Oleh: Neti Ummu Hasna
Aktivis dakwah

Prediksi yang menyatakan bahwa puncak pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir bulan Juni 2020, tentu merupakan informasi yang melegakan bagi banyak orang. Namun kenyataannya prediksi yang mengacu pada hasil riset lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang didirikan Denny JA ini banyak yang meragukan keakuratannya termasuk epidemiolog dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bony Wien Lestari. Menurut Bony dan tentunya ini akan diamini oleh smua orang bahwa pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 belum menunjukkan tren penurunan, sebaliknya masih terus naik hingga saat ini.

Sebuah prediksi yang dikeluarkan semestinya ada kesesuaian dengan realitas yang terjadi lapangan. Faktanya angka pasien positif Covid-19 masih mengalami kenaikan. Mengapa terus naik? Karena kebijakan PSBB yang telah dipilih pemerintah ternyata tidak efektif dalam mencegah semakin meluasnya penyebaran virus ini. Hal ini disamping karena tidak adanya kebijakan ekonomi yang menjamin pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat selama PSBB juga disebabkan adanya kebijakan-kebijakan lain yang tumpang tindih dan membingungkan. Ketika pemerintah menetapkan kebijakan larangan mudik bagi rakyat, saat yang bersamaan membolehkan ratusan TKA China untuk masuk. Saat PSBB masih berlaku Kemenhub justru mengeluarkan keputusan   untuk membuka lagi akses layanan seluruh moda transportasi umum mulai Kamis, 7 Mei 2020, dimana keputusan tersebut dikeluarkan atas arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang alasannya agar roda perekonomian nasional tetap berjalan di tengah pandemi.

Wajar jika akhirnya masyarakat dibuat bingung dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut dan memilih untuk berjalan sendiri-sendiri dan susah melakukan kedisiplinan. Di sisi yang lain prediksi yang tidak sesuai dengan realitas lapangan ini justru akan berbahaya. Bagi masyarakat yang awam, informasi tersebut akan membuat mereka semakin meremehkan akan bahaya penularan virus dan tidak mempedulikan protokol-protokol pencegahan penularannnya lagi. Alih-alih wabah ini berakhir di bulan juni, sebagaimana yang dinyatakan oleh epidemiolog Bony Wien Lestari yang ada justru wabah ini akan mengalami puncak-puncaknya di bulan Juni. Hal ini semakin menggambarkan bahwa prediksi wabah akan berakhir di bulan juni seperti jauh panggang dari api.

Daripada memprediksi sesuatu yang tidak didasarkan pada data dan fakta, lebih baik pemerintah lebih fokus untuk mengatasi kondisi wabah sekarang ini. Jangan sampai angka kematian yang tinggi akibat virus juga diikuti dengan ancaman kematian akibat kelaparan yang disebabkan kelalaian dan kurangnya tanggung jawab pemerintah terhadap rakyat yang terdampak oleh wabah. Sudah seharusnya pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang relevan dan berkorelasi erat dengan upaya untuk segera menghentikan penyebaran wabah Covid-19 ini.

*BERKACA DARI ISLAM*

Islam sebagai sebuah sistem kehidupan telah memiliki seperangkat aturan yang lengkap dan komprehensif serta terbukti sebagai solusi yang shahih atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh umat manusia.

Dalam Islam nyawa seorang manusia lebih berharga dari bumi dan isinya. Maka dari itu, saat terjadi wabah keselamatan dan kesehatan manusia yang utama, meski tidak menafikan adanya dampak ekonomi. Namun dengan sistem yang baik dampak ekonomi akan bisa terselesaikan.

Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, karantina total terhadap wilayah terjadinya wabah adalah wujud nyata cara terampuh menyelesaikan masalah ini. Warga yang terdampak akan mendapatkan bantuan yang layak, sehingga bisa menjalani masa karantina dengan lebih ringan. Begitupun warga yang terjangkit, akan mendapatkan fasilitas kesehatan terbaik sehingga bisa segera sembuh dari penyakitnya. Sedangkan di wilayah yang tidak terjangkiti wabah, maka warga bisa beraktifitas dengan normal. Dengan karantina total seperti ini dan penjaminan kebutuhan pokok warga yang terdampak diharapkan wabah tidak akan tersebar luas dan bisa segera diakhiri.

Inilah solusi yang shahih yang seharusnya diambil pemerintah sekarang ini. Meski sudah terlambat namun itu lebih baik daripada tidak melakukan upaya yang serius sama sekali. Karena kondisi pasca wabah sangat ditentukan oleh bagaimana keseriusan penanganan wabah saat ini.
 
Top