem kapitalisme yang diadopsi oleh negeri ini, demi kepentingan segelintir orang-orang berduit pemerintah tidak punya hati mengorbankan nyawa rakyat, ini sungguh kejam. Rakyat dibuat berjuang sendiri kondisi wabah pemerintah masih sempat mencekik rakyat dengan tidak memberi jaminan kebutuhan pokok, menaikan iuran BPJS dan listrik, masih tetap impor barang dari China yang membuat barang lokal dari petani tidak laku. Beginilah potret sistem buatan manusia yang tidak takut dengan Sang Pencipta, semua dilanggar demi hawa nafsu kehidupan duniawi yang melenakan.

New normal life dalam pandangan Islam adalah memelihara agama, jiwa, keturunan harta dan akal semua itu sebagai kewajiban perwujudan melaksanakan kewajiban, tunduk dan patuh kepada aturan Sang Ilahi dengan menerapkan Islam secara keseluruhan dalam semua sendi-sendi kehidupan.

Islam mengatur tata kehidupan manusia secara normal untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat sehingga umat muslim terdorong untuk melakukan tindakan yang normal dalam kehidupannya dan bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan fitrah manusia semua akan kembali kepada-Nya. Allah telah menampakkan peringatan kepada manusia sesuai dengan Al-Qur'an surat ar-Rum ayat 41, kerusakan yang dibuat oleh ulah manusia itu sendiri. 

Dalam Islam satu nyawa manusia sangat berharga dan dilindungi oleh negara. Sehingga negara punya peran penting dalam mengatasi wabah, peduli betul dengan kondisi rakyatnya di saat wabah melanda, faktor kesehatan dan keselamatan nyawa lebih diutamakan dari pada masalah pertumbuhan ekonomi. Jika pandemi bisa terlewati dan sudah ditemukan vaksin maka semua sektor kehidupan akan segera pulih seperti sedia kala bahkan bisa meningkat. Jadi penguasa dalam Islam memperhatikan betul setiap kebijakan yang akan dikeluarkan, khalifah selalu meminta masukan kepada bawahannya. Untuk memberi yang terbaik kepada rakyat, karena pemimpin Islam tahu betul kelak di Yaumil akhir setiap kepemimpinannya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt. Sehingga membuat para pemimpin itu takut dan hati-hati dalam mengurusi urusan rakyat, kesejahteraan dan keamanan dijamin betul oleh negara dalam sistem Islam. Semoga sistem Islam segera bangkit, sehingga wabah Covid-19 segera ditangani dengan cepat dan tanggap supaya segera berakhir dan New Normal Life akan terwujud.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top