Oleh : Eviyanti
Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif 

Setiap harinya korban Covid-19 semakin bertambah, tak terkecuali para tenaga medis. Semakin banyak korban tenaga medis yang gugur, membuktikan lambatnya penanganan wabah di negeri ini. Selain tidak mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah. Mulai dari minimnya APD, obat-obatan, alat-alat kesehatan, dan lain-lain. Ternyata, mereka pun tidak mendapatkan proteksi finansial yang memang sudah menjadi hak mereka. Bahkan, sebagian dari mereka tidak mendapat tunjangan, THR perawat honorer dipotong, ada pula yang dirumahkan karena RS daerah kesulitan dana.

Seperti yang dilansir oleh tempo.co, Senin (25/05/2020), Perawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Anitha Supriono, hingga kini belum menerima insentif sebesar Rp 7,5 juta yang dijanjikan pemerintah. Anitha merupakan salah satu perawat yang bertugas di ruang Intensive Care Unit (ICU), menangani pasien-pasien positif Covid-19. "Insentif yang dibilang maksimal tujuh setengah juta itu memang sampai sekarang belum (diterima)," kata Anitha kepada Tempo, Ahad, 24 Mei 2020.

Lain halnya yang dilansir oleh tribunnews.com, Kamis (21/05/2020), diketahui ratusan tenaga medis dipecat saat wabah virus Corona, terjadi di RSUD Ogan Ilir. Namun, pihak RSUD memberikan penjelasan mengenai masalah ini. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung, yakni sebanyak 109 orang karena melakukan mogok kerja sejak Jumat (15/05/2020) lalu. Direktur RSUD Ogan Ilir dr Roretta Arta Guna Riama, membenarkan informasi pemecatan tersebut.

Hari demi hari, perjuangan tenaga medis kian memprihatinkan. Makin banyaknya yang gugur saat menangani wabah. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah mengungkapkan total 20 orang perawat meninggal dunia dalam tugas pelayanan pasien Covid-19 di seluruh Indonesia. "OTG ada 116 perawat, ODP 685 perawat, PDP 48 perawat, positif 59 perawat, yang dirawat 68 perawat (PDP dan positif), yang sembuh 12," kata Harif. (kompas.com, Senin (18/05/2020). Padahal, gugurnya tenaga medis atau pemecatan sama dengan berkurangnya prajurit di garda depan medan tempur.

Beginilah yang terjadi ketika demokrasi kapitalis yang berkuasa. Dimana penguasa abai akan hak dan kewajiban, terlebih pada keselamatan nyawa rakyatnya. Dan ini akan terus terjadi, sebab dalam sistem demokrasi kapitalis lebih mengedepankan untung rugi dari sisi materi meski ada kezaliman. Dan kian pupusnya qimah (nilai kehidupan) insaniyah di masa kapitalis sekuler seperti saat ini. Termasuk mengambil yang menjadi hak dari para tenaga medis ini.

Mereka dipaksa terus bekerja, tidak boleh mengeluh lelah apalagi sekadar meminta tunjangan, yang sejatinya merupakan hak mereka. Ketika mereka melawan maka pemecatan yang diterima. Sungguh miris bukan?

Namun, berbeda dengan Islam yang memandang mulia dan istimewa para tenaga medis. Karena mereka adalah prajurit yang berada di garda depan melawan musuh. Maka dari itu sudah sepantasnya diberi penghargaan dan perhatian yang istimewa pula. Islam akan menjalankan semua yang menjadi kewajiban negara dengan sebaik-baiknya, dan memberikan hak kepada rakyatnya secara adil dan tidak menunda-nunda. Seperti dalam hal ini, tunjangan kepada para tenaga medis.

"Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering." (HR. Ibnu Majah, Shahih)

Maksudnya adalah bersegera menunaikan hak si pekerja setelah selesainya pekerjaan atau jika telah ada kesepakatan/akad pada waktu yang telah ditentukan.

Negara akan cepat dan tegas dalam menangani wabah dengan menerapkan sistem lockdown, dan tidak akan melonggarkan kebijakan sebelum wabah ini benar-benar hilang. Negara akan tegas memberikan sanksi terhadap orang-orang yang melanggar kebijakan. Selain itu negara pun akan menjamin kebutuhan setiap individu warganya, yang menjadi hak dasar rakyatnya (sandang, pangan, papan, jaminan kesehatan, keselamatan, dan lain-lain). Terlebih pada para tenaga medis, yang sangat berjasa menjadi prajurit garda terdepan dalam melawan wabah ini.

Ini semua akan terwujud ketika dilakukan oleh sebuah sistem yang kompleks. Sistem yang berasal dari Allah Swt. Dengan seperangkat aturan-Nya, yang akan menyejahterakan dan menenteramkan jiwa seluruh umat manusia. Yaitu, sistem Islam dengan khilafah sebagai sistem pemerintahannya. Yang telah terbukti selama 13 abad berkuasa di dunia. Melahirkan peradaban yang mulia.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top