Oleh : Lia Sulastri
(Ibu Rumah Tangga)

Tahun ajaran baru yang seyogyanya dicanangkan pada tanggal 13 Juli 2020 sebentar lagi akan segera dimulai. Namun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan tetap melaksanakan kegiatan sekolah meskipun di tengah kondisi Indonesia yang masih terpapar Covid-19. Dikutip dari kumparan.com, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) Hamid Muhammad, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memundurkan kalender pendidikan ke bulan Januari. Dan yang menjadi alasannya adalah karena dimulainya tahun ajaran baru berbeda dengan tanggal dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk tatap muka.

Kebijakan yang disampaikan oleh Kemendikbud tersebut tentu membuat resah para orangtua dan pihak sekolah sebagai badan penyelenggara kegiatan belajar dan mengajar. Bagaimana tidak, pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia ini tidak hanya menelan korban orang dewasa, tetapi juga banyak anak-anak yang terpapar dan menjadi korban dari Covid-19 ini. 

Dikutip dari laman nasional.okezone.com, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengungkapkan bahwa dari data kementerian kesehatan terdapat sekitar 831 anak yang terinfeksi Covid-19 (data 30 Mei 2020) dengan usia anak yang tertular berkisar 0-14 tahun. Penularan virus yang mewabah terjadi melalui kontak dari orangtua dan keluarga terdekat serta lingkungan sekitar. Bahkan dikutip dari laman yang sama, data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat ada 129 anak meninggal dunia dengan status pasien dalam pemantauan (PDP) dan 14 anak meninggal dunia dengan status positif Covid-19.

Dari data di atas menunjukkan bahwa tingkat penularan virus Corona di Indonesia masih sangat tinggi. Hal ini tentu akan mengancam jiwa anak-anak apabila pemerintah melalui Kemendikbud memaksakan kebijakannya untuk tetap melaksanakan kegiatan sekolah di saat wabah masih menyebar luas. Dengan kebijakan a new normal life yang dicetuskan pemerintah termasuk dalam bidang pendidikan, tentu akan semakin memperburuk masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seluruh pihak dikarenakan kondisi anak-anak yang sangat rentan tertular oleh virus. Ditambah lagi dengan pemahaman anak-anak tentang pola hidup sehat yang masih minim dan tidak adanya jaminan penuh untuk keamanan mereka selama berada di lingkungan sekolah.

Anak adalah harta yang tidak ternilai. Keberadaannya harus senantiasa dijaga dan dilindungi. Maka sudah menjadi tugas dan kewajiban negara untuk mampu memberikan fasilitas yang terbaik untuk anak-anak baik dalam bidang pendidikan maupun kesehatannya. Namun dengan kondisi Indonesia yang menganut paham liberalisme kapitalisme dalam seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan, menjadi sesuatu yang mustahil diterapkannya kebijakan-kebijakan yang melindungi hak-hak rakyatnya termasuk anak-anak yang seharusnya mendapatkan hak untuk bisa sehat dan selamat dari ancaman Covid-19 ini.

Perlindungan Islam Terhadap Anak-Anak Sebagai Generasi Penerus

Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam termasuk anak-anak. Dalam Islam anak-anak adalah sosok yang harus dikasihi dan dilindungi karena ketidakberdayaannya dalam memenuhi kebutuhan hidup dan ketidakmampuannya dalam melindungi dirinya sendiri. "Rasulullah saw. amat rendah hati dan sayang kepada anak-anak serta suka memuliakan mereka. Beliau melakukannya sebagai teladan dan pendidikan untuk mereka dan orangtuanya." (Ibnu Hajar)

Perlindungan anak dalam perspektif hukum Islam mengandung pengertian pemenuhan hak-hak anak dan perlindungannya dari hal-hal yang dapat membahayakan dirinya.

Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia saat ini tentu dapat membahayakan kehidupan anak-anak. Namun semua itu bisa diatasi, apabila pemerintah mau menerapkan hukum-hukum Islam sebagai solusi dari permasalahan yang ada termasuk di dalamnya perlindungan kesehatan dan pendidikan untuk anak-anak. 

Dalam Islam anak-anak sebagai generasi penerus akan senantiasa dijaga dan dilindungi keberadaannya. Diberikan fasilitas kesehatan yang memadai serta pendidikan yang terbaik untuk masa depannya. Karena dari anak-anak inilah akan lahir sebuah peradaban yang maju yang mampu membawa pada perubahan yang hakiki yaitu peradaban Islam.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top