Oleh : Rivanti Muslimawaty
Pegiat dakwah, tinggal di Bandung

Ketika pandemi melanda seperti saat ini, banyak pihak yang terdorong untuk membantu para korban terdampak wabah Corona. Bantuan pun datang dari berbagai komunitas dan per orangan, yang dibagikan pada siang maupun malam hari. Perbuatan baik ini tentu saja sangat bagus dilakukan, karena selain sedikitnya dapat mengurangi kesulitan ekonomi korban, juga bisa memotivasi berbagai kalangan untuk turut
serta menyebarkan kebaikan.

Tapi ternyata tidak semua orang memiliki kepekaan yang sama. Ada sebagian yang tidak memiliki empati, bahkan masih berpikir mencari keuntungan dari musibah ini. Sebut saja Ferdian Paleka, youtuber asal Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Namanya tetiba menjadi viral di dunia maya maupun dunia nyata. Ulahnya membuat konten prank bantuan sembako berisi sampah kepada para waria berbuntut penjara bagi dia dan dua orang temannya. Sebelumnya, empat orang waria di Kota Bandung melaporkan Ferdian Paleka ke Satreskrim Polrestabes, Senin (4/5/2020) dini hari. Mereka melaporkan pelaku yang telah melakukan tindakan prank dengan memberikan paket sembako yang dibungkus dalam dus dan diketahui berisi sampah (ayobandung.com, 4/5/2020).

Fakta tersebut adalah suatu keniscayaan yang dapat terjadi di negeri ini. Ketika sistem yang dipakai adalah Kapitalisme-Sekulerisme. Sistem ini melahirkan generasi hedonis, yaitu manusia yang ingin eksis dengan cara apapun, baik yang benar maupun yang salah, yang manusiawi ataukah tidak.  Menjadi influencer atau youtuber adalah salah satu mimpi anak bangsa saat ini, yang coba mereka kejar demi pembuktian jati diri. Maka berbagai trik maupun upaya mereka kerahkan demi mencapai jumlah subsrciber yang tinggi, salah satunya dengan upaya prank seperti yang dilakukan Ferdian Paleka.

Patut disayangkan, konten video yang ditampilkan para youtuber muda ini kebanyakan adalah konten sampah, yang kurang bermanfaat bahkan cenderung membahayakan masyarakat. Akhirnya dunia maya pun dipenuhi oleh hiruk pikuk konten sampah, yang anehnya, disukai oleh follower mereka yang juga rata-rata masih muda. Ini adalah hasil dari proses pendidikan yang berdasarkan pada sistem Kapitalisme-Sekularisme, yang lebih mementingkan manfaat duniawi tanpa mengindahkan aturan agama (Islam) sama sekali. Kemilau dunia dikejar terus, baik materi maupuan prestise.  Ditambah dengan adanya liberalisme yang mereka agungkan sehingga mereka bebas berekspresi tanpa ada batasan sama sekali.

Hal ini berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang pernah diterapkan selama 13 abad lalu. Dimana melahirkan generasi cemerlang, tidak meresahkan masyarakat malah sebaliknya, membuat begitu banyak kebaikan di tengah rakyat.

Sistem pendidikan Islam berlandaskan pada akidah Islam yang bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian Islam serta memiliki ilmu-ilmu kehidupan. Manusia yang berkepribadian Islam adalah mereka yang berpikir dan bertindak sesuai dengan aturan Islam, dan selalu berusaha on the right track, tidak menyimpang sedikitpun dari perintah dan larangan Allah Swt.

Pada kejayaan Islam kita melihat betapa indahnya penerapan sistem pendidikan Islam ini yang ditopang dengan tegaknya semua sistem yang ada. Mulai dari sistem sosial, ekonomi, politik, budaya, pemerintahan, dan sebagainya. Sistem pendidikan Islam mampu mendorong para pemuda untuk mengeksplorasi alam sekitarnya serta menemukan berbagai hal baru yang sangat bermanfaat bagi manusia, baik muslim maupun non muslim.

Sejarah mencatat dengan tinta emas nama-nama seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, al-Khawarizmi, al-Biruni, dan banyak lagi nama terkemuka yang merupakan bukti keberhasilan pendidikan Islam dalam wadah khilafah Islam.

Bukti-bukti keberhasilan itu seharusnya mendorong kaum muslim untuk kembali pada syariat Islam, seperangkat aturan hidup yang berasal dari Allah, al-Khaliq al-Mudabbir. Dimana telah terbukti menyejahterakan manusia. Berbagai kerusakan saat ini yang dikarenakan penerapan Kapitalisme-Sekulerime seyogyanya dapat menambah keyakinan kita untuk meninggalkannya dan berbalik pada syariat Islam yang diterapkan oleh Daulah Khilafah Islam.

Wallaahu a’lam bishshawwab.
 
Top