Oleh: Wida Ummu Azzam


Di tengah kondisi pandemi covid - 19 yang menimpa seluruh rakyat Indonesia , pemerintah mengambil langkah PSBB yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar, dimana langkah tersebut disinyalir tetap akan menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat seperti meningkatnya angka kriminalitas

Hal ini seperti yang dilansir Tempo.com, Kriminalitas selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mengalami tren peningkatan. Secara nasional, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia mencatat ada kenaikan kasus kriminalitas sebesar 11,80 persen dari pekan ke-15 hingga pekan ke-16 di 2020.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menyatakan kasus pencurian dengan alat berat menjadi penyumbang naiknya angka kriminalitas itu. "Namun situasi secara keseluruhan masih aman dan terkendali. Kami terus melakukan upaya  preventif untuk menjamin keamanan," ucap Asep melalui konferensi pers secara daring, Senin, 20 April 2020.

Efek dari PSBB juga menimbulkan badai PHK yang menimbulkan keputus asaan yang berakhir kepada bunuh diri.

Hal ini dilansir CNNIndonesia.com
Seorang pria berinisial JT ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di sebuah kamar kos yang berlokasi di Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (21/4).

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Niko, korban meninggal karena bunuh diri. Sebab, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

"Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban," ucap dia.

Niko menuturkan sampai saat ini pihaknya masih mendalami alasan korban nekat mengakhiri hidupnya. Namun, berdasarkan keterangan adik korban, yang bersangkutan memiliki masalah pekerjaan.

"Kalau penyebab persisnya kami enggak tahu, tapi menurut adiknya memang sebulan lalu korban dirumahkan atau di-PHK, menurut dia seperti itu," tutur dia.

Di tengah kondisi pandemi ini juga Menkumham memberikan asimilasi kepada para napi yang justru semakin menimbulkan keresahan ditengah masyarakat ,karena banyak para napi berulah pasca asimilasi,yang akhirnya sejumlah aktivis hukum menggugat kebijakan ini.

Seperti yang dilansir CNN Indonesia Sejumlah aktivis hukum yang tergabung kelompok masyarakat sipil menggugat kebijakan pelepasan narapidana melalui program asimilasi dan integrasi yang dilakukan Menkumham Yasonna Laoly ke Pengadilan Negeri Surakarta.

Gugatan didaftarkan oleh Yayasan Mega Bintang Indonesia 1997, Perkumpulan Masyarakat Anti Ketidakadilan Independen, dan juga Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia. Mereka menyebut bahwa kebijakan tersebut telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat saat pandemi corona (covid-19) saat ini.

"Untuk mengembalikan rasa aman. Kami meminta menarik kembali napi asimilasi dan dilakukan seleksi dan psikotest secara ketat jika hendak melakukan kebijakan asimilasi lagi," kata Ketua Umum Yayasan Mega Bintang Indonesia 1997, Boyamin Saiman melalui keterangan resmi, Minggu (26/4).


Menurutnya, meski tak semua kembali melakukan kejahatan, namun masih terdapat segelintir pihak yang kembali melakukan aksinya (residivis) usai dibebaskan melalui program tersebut.

Inilah  dampak sosial  wabah terhadap maraknya kerusakan masyarakat berupa  kriminalitas, perselisishan hingga bunuh diri namun tindakan penanganan malah kontraproduktif. Misalnya asimilasi Napi.

Karena pijakan pengambilan kebijakan yang sekuler dan berorientasi menyelesaikan dampak fisik semata.
Masyarakat membutuhkan penanganan komprehensif dan jitu dalam menangani masalah pandemi ini. Bukannya solusi yang membingungkan dan justru menimbulkan masalah baru di masyarakat.

PSBB yang bertujuan untuk mengurangi pencegahan virus Covid-19 adalah langkah dari kebijakan setiap daerah, tetapi  langkah ini tidak dibarengi dengan kesiapan pemerintah daerah untuk menanggulangi akibat dari kebijakan ini.Memberikan solusi dengan menambah permasalahan baru adalah hal yang sudah biasa dalam sistem demokrasi, kesiapan dalam menghadapi berbagai macam persoalan tanpa menghasilkan solusi yang menyeluruh dikarenakan sistem yang diterapkan adalah sistem kapitalisme yang hanya berdasarkan akal semata yang  menjadi penyebab segalanya.

Adanya virus Covid-19 yang digadang-gadang menjadi penyebab utama  hancurnya perekonomian  Indonesia maupun negara-negara lain di dunia bukanlah penyebab utamanya. Penyebab utama dari semua ini adalah diterapkannya sistem ekonomi kapitalis dengan asas sekuler dan liberal menjadi pangkal utama terpuruknya perekonomian dunia tak terkecuali Indonesia.

Islam mempunyai solusi yang bersifat sistemik untuk menghadapi pandemi ataupun tidak dalam pandemi ,dalam Islam semua ada aturannya yang berdasarkan pada al-Quran dan as-Sunnah. Dalam sistem Islam pemimpin pusat maupun daerah akan sangat berperan penting dalam mengatasi semua permasalahan rakyatnya.

Dalam sistem Islam, seorang pemimpin akan benar-benar mengurus urusan umat. Ia tak akan tenang sebelum rakyatnya kenyang, karena seorang pemimpin dalam Islam sangat menyadari akan pertanggungjawaban terhadap apa yang mereka lakukan terhadap umat  dihadapan Sang Pencipta Allah Swt .

"Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Muttafaq Alaih).
.
Sang Khalifah Umar bin Khatab pernah mengatakan " Suatu negeri akan hancur meskipun dia makmur". Mereka berkata bagaimana suatu negeri hancur sedangkan dia makmur? Ia menjawab "Jika pengkhianat menjadi petinggi dan harta dikuasai orang-orang fasik".
.
Kita rindu sosok seorang pemimpin yang akan menjadi perisai umat, hadir di garda terdepan dalam melindungi rakyatnya, rela kelaparan, rela memanggul sendiri kebutuhan hidup rakyatnya dan memastikan tak ada rakyarnya yang menderita. Mampu bersikap adil dan mampu mengelola kekayaan yang dimiliki oleh negara demi kesejahteraan rakyatnya tanpa memandang status kaya dan miskin semua mendapatkan perlakuan yang sama.
.
Semua itu akan kita dapatkan ketika negeri ini mencampakkan sistem demokrasi kapitalis sekuler liberal buatan manusia dan menerapkan sistem Islam dalam sebuah bingkai Daulah Khilafah. Dengan sistem Islam negeri ini dan negeri-negeri Islam akan terbebas dari krisis apapun yang menimpa karena semua berjalan diatas keridhoan Sang Pemilik kehidupan ini, yang telah menciptakan manusia lengkap dengan aturan dan sistemnya.
.
Semoga dengan musibah wabah ini semakin membuka mata dan telinga umat muslim khususnya untuk sama- sama menegakkan sistem Islam yaitu khilafah karena hanya sistem inilah yang mampu menyelesaikan semua problematika kehidupan.


Wallahu a’lam bishshawab
 
Top