Oleh : Maryatiningsih 
(Ibu Rumah Tangga)

Sampai saat ini penyebaran virus pandemi Covid-19 masih terus terjadi, belum ada titik terang menuju normal, atau berkurang penyebarannya. 

Entah sampai kapan akan berakhir, tetapi kita harus senantiasa menghadapi dengan ikhlas dan sabar. Kesabaran tingkat tinggi seperti sabarnya para tenaga medis yang menjadi prajurit garda terdepan dalam menangani wabah Covid-19. Sudah semakin banyak tenaga medis yang menjadi korban, gugur dalam melayani masyarakat baik yang ODP ataupun yang PDP. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan perhatian yang sangat memadai terutama dari pemerintah. Namun, jangankan mendapatkan perlindungan utuh dengan kebijakan terintegrasi agar pasien covid tidak terus melonjak, bahkan proteksi finansial pun tidak diberikan. Sebagian tenaga medis tidak mendapat tunjangan, THR perawat honorer dipotong bahkan ada yang dirumahkan karena RS daerah kesulitan dana. Padahal gugurnya tenaga medis atau pemecatan sama dengan berkurangnya prajurit garda terdepan di medan tempur. 

Seperti yang dilansir oleh Merdeka.com - Sejumlah tenaga medis di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran belum mendapatkan insentif keuangan seperti yag dijanjikan oleh pemerintah. Diketahui bahwa pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp 5-15 juta untuk dokter dan para tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Salah satu tenaga medis di Wisma Atlet Kemayoran mengatakan, pencairan insentif terkendala akibat masa libur Lebaran. Akibatnya masih ada sejumlah tenaga medis yang hingga hari ini belum juga menerima insentif tersebut. "Terakhir karena Bank Indonesia sudah tutup karena Lebaran. Dijanjikan tanggal 15 sih," ucap salah satu tenaga medis kepada merdeka.com, Senin (25/05/2020).

Mengapa masalah seperti di atas bisa terjadi? Masalah yang seharusnya dianggap masalah serius oleh pemerintah, karena sudah menyangkut masalah kesejahteraan dan juga merupakan, hak yang harus dipenuhi dengan baik. Jika bukan mereka para tenaga medis yang menangani, lantas siapa lagi? Tidak semua orang mampu dan mau bersedia menangani wabah ini. 

Dalam sistem kapitalisme seperti sekarang ini sulit bagi mereka untuk berbuat adil, apalagi loyalitas yang tinggi untuk kepentingan rakyat. Mereka selalu menghitung untung dan rugi saja tanpa peduli dengan nasib rakyatnya.

Hanya sistem Islam saja yang mampu mengatasi semua masalah dengan baik, karena semua kebijakannya berdasarkan  syariat Islam yang berasal dari Allah Swt. bukan buatan manusia yang sangat terbatas. 

Dalam sistem Islam semua masalah bisa diatasi dengan baik dan benar, apalagi masalah finansial untuk para tenaga medis. Sumber-sumber pemasukan untuk pembiayaan kesehatan pun, telah didesain oleh Allah Swt. sedemikian sempurna, sehingga memadai untuk pembiayaan yang berkelanjutan. Salah satunya berasal dari barang tambang yang jumlahnya berlimpah. Mulai dari tambang batu bara, gas bumi, minyak bumi, hingga tambang emas dan berbagai logam mulia lainnya, yang jumlahnya berlimpah. Hal ini meniscayakan khilafah memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk menjalankan berbagai fungsinya.

Pembiayaan dan pengeluaran tersebut diperuntukan bagi terwujudnya pelayanan kesehatan gratis berkualitas terbaik bagi semua individu masyarakat. Dengan demikian tidak akan mungkin sampai pemerintah tidak mampu memenuhi hak para tenaga medis dengan baik. Justru mereka akan lebih di hargai jika khilafah tegak kembali di muka bumi ini. 

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top