Oleh : Sherly Agustina, M.Ag.
(Member Revowriter dan WCWH)

"Barang siapa menginginkan yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula". (HR. Bukhari dan Muslim)

Umat muslim sedang berduka dengan ujian atau musibah pandemi saat ini. Bahasa keimanan yang bisa menerima keadaan ini, bahwa semua atas kehendak-Nya dan pasti ada hikmah di balik setiap kejadian. Terlepas dari kesedihan yang ada, bagi sebagian orang bisa terhibur saat pandemi.  Istilah virtual menjadi bahasa sehari-hari, seolah sebagai sarana menuangkan ekspresi. Misalnya kerinduan karena tak bisa bertemu, bisa sedikit terobati dengan sillaturahmi virtual.

Belajar jarak jauh karena pandemi disebut  virtual. Kajian di sana-sini lewat virtual menjadi subur bak musim hujan mengguyur jamur. Reuni pun bisa dilakukan secara virtual. Rapat, meeting atau koordinasi apapun bisa dllakukan secara virtual. Iptek memudahkan sarana komunikasi saat ini, terlebih saat pandemi. Dan acara apa saja melalui virtual bisa dihadiri ratusan orang, sesuatu yang tak pernah dilakukan sebelumnya.

Stay di rumah tak lagi menjadi kesepian bagi sebagian orang, apalagi yang hari-harinya berusaha diisi dengan hal yang positif lewat virtual. Ikut pengajian sana-sini, karena berkendala tak bisa ke luar rumah saat pandemi. Maka, ikut kajian virtulal bisa menjadi alternatif solusi. Ibu-ibu, bapak-bapak, tante, om dan kalangan remaja bisa menggunakannya.

Terutama generasi muda era millenial dan digital, bagi mereka mungkin hal biasa melakukan hal apapun secara virtual. Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini, maka isilah aktifitas virtual dengan hal-hal yang positif membekali diri agar lebih baik tidak hanya di dunia tapi juga untuk kehidupan nanti di akhirat. Karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa dan agama.

Teringat Baginda Nabi Saw. bersabda:

"Ada  tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Di dalam hadis tersebut, salah satu yang mendapat naungan Allah Swt. pada hari tak ada naungan kecuali naungan Allah adalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan. Belajar menimba ilmu adalah bagian dari ketaatan karena menimba ilmu bagian dari perintah Allah di dalam Islam. Kala pandemi secara virtual yang bisa dilakukan dalam menimba ilmu.

Ibadah dan menimba ilmu harus seimbang. Ilmu Allah sangat luas, di antaranya ilmu dan pengetahuan juga sains dan teknologi. Virtual adalah bagian dari sains yang bisa dipelajari agar semakin dekat dan taat pada Allah, juga sarana dakwah menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia. Baginda Nabi Saw. bersabda:

"Orang yang beramal tetapi tidak disertai ilmu pengetahuan tentang itu, bagaikan yang melangkahkan kaki tetapi tidak meniti jalan yang benar. Orang yang melakukan sesuatu tetpi tidak memiliki pengetahuan tentang suatu itu, maka dia akan membat kerusakan yang lebih banyak daripada perbaikan yang dilakukan. Carilah ilmu selama ia tidak menganggu ibadah yang engkau lakukan. Dan beribadahlah selama ibadah itu tidak mengganggu pencarian ilm pengetahuan. Karena ada sebagian kaum muslimin yang melakukan ibadah, tetapi ia meninggalkan ilmu pengetahuan, sehingga mereka keluar dengan pedang mereka untuk membunuh umat Muhammad SAW. Kalau mereka mau mencari ilmu pengetahuan, niscaya mereka tidak akan melakukan seperti apa yang mereka lakukan." (Al-Hadis)

Semoga pandemi ini segera berakhir, walau pandemi berakhir aktifitas virtual masih tetap bisa dilakukan. Karena aktifitas virtual ini bisa menembus batas ruang dan waktu. Sebuah pertemuan, acara bahkan kajian bisa dihadiri oleh siapapun dari berbagai kota, provinsi bahkan negara dan benua. Seolah Allah Swt. memeberi isyarat, bahwa ketika pandemi selesai khilafah segera tegak atas izin-Nya. Dan Allah sudah siapkan generasi yang luar biasa, yang bisa menggenggam dunia dengan ilmu dan ketaatan serta menguasai komunikasi tanpa batas semata untuk Islam.

Jangan pernah bosan menimba ilmu, mempersiapkan diri menjadi pengisi peradaban Islam nan gemilang, khilafah kedua yang dijanjikan.
Firman-Nya:

"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."  (QS. An-Nahl: 43).

Allahu A'lam Bi Ash-Shawab
 
Top