Oleh : Zakiyya
Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah

Corona lagi, Corona lagi. Virus ini mendadak ngetop seantero dunia. Bahkan bahasan tentang selebritis kalah tenar dengan virus ini. Ya, Corona memang masih menjadi bahasan paling penting di dunia. Keberadaannya telah membuat geger seluruh dunia. Bagaimana tidak, lambat laun korban berjatuhan. Sepak terjangnya bagaikan pendekar tak kasat mata yang menjatuhkan lawan-lawannya tanpa terlihat. Korban pun terus bertambah. Meskipun virus ini sangat ditakuti, akan tetapi nyatanya ada pula masyarakat yang seolah tidak peduli akan virus ini karena sebagian masyarakat lebih memilih bersikap biasa-biasa menyikapinya.

Seperti dilansir oleh AyoBandung.com, (10/04/2020), Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Erwin Gunawan, meminta agar masyarakat mengikuti imbauan dari pemerintah mengenai penerapan social distancing atau physical distancing. Pasalnya, kedua langkah tersebut dinilai bisa memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19. "Saya mengajak semua masyarakat disiplin menerapkan langkah-langkah itu dan tetap mematuhi imbauan dari pemerintah. Kalau ingin pandemi cepat selesai, patuhi imbauannya." tutur Erwin.

Sementara di tempat yang berbeda, Bupati Kabupaten Bandung, H. Dadang M Naser mengatakan, "Warga Kabupaten Bandung harus disiplin, bila mau keluar rumah harus memakai masker semua. Apalagi di sarana umum semacam pasar. Pedagang dan pembeli harus menggunakan masker. Demi mencegah penularan virus Corona (Covid-19). (Jabaronline.com,  (10/04/2020)

Kebijakan pemerintah yang selalu berubah-ubah tentunya membuat rakyat makin greget. Dulu darurat sipil, kini PSBB. Darurat sipil maupun PSBB nyatanya tidak membuat rakyat tenang karena kedua kebijakan ini tidak membuat rakyat tenang. Tetap saja pemerintah tidak menjamin hidup rakyat yang terdampak Corona. Rakyat tetap harus berjuang menghidupi keluarganya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Bukan semata-mata rakyat tidak takut akan virus ini, akan tetapi kebutuhan hiduplah yang memaksa mereka harus keluar rumah menghidupi keluarganya. 

Jika saja pemerintah mau tegas dalam mengambil kebijakan untuk lockdown, yang tentu saja dengan menjamin kehidupan rakyatnya baik sandang, pangan, papan, kesehatan dan keamanan, sudah barang tentu rakyat akan patuh dengan imbauan pemerintah. Tapi nyatanya hidup rakyat yang sudah sulit ditambah dengan dibatasi geraknya oleh kebijakan yang malah makin membuat rakyat tambah sulit. Ini membuktikan bahwa pemerintah tidak mau tahu akan kesulitan rakyatnya. Memang di beberapa daerah, pemerintah membagi-bagikan sembako bagi rakyat, akan tetapi apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya? Sementara di beberapa daerah diberitakan adanya  warga yang karena kelaparan hingga meninggal. Di mana tanggung jawab pemerintah?

Ke semuanya wajar terjadi jika pemerintah masih mempertahankan sistem kufur yang lebih mengedepankan keuntungan pribadi daripada rakyatnya. Hanya kesengsaraan yang akan didapat oleh rakyat dengan sistem ini. Ibarat pungguk merindukan bulan, seperti itu pula lah harapan rakyat pada pemerintah saat ini. Bukannya mendapatkan perlindungan, rakyat malah dibiarkan menderita sendiri tanpa ayoman pemerintah. 

Sejatinya, setiap musibah atau bencana merupakan qadha dari Allah yang harus diterima dengan ikhlas oleh setiap mukmin. Karena hanya Allah lah yang dapat mengangkatnya. Maka dari itu, kita harus segera meminta ampunan dan bertaubat  setelah itu, diperlukan peran pemerintah yang tegas dalam menerapkan kebijakan terkait Corona agar rakyat tidak bingung.

Seperti kebijakan Rasulullah saw. dulu ketika wabah melanda negeri. Isolasi atau lockdown diberlakukan, saat terjadi wabah penyakit menular di suatu wilayah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi penularan penyakit. 

Seperti dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan kembali ke tempat itu .” (HR. Bukhari) 

Bila pemerintah mau menerapkan lockdown seperti contoh Rasulullah ini, disertai dengan memenuhi kebutuhan rakyatnya selama lockdown, tentunya wabah Corona ini akan segera berakhir dan aktivitas ibadah kita ditingkatkan maka keberkahan hidup akan kita raih.

Wallahu a'lam bi ash shawab.
 
Top