Oleh : Satriani
(Mahasiswa Hukum USN Kolaka)

Kementerian Perdagangan telah melakukan relaksasi impor sementara untuk bawang putih dan bawang bombai. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mencatat, impor bawang putih yang sudah masuk ke tanah air tanpa Persetujuan Impor (PI) mencapai 28 ribu ton. 
"Jumlah bawang putih yang masuk mencapai 48 ribu ton. Dari jumlah itu, 20 ribu ton memakai PI, sementara 28 ribu ton masuk tanpa PI," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Kamis (23/4). 

Memperhitungkan, jumlah impor bawang putih hingga berakhirnya kebijakan tersebut hanya mencapai 48 ribu ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pada bulan Ramadan hingga Lebaran. Adapun, rata-rata konsumsi bawang putih dalam sebulan mencapai 47 ribu ton. "Setelah 31 Mei, importasi akan berlaku seperti biasa dengan menggunakan PI," ujar dia. 

Berdasarkan laporan importir per 17 April 2020, realisasi dan rencana pemasukan bawang putih ke tanah air hingga minggu ketiga Mei diperkirakan sebesar 58.730 ton. Adapun realisasi per 20 April mencapai 48.898 ton, selebihnya sebanyak 9.838 ton akan direalisasi pada minggu ketiga Mei. Sebagaimana diketahui, aturan relaksasi impor tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2019. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa ketentuan impor bawang bombai dan bawang putih dikecualikan dari Persetujuan Impor dan Laporan Surveyor. Namun, kebijakan ini diberlakukan sementara, yaitu hingga 31 Mei 2020. 

Kapitalisme Biang Kerok

Indonesia memiliki SDA yang melimpah, salah satunya Indonesia terkenal dengan rempah-rempah yang beraneka ragam. Seyogyanya, dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Namun sayangnya, itu semua hanyalah ilusi yang tak berkesudahan jika masih menganut sistem kapitalisme. Pemerintah yang  memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan salah satunya dengan melakukan impor yang besar-besaran, mendatangkan bawang putih yang berton-ton dan berkelanjutan dengan rentan waktu yang cukup singkat. Sementara di sisi lain petani bawang putih lokal menjerit meminta kesejahteraan agar hasil panennya memiliki nilai harga yang sesuai.

Petani lokal yang mengalami surplus di tengah produksi bawang putih di Indonesia, akan tetapi pemerintah membuka kran impor bawang putih. Sehingga petani lokal mengeluh dan bingung menjual bawang putih dengan harga yang anjlok,  mau tidak mau petani bawang putih lokal terpaksa menjual dengan harga yang sangat jauh dari kata setimpal untuk membayar jerih payah mereka. Belum lagi  petani bawang putih lokal kebingungan untuk menjual hasil panennya. Sehingga ada sebagian petani bawang putih lokal salah satu Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah menginisiasi menjual di media sosial seperti di whatsapp untuk menjual bawang putih yang tidak terserap pasar.

Sistem kapitalisme membiarkan dengan asas manfaatnya keuntungan berupa materi. Ketika negara-negara melakukan impor, maka akan dikenakan bea cukai yang merupakan pungutan negara berdasarkan UU yang dikenakan terhadap barang impor. Aneh bin ajaib, itulah yang mungkin bisa dikatakan di negeri +62, seperti ketika petani surplus negara impor, akan tetapi ketika situasi kekurangan barang negara ekspor. Sangat sarat dengan kepentingan terlihat dari kebijakan Kementerian Perdagangan kepada negara asal tirai bambu untuk mengimpor bawang putih dan bawang bombay tanpa kuota ke Indonesia dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2020 tentang perubahan atas Permendag Nomor 44 Tahun 2019 tentang Perubahan Impor Produk Hortikultura tersebut tanpa harus persetujuan impor baik itu Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) maupun Surat Persetujuan Impor (SPI).

Para kapitalis akan mempertahankan hegemoni mereka yang mementingkan materi di atas  segalanya. Jika negara menganut sistem ini akan menciptakan kesenjangan yang sangat panjang. Makna kemerdekaan negara seharusnya tidak membiarkan para kapitalis bercokol dan mengendalikan yang membuat megara tak berdaya seperti membiarkan SDA di dikuasai asing dan rakyat sendiri tak dapat merasakan kenikmatannya dan menjadi korban dengan kebijakan yang lahir untuk menguntungkan para kapitalis.

Solusi Islam

Dalam Islam, agar harta beredar di seluruh anggota masyarakat tidak hanya beredar pada segelintir orang saja. “Agar tidak beredar di kalangan orang-orang kaya saja di antara kamu” (QS. al Hasyr: 7)

Islam akan menunjuk pemimpin yang adil dengan dorongan takwa yang penuh tanggung jawab  kepada rakyatnya. sebab pemimpin dalam Islam merupakan perisai. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang pemimpin adalah perisai, orang-orang yang berperang di belakangnya dan menjadikan pelindung, maka jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan selainnya, maka ia akan bertanggung jawab atasnya)”. (HR. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai dan Ahmad) 

Memakmurkan hidup rakyat merupakan kewajiban pemimpin, dalam sistem Islam memperkembangkan di sektor perindustrian, termasuk industri pertanian. Negara akan mendorong perkembangan sektor riil saja dan untuk sektor non rill diharamkan dan tidak akan memberikan hak-hak monopoli atau bekerjasama pada negara kafir harbi. Pemimpin dalam Islam akan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai terhadap para petani dengan cara memberikan modal misalnya berupa bibit, pupuk dan variasi lain untuk pertaniannya tanpa mengembalikan modal tersebut.

Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khathab ra yakni mengambil harta dari baitul mall dan diberikan pada para petani serta akan diberikan keilmuan dalam bidang pertanian dengan cara gratis. Sehingga akan menghasilkan bibit dan tanaman unggul dan selain memperoleh  memenuhi pangan rakyat  dalam Daulah Islam bahkan pula dapat berlebih dan menjadi negara ekspor. Serta jaminan harga yang wajar yang menguntungkan bagi para petani dan dipastikan berjalannya mekanisme pasar secara transparan, dan tanpa ada kebijakan yang memihak hanya keuntungan para kapitalis. Sehingga Islam adalah ideologi sahih yang dapat menyelamatkan umat dari keburukan dan penindasan ideologi selain Islam. 

Wallahu a’lam bishshawab.
 
Top