Oleh : Lailah Albarokah
Ibu Rumah Tangga

Seperti merindukan air di tengah dahaganya gurun pasir, betapa inginnya mendapatkan air walaupun hanya setetes, ingin segera bergegas menghilangkan rasa haus yang menerpa, begitulah gambaran hasrat umat Islam yang merindukan sesosok pemimpin yang dapat memberikan pengurusan, perlindungan, dan kesejahteraan dalam semua aspek terlebih dalam kondisi pandemi. Pada kenyataannya saat ini umat di hadapkan pada keputusan kebijakan pemimpin yang seolah pembiaran, tak ada kepedulian terhadap nyawa dan nasib rakyatnya.

Seperti dilansir dari dari beberapa laman, akan diberlakukan kebijakan yaitu mulai dibuka kembali tempat industri, pasar dan yang lainnya yang beresiko besar buat masyarakat.

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengapresiasi Bupati Bandung, Dadang M Naser, dan pemilik PT. Eigerindo MPI, Roni Lukito terkait Adaptasi Kehidupan Baru (AKB). Ekonomi perlahan akan bangkit lagi, tetapi kewaspadaan tidak akan kami kurangi,” kata pria yang akrab disapa Emil saat melakukan kunjungan ke PT. Eigerindo MPI, Rabu (3/6).

“Surat izin saat membuka usaha saat AKB akan dikeluarkan oleh Bupati. Kemudian bagi tempat ibadah, industri atau sektor lain yang ingin beroperasi kembali harus menyiapkan petugas Covid,” pungkas Emil, dilansir dari laman WARTAPARAHYANGAN.COM.

Pemerintah harusnya mempertimbangkan secara lebih matang dampak dan konsekuensi dari rencana diterapkan new normal life, terutama pada saat sekarang kebijakan akan mulai dibukanya tempat-tempat produksi, pasar, tempat ibadah, dan pariwisata. Pemerintah harus menetapkan aturan yang tegas dan jelas, untuk menghindari terjadinya potensi ketegangan dan kebimbangan di tengah-tengah masyarakat.

Pada faktanya korban jiwa akibat virus Corona hingga kini masih terus bertambah di seluruh dunia. Di Indonesia, Imbauan social distancing, stay at home, bekerja dan belajar di rumah nyatanya telah membuat perekonomian masyarakat kian terpuruk disegala sisi. Sementara negara tidak hadir seutuhnya dalam memenuhi kebutuhan rakyat.

Pemerintah saat ini mulai menerapkan peraturan new normal life, sebagaimana dipaparkan di atas bahwa para pemangku kebijakan akan mulai membuka kembali tempat industri, pasar dan pusat perbelanjaan, serta tidak ketinggalan tempat ibadah. Namun yang menjadi pertanyaan besar ialah apa dan mengapa disituasi yang belum menunjukkan penurunan atas kasus pandemi ini pemerintah seolah memaksakan keputusan yang mungkin beresiko besar untuk masyarakat?.

Jika dicermati secara mendalam, new normal life justru akan menjadi ancaman yang tidak terduga, Kesadaran masyarakat yang masih rendah, berpotensi besar memunculkan gelombang kedua Covid-19 yang lebih dahsyat dan tentunya akan membawa dampak lebih besar dibandingkan dengan gelombang pertama. Belum adanya vaksin serta penanganan yang masih dalam fase penelitian memungkinkannya terus terjadi penularan dan bertambahnya korban menjadi penyebab mengapa kehidupan new normal di tengah pandemi ini sangat rawan.

Inilah gambaran rezim yang menerapkan sistem sekuler - kapitalis yang berorientasi pada materi tanpa mempertimbangkan apakah kebijakannya adalah solusi yang tepat atau bukan, yang tersirat seolah kebijakan yang diambil cenderung dipaksakan. Terlebih akan segera dibukanya sektor pariwisata diberbagai daerah di Indonesia di tengah pandemi ini adalah hanya demi mengejar keuntungan materi dan menyelamatkan perekonomian negara yang melemah karena wabah.

Jelaslah kebijakan pembukaan beberapa tempat di atas nampak sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha yang merugi sejak pandemi. Namun jelas resiko besar ditaruhkan yaitu betapa keselamatan nyawa rakyat tidak jadi prioritas utama, ini menunjukkan nyawa rakyat begitu murahnya dimata mereka.

Begitulah gambaran betapa sistem atau tatanan dalam kapitalis  yang dipertimbangkan hanya untung dan rugi, maka tatanan ini tidak sesuai untuk umat karena negara kapitalis tidak sungguh sungguh peduli dengan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakatnya, dan seperti itulah bagaimana sistem kapitalis bekerja.

Sejatinya Islam itu adalah sebuah agama paripurna yang memiliki asas akidah kokoh. Dimana terpancar darinya seperangkat aturan mengenai kehidupan, yang diturunkan oleh Zat yang Menciptakan semesta, manusia dan kehidupan. Syariat Islam memelihara Agama, harta bahkan nyawa. Bagaimana sistem Islam menghadapi pandemi agar dapat melindungi nyawa manusia serta ekonomi?.

Allah telah memberikan seperangkat aturan yang sempurna untuk menghadapi berbagai permasalahan. Islam mengaturnya dengan menyeluruh dan sesuai fitrah. Dalam menghadapi berbagai masalah dan kesengsaraan yang dialami umat manusia, seorang imam atau pemimpin dia berperan sebagai pelindung dan bertanggung jawab atas amanah yang dipikulnya. Seorang pemimpin Islam akan berusaha  melindungi kebutuhan spiritual agar semua kewajiban umat muslim dapat terpenuhi, melindung nyawa, harta dan menjamin kesehatan umat, serta menjaga sistem ekonomi agar tetap stabil.

Maka dapat kita lihat dan rasakan kebijakan-kebijakan yang dihasilkan para kapitalis seolah tidak efektif dan efisien berbeda dengan Islam dimana saat pandemi terjadi maka yang pertama dilakukan adalah mengisolasi yang terkena wabah kemudian mereka yang rentan dan yang sakit. Tetapi tidak semua orang harus diisolasi karena akan menimbulkan krisis yang berkelanjutan. Langkah selanjutnya pemimpin Islam akan melakukan tes masal untuk mengetahui dan memisahkan antara yang terpapar dan yang sehat. Pemimpin Islam harus memiliki sistem kesehatan yang baik dan luar biasa karena pemimpin adalah pelindung umat harus memastikan tersedianya pelayanan kesehatan gratis dan layanan berkualitas, kemudian pemerintah akan mendanai penelitian dan pengembangan untuk menemukan obat yang menyembuhkan dan tidak akan bergantung pada negri lain.

Tidak ada pandangan di dalam Islam bahwa pelayanan kesehatan adalah sesuatu yang mahal karena itu adalah hak dasar bagi setiap orang yang harus dipenuhi oleh negara. Betapa efektif dan efisien sistem Islam mengatasi permasalahan dan betapa Indahnya saat pemimpin hadir seutuhnya untuk rakyatnya dan itu pernah terjadi saat sistem Islam diterapkan, sejarah melukiskan hal yang telah ditorehkan saat aturan Islam diterapkan, maka dari itu hanya dengan menerapkan Islam kafah, dalam institusi khilafah semua masalah tersolusi dengan tuntas. Semuanya sudah dicontohkan Rasulullah, wajib bagi umat Islam untuk mensuritauladaninya.
Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top