Oleh : Sri Yana, Spd.I
Kontributor media Lenteranyahati

Dilematis, di saat Corona virus masih saja menggejala  di mana-mana. Namun pemerintahan memberikan kelonggaran pembatasan berskala besar. Akhirnya angka yang terinfeksi belum kunjung turun. Sebagaimana penjelasan DPP IKAPPI mencatat data kasus Covid-19 di pasar seluruh Indonesia adalah 529 ditambah laporan terbaru yang kami terima dari Sumatera Selatan ada 19 temuan baru kasus Covid di Pasar Kebun Semai Sekip Palembang. Jadi total kami mencatat perhari ini positif Covid-19 di pasar sebanyak 529 orang dan yang meninggal sebanyak 29 orang," ujar Dimas dalam keterangannya, Sabtu, (12/6/2020).(nasional.okezone.com)

Itu baru di wilayah pasar, belum lagi di lingkungan masyarakat lainnya, misalkan mall, sekolah dan tempat-tempat yang mungkin terjangkitnya virus.

Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dr. Iwan Ariawan menyampaikan, dengan jumlah kasus yang masih terbilang tinggi maka penerapan new normal berisiko tinggi terhadap makin masifnya penyebaran virus Corona. (m.cnnindonesia.com, 21/6/2020)

Dengan diberlakukannya new normal tersebut membuat was-was masyarakat, terutama orangtua murid di beberapa sekolah, yang akhirnya dibukanya sekolah kembali. Selain itu mall/supermarket/tempat perbelanjaan, bagian tempat wisata. Karena akibat liburnya tempat-tempat tersebut yang membuat perekonomian lesu.

Keadaan tersebutlah yang akhirnya pemerintah putuskan agar roda perekonomian kembali berjalan. Lebih mementingkan ekonomi dibanding nyawa rakyat. Padahal ketika kesehatan rakyat terjamin, roda perekonomian dapat diperbaiki. Tapi jika pemberlakuan new normal malah mengakibatkan meningkatnya jumlah yang terjangkit. Pemerintah akan sulit menangani, apalagi tenaga medis akan kelelahan dalam menangani orang-orang yang terjangkit virus Corona. Dan memerlukan banyak lagi dana untuk mengobati rakyat. Ibarat pepatah lama mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Sistem kapitalisme inilah yang membuat kebijakan hanya atas untung rugi. Ketika itu dianggap rugi akan diusahakan dengan berbagai cara agar bisa mendapatkan keuntungan.

Sudah sejatinya negaralah yang bertanggung jawab atas kesulitan rakyatnya. Sebagaimana di kisahkan pada masa Umar bin khattab ketika ditimpa wabah. Ia rela membagikan persedian makanan untuk rakyatnya. Dengan susah payah beliau yang mengawasinya langsung. Beliau pun tidak mau makan daging sebelum rakyatnya hidup berkecukupan dan sejahtera. Sudah terbukti bahwa sistem Islamlah yang mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top