Oleh : Afra Salsabila Zahra
Aktivis Remaja

Tidak dipungkiri mengenal seseorang lalu bersua sapa adalah sesuatu yang menyenangkan. Memiliki banyak teman entah di dunia maya ataupun di dunia nyata. Itu adalah sesuatu yang terkadang membuat kita terlena. Menginginkan banyak pujian dan pengikut di media sosial. Meskipun banyak yang dilakukan adalah hal yang salah.

Witing tresno jalaran soko kulino. Mungkin itu yang sedang terjadi. Kita sibuk melihat ketenaran manusia hingga kita ingin memperolehnya. Menyukai hal itu karena kita terbiasa dengannya. Begitu pun yang terjadi dengan manusia.

Padahal, sebagus apapun manusia bila ia tidak mentaati perintah Allah, maka itu adalah sebuah kekeliruan. Begitupun kita mengatur sebuah rasa. Rasaku datang tanpa bisa kucegah? Bagaimana aku bisa meninggalkannya?

Allah telah memberikan setiap manusia potensi dan naluri. Potensi untuk manusia dapat menjalani kehidupannya dengan sebaik-baiknya. Dan naluri yang terbagi menjadi tiga. 

Naluri untuk menyembah sesuatu. Naluri untuk mempertahankan diri. Serta naluri untuk mencintai.

Cinta adalah sesuatu yang fitrah dalam diri manusia. Ia diciptakan Allah untuk memperindah kehidupan manusia. Dari rasa gugup, membahagiakan, memalukan, dan banyak yang dapat menggambarkan rasa cinta.

Meskipun cinta adalah sesuatu yang fitrah. Namun manusia pun diatur dalam menyalurkan rasa cintanya. Pada seseorang yang bolehkah? Atau tidak diperbolehkan?

Saat rasa cinta kepadanya justru menjadikan Allah murka dengan interaksi yang haram. Atau justru rasa yag terpendam dalam diam dan akan mempersatukan bila Allah mengijinkan. Dan ini adalah sesuatu yang tidak bisa kita ketahui. Tapi Allah memberikan rambu yang jelas dalam setiap perbuatan hamba.

Melepaskan seseorang bukan berarti kita tidak menyayangi dia. Menjauhi seseorang bukan berarti kita membenci dia. Tapi karena Allah meminta kita menjauh bila memang belum dihalalkan. Sungguh, Allah menjaga setiap manusia begitu baik dan sempurna.

Rasulullah saw. bersabda: “Hiduplah sesukamu, maka sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah sesuatu sesukamu, maka sesungguhnya kamu akan berpisah. Berbuatlah sesukamu, maka sesungguhnya kamu akan bertemu dengannya.” (HR. Hakim)

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Mencintailah karena Allah. Karena sesungguhnya hakikat cinta yang paling tinggi adalah ketika kita mencintai seseorang karena Allah. Kita tidak akan mengajaknya bermaksiat karena perintah Allah. Kita juga akan berlembah lembut pada yang kita sayangi semata karena Allah. Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang mencintai karena Allah.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top