Oleh: Yuli Mariyam

(IRT Member Akademi Menulis Kreatif)

Meski Ramadhan tahun ini menempatkan umat muslim dicekam dengan kepungan virus corona yang tidak hanya membuat sebagian orang kehilangan orang-orang yang dicintai, dikarantina, sebagian yang lain kehilangan pekerjaan, dirumahkan tanpa pesangon, para ibu dan anak-anak harus kuwalahan dengan tugas-tugas sekolah, bahkan ada pembatasan gerak yakni harus tetap di rumah untuk memutus rantai penyebaran covid 19.

Ramadhan kali ini memang betul-betul mengajak kita untuk bersabar, namun begitu ramadhan tidak kehilangan kemulyaannya untuk menjadikan kita sebagai orang-orang yang bertaqwa sesuai dengan nash-Nya yaitu “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” Al Baqarah ayat 183.

Untuk meraih derajat taqwa kita membutuhkan dua kesabaran. Yang pertama yakni dengan pahala puasa karena puasa adalah ibadah yang tidak ada tandingannnya, Rasulullah bersabda “Allah azza wajalla pernah berfirman , setiap amal anak adam baginya kecuali puasa maka sesungguhnya sesungguhnya puasa itu bagi-Ku, maka baginya pahala dari sisi-Ku”. Yang kedua adalah pahala bersabar, puasa setengahnya adalah bersabar yakni bersabar dalam ketaatan tidak makan, minum, dan berhubungan suami istri disiang hari, ditambah lagi bersabar didalam menghadapi ujian pandemi saat ini, setiap orang mendapatkan ujiannya masing-masing yang tentu sesuai dengan kadar kemampuannya, lalu apakah sudah bisa memproleh derajat taqwa?

Taqwa adalah tidaklah sekedar melaksanakan apa-apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan, Sayyidna Ali bin Abi Thalib berkata Taqwa disusun dari empat perkara, yaitu:

1. Al khouf minal jalil yaitu memiliki rasa takut dengan Dzat yang Maha Jalil yaitu Allah SWT. Dalam hal ini tentu ketika kita hendak melakukan kemaksiatan, namun apabila kita ketakutan menyampaikan kebenaran, maka sesungguhnya itu adalah syaitan.

2. Al ‘amalu bi tanziil yaitu melakukan sesuatu dengan apa-apa yang diturunkan yaitu Alquran dan menggunakannya sebagai pedoman hidup dalam menjalani segala problematika kehidupan, dan itu bisa dilihat dengan 8 hal, antara lain: Penjagaan keturunan (Ar rum 21 dan An Nur 2) ,penjagaan akal (Al Maidah 90-91, Az Zumar 9, Al Mujadilah 11), penjagaan harta (Al Isra 6,9), penjagaan kehormatan (An Nur 4), Penjagaan agama, Penjagaan jiwa, penjagaaan keamanan(Al maidah 33), penjagaan negara.

3. Arridho bil qolil yaitu ridho dengan yang sedikit yaitu tentang rizki.

4. Al istidadu li yaumirrokhil yaitu mempersiapkan diri untuk menyambut hari penggiringan (kiamat), karena di hari itu akan ditanya apa-apa yang kita kerjakan.
         
Perwujudan dari keempatnya adalah penerapan islam secara kaffah sesuai perintah Allah dalam surat Al Baqarah “Hai orang-orang yang beriman ,masuklah kalian kedalam islam secara kaffah atau keseluruhan”. Lalu apa jaminan yang dijanjikan oleh Allah setelah kita bertaqwa?

Allah menjanjikan bagi orang-orang yang bertaqwa yaitu adalah jalan keluar atas segala kesulitan, rezeki yang tidak disangka datangnya, serta kemudahan dalam segala urusan. Puasa saja tidaklah mencukupi agar kita disebut sebagai orang-orang yang beriman, kita harus meningkatkan ibadah kepada Allah, melaksanakan syariat serta istiqomah di dalam Islam.

Wallahu a’lam bishowab.
 
Top