Oleh : Hj. Yeni

Al-Quran adalah mukjizat Nabi Muhammad saw. Yang paling istimewa. Kemukjizatannya tidak terbatas ruang dan waktu, kemukjiztan al-quran masih berlaku sampai sekarang meski Rasulullah saw sebagai pembawanya telah lama wafat. Allah berfirman ;” Sungguh Kamilah yang telah menurukan al-quran. Sungguh Kami pula yang menjadi penjaganya”(QS.al-Hijr{15}:19).

Bagi kaum muslimin wajiblah selalu berinteraksi dengan al-quran agar kita selalu berada dijalan yang lurus, dengan al-quran kita akan meraih kejayaan dan kesuksesan di dunia dan akherat. Nabi Muhammad bersabda: “ siapa saja yang mengharapkan cinta Allah dan Rasulnya hendaklah membaca al-quran. (HR.Ibnu Adi,Abu Nu’aim dan al-baihaqi). Siapa saja yang mencintai al-quran pasti mencintai Allah dan RasulNya. Bukti mencintai al-quran adalah berusaha memahami, merenungi dan memikirkan makna-maknanya serta mengamalkannya.

Allah SWT dengan gamblang menjelaskan bahwa al-quran adalah petunjuk (al huda ) bagi manusia. Al-Quran bukan hanya sekedar bacaan tetapi merupakan petunjuk, rahmat, obat dan cahaya bagi umat manusia yang ingin selamat didunia dan akherat. Tetapi masih ada manusia yang mencari jalan selain dari al-quran mereka tidak mau mengimaninya, menolak isi dan aturan yang ada didalamnya bahkan mengatakan bahwa al-quran mengekang kebebasan (HAM). Tindakan mereka jelas merupakan Tindakan lancang kepada Allah Dan RasulNya. Dan jelas perilaku seperti itu perilaku yang mencampakan al-quran.

Mencampakan al-quran (Hajr al-Qu’ran) adalah dosa besar dan Allah mencela orang orang yang berprilaku demikian. Tidak mau mendengarkan dan memperhatikan al-qur’an, mengimani tetapi tidak mau mempelajarinya, sering membaca tapi tidak mentadaburinya, memahami tapi tidak mau mengamalkannya dan tidak menjadikan al-qur’an sebagai sumber aturan dan hukum untuk mengatur kehidupan. Mencari ketenangan dan menyelesaikan masalah bukan dari al-qu’an itu semua adalah perilaku Hajr Al-Qur’an.

Tindakan mencampakan al-qur’an akan menjadikan pelakunya tenggelam dalam lumpur kesesatan yang nyata (QS.an-Nisa{4}:60), dadanya sempit dan sesak meskipun sudah memiliki harta yang melimpah (QS.al-an’am{6}:125). Dia terkekang dalam kehidupan yang sempit dan sulit dan kelak akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan buta ( Thaha {20}:124). Mata hatinya buta sehingga tidak memahami kebenaran (QS.Al-Hajj{22}:46).

Tindakannya zolim dan hina (QS. As-sajadah{32}22). Setan menjadi temen setianya dan selalu menyertainya dalam setiap gerak geriknya ((QS.Az-Zukhruf{43}:36). Allah jadikan lupa terhadap dirinya sendiri sehingga dia tergolong kedalam barisan orang–orang fasik (QS. Al-Hasyr{59}:19). Itulah bahayanya dari Tindakan yang mencampakan Al-Qur,an.

Oleh karena itu wajiblah kita untuk mengamalkan Al-Qur’an. Jadilah ahlul Qur’an yaitu orang yang memahami Al-Qur’an dan mengamalkan Al-Qur’an walaupun ia tidak menghapalkannya sebaliknya orang yang menghapal al-Qur’an namun tidak memahami dan mengamalkan kandungannya (walupun sangat memperhatikan pengucapan dalam huruf-hurufnya) tidak layak menyandang predikat sebagai Ahlul Qur’an (ibnu al-Qayyim,Zad al-Ma’ad,1/338).

Ramadhan adalah bulan al-qur’an momentum untuk membumikan al-qur’an dengan cara mengamalkan seluruh isi al-qur’an sekaligus berhukum pada al-qur’an sebagai wujud nyata ketaqwaan kepada Allah SWT yang akan menghasilkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Allah SWT berfirman : “ Andai penduduk negri -negri beriman dan bertaqwa, pasti kami akan menurunkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi . akan tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat kami). Karena itu kami menyiksa mereka karena apa yang mereka perbuat itu ( TQS.al-A’raf{7}:96).

“ Kami menurunkan Al-Qur’an adalah sebagai obat dan rahmat bagi kaum Mukmin. Tidak bertambah bagi kaum yang zolim itu sebagai kerugian (TQS. Al-Isra’ {17}:82).
 
Top