Oleh : Ummu Nasywa
Ibu Rumah Tangga dan Pengemban Dakwah

Bagaikan buah simalakama yang dirasakan oleh 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Akibat aksi mogok kerja yang dilakukan pada hari Jum'at 22 Mei 2020 berakhir pemecatan (Kompas.com). Tenaga medis mengeluhkan beberapa alasan di antaranya yaitu terkait ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) minim, ketidakjelasan insentif dari Pemkab, tidak ada rumah singgah bagi tenaga medis yang menangani pasien Corona, dan gaji hanya sebesar Rp 750.000 per bulan.

Bupati dan manajemen RSUD Ogan Ilir pun berdalih tuntutan yang disampaikan para tenaga medis yang melakukan aksi protes tersebut dianggap mengada-ada. Meski ada ratusan tenaga medis yang dilakukan pemecatan, mereka menilai tak memengaruhi layanan yang diberikan. Sebagai penggantinya, akan dilakukan perekrutan tenaga medis baru.

Kondisi miris seperti ini masih saja dialami oleh tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19, baik itu dari sisi APD, gaji maupun kesejahteraan mereka. Minimnya perhatian negara dan pihak-pihak terkait semisal kepala daerah dan RS terhadap nakes diakibatkan oleh aturan dan sistem yang berlaku di negeri ini. Sistem yang diterapkan atas arahan ideologi kapitalis sekuler membuat negara dan jajaran di bawahnya gagap atasi masalah umat. Mereka akan segera bertindak manakala kasus yang terjadi terekspos ke permukaan bukan dari sejak  awal sebelum kasus tersebut mencuat.

Dalam Islam, hukum upah mengupah sangatlah jelas. Gaji akan diberikan sesuai akad yang telah disepakati bersama, bahkan diberikan sebelum keringatnya pekerja kering sekalipun.
Maka sebuah kezaliman hingga berujung dosa bagi pelakunya manakala ia mengupah orang tapi abai bahkan tidak  membayar jerih payahnya sesuai kesepakatan ijarah (upah). Al-Qur'an telah memberi penekanan yang lebih terhadap tenaga manusia dalam surah an-Najm yang artinya:

"Bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang diusahakannya." (TQS. an-Najm:39)

Terkait pentingnya perhatian serta penghargaan atas tenaga juga keringat yang dicurahkan pekerja,  Rasulullah saw. pun bersabda:

"Berilah upah pekerja sebelum keringatnya kering." (shahih Ibn Majah)

Apa yang dialami nakes dalam kondisi pandemi saat ini terjadi akibat sistem. Sistem yang diberlakukan negara bukanlah sistem Islam, sehingga perlakuan serta perhatian pun luput dari riayah pemerintah. Tanggungjawab negaralah memberikan pelayanan, bukan  kepada masyarakat umum saja, tapi juga nakes yang lebih rentan terjangkit virus manakala keamanan dan perlindungan diri tidak memadai.

Satu-satunya solusi menyeluruh yang dapat memberikan perhatian dan kesejahteraan kepada masyarakat  maupun nakes hanya ada dalam institusi Islam dalam naungan Khilafah Islamiyyah.

Wallahu a'lam bi ash-shawwab
 
Top