Oleh: Nabila Zidane
Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Nyinyir? Hhmm tau gak gaes apa itu nyinyir?

Dalam KBBI, ternyata kata nyinyir memiliki arti atau makna “mengulang-ulang perintah atau permintaan” dan juga “nyenyeh, cerewet”.

Netizen dan kebanyakan orang menganggap nyinyir ini sama artinya dengan menggunjing, menyindir atau mengkritik seseorang atau pihak lawan. Si tukang nyinyir ini, menurut para netizen artinya sama saja dengan tukang gosip, tukang sebar aib orang, tukang kritik dan menggunjing orang lain dan tukang sebar berita Hoaks.


Nah pernah nggak kamu di nyinyiri orang? Sebel kan? Rasanya pengen banget membalas nyinyiri dia. Emang dia aja yang punya lidah dan jempol?....eits sabar-sabar jangan terburu emosi. Cobalah berfikir positif. Mentang-mentang remaja bukan berarti kita bisa bersikap kekanak kanakan lho.


Contoh: Kalau dia ngomong jelek, kita balas ngomong jelek. Kalo dia menghina kita, kita balas menghina dia. Kalo dia membuka aib kita, maka kita balas buka aib dia. Biar kita puas.


Kalau begitu ngapain kita sekolah tinggi-tinggi kalau bisanya cuma meniru kejelekan orang lain? Dia monyong kita ikutan monyong. Dia melotot kita ikutan melotot. Dia bicara kasar kita pun sama kasarnya. Nggak banget kan?


Aa Hikmah Dibalik Nyiyir

1. Pelajaran Akhlak
Lantaran pernah dinyinyiri netizen, kita jadinya tau bahwa di jelek-jelekkan atau dibuka aib itu gak enak. Terasa dongkol di dalam hati, jengkel, sebel dan lain sebagainya. Bagi yang berani pasti langsung disamperin tapi bagi yang penakut hanya bisa meratapi nasib yang ujung-ujungnya stres sendiri. Nah kalo sudah tau begini rasanya maka jangan nyinyirin orang. Bersihkan hati, tahan lidah dan tahan jempolnya.


2. Dapat ilmu sabar.

Sabar adalah kepasrahan tulus dari dasar hati. Sabar terkadang menguras airmata. Sabar sungguh pedih, Sabar sungguh pahit dan berat, lebih berat dari rindunya si Dilan.


Namun kelak berbuah manis melebihi lezatnya madu. Dalam Al-Qur'an Surat al-Baqarah[2]: 153 Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.


3. Ladang ujian. Selama ini kita tahu ilmu sabar. Nah, sekarang saatnya dipraktekkan mumpung ada sparing partnernya buat ngetes gaes.


Ilmu jika cuma dibibir doang gak ada artinya jika tidak dipraktekkan. Pintar bicara bab sholat tapi gak pernah sholat jadinya gak ada manfaat ilmunya.


Seperti juga ulangan. Setelah satu semester pasti diakhiri dengan ujian. Ujian inilah sarana untuk mengukur bagaimana ilmu yang kita pelajari selama ini.  Jika berhasil berarti naik kelas.

Masalahnya sabar itu tidak sama dengan sekolah. Sabar itu belajarnya perlu setiap hari karena ujiannya sering mendadak dan jangan harap mendapat kisi kisi he.. he.


4. Ladang pahala

Kita fokus saja dengan amal perbuatan kita yang akan menjadi ladang pahala buat kita.

Kita tetap bersyukur, maafkan mereka yang nyinyiri kita, balaslah keburukan dengan kebaikan karena didalam hati kita tak ada celah untuk kebencian. Biarlah waktu yang akan membuktikan bahwa anak baik pasti dikenal sebagai anak baik. Sedangkan tukang nyinyir bakal mendapat masalah dimana-mana lantaran tajam lidahnya dan dengki hatinya. Mulutmu harimaumu sedang berlaku untuknya.


Tuh kan banyak sekali hikmah di nyinyiri orang. Jadi jangan takut. Karena dinyiyiri menunjukkan bahwa kita ini banyak prestasi, lebih terdepan dari yang lain. Jangan mau kalah sama Yamaha yang selalu terdepan. Mana ada orang gagal dinyinyiri? Gak ada ceritanya orang iri sama penderitaan orang lain.


Biarlah kaum nyinyir capek dengan kelakuan mereka sendiri. Setiap lisan dan perbuatan tak pernah luput dari pengawasan Allah Swt. Ngapain pusing mikirin mereka, pusing itu berat biar mereka saja.


Oke gaes, semangat terus menggapai prestasimu. So dinyinyiri? Siapa takut. Jangan ikut ikutan jadi kaum nyinyir ya karena diharamkan oleh Islam


Hukum ghibah adalah haram, sesuai sabda Nabi Saw.

لا تحاسدوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولا يغتب بعضكم بعضا وكونوا عباد الله اخوانا

“Janganlah kamu saling mendengki, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Hadis Shahih) (lihat Ibnu Abi Dunya, Ash-Shumtu wa Adabul Lisan, hal. 300)

Wallahu a'lam
 
Top