Oleh : Nur Ilmi Hidayah
Guru Bimbingan Konseling, Member AMK

Seiring berjalannya waktu dan zaman yang semakin berkembang, serta terjadi perubahan pada tingkah laku dan perilaku manusia berubah dari masa ke masa. Begitu pula hal ini turut merubah perkembangan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Sistem pendidikan adalah strategi atau metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.

Pendidikan adalah usaha sadar dan berencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (BPKM.go.id, 2006)

Dampak revolusi industri 4.0 terhadap pendidikan di Indonesia pada era modern ini, informasi dan teknologi memengaruhi aktivitas sekolah dan sangat masif. Informasi dan pengetahuan baru menyebar dengan mudah dan aksesibel bagi siapa saja yang membutuhkannya. Pendidikan mengalami derupsi yang sangat hebat. Dimana akan datang, peran guru dan kehadiran guru di ruang kelas akan semakin menantang dan membutuhkan kreativitas yang sangat tinggi.

Industri 4.0 adalah nama tren sistem otomatisasi industri, dimana terdapat pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber fisik, internet untuk segala aktivitas, komputasi dan aktivitas lain berbasis jaringan.

Di era revolusi industri 4.0 memberikan banyak peluang sekaligus tantangan yang berbeda dari masa-masa sebelumnya. Adanya era revolusi industri 4.0 sangat berpengaruh pada pendidikan. Generasi saat ini  banyak dijumpai generasi SD, SMP dan SMA telah menggunakan gadget. Ini termasuk dampak revolusi industri 4.0. belum lagi jika menyalahgunakan fungsi gadget, seperti main game online, menonton hal-hal yang tidak sewajarnya. Dari sini sudah terlihat bahwa era revolusi industri 4.0 sangat berpengaruh pada pendidikan terutama pada pelajar.

Pendidikan dan pembelajaran yang syarat dengan muatan pengetahuan mengesampingkan muatan sikap dan keterampilan sebagaimana saat ini terimplementasi, akan menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berkompetisi dengan mesin. Pendidikan membutuhkan gerakan untuk merespon era revolusi industri 4.0. Salah satu gerakan yang dicanangkan.

Ketika rezim penguasa sangat serius turut mensukseskan agenda revolusi industri 4.0. Padahal, agenda ini merupakan strategi untuk mempercepat pencapaian liberalisasi ekonomi dunia. Sementara agenda liberalisasi ekonomi adalah instrumen penjajahan gaya baru negara-negara adidaya.

Yang ditakutkan para penguasa penjaga kepentingan kapitalisme global. Hadirnya pemahaman Islam kafah di tengah umat dipastikan akan membangun ghirah (semangat) kebangkitan melawan penjajahan. Para penguasa akan terus berupaya menyingkirkan peran Islam dari kehidupan.

Oleh karenanya, umat semestinya waspada bahwa agenda sekularisasi pendidikan hakikatnya adalah untuk memutuskan penjajahan. Umat pun harus waspada bahwa dengan gencarnya arus sekularisasi ini, generasi bangsa akan kian kehilangan pegangan, karena mereka makin dijauhkan dari Islam yang justru menjadi kunci kebangkitan.

Umat pun harus diingatkan bahwa sejarah peradaban dunia benar-benar telah mencatat kesuksesan sistem Islam yakni profil generasi terbaik. Yakni generasi emas penakluk dunia yang menebar rahmat bagi seluruh alam.

Generasi emas Islam ini diketahui memiliki karakter yang sangat agung, yang dikenal dengan kepribadian Islam (syakhsiyah Islamiyyah). Kepribadian Islam ini dampak dari pola pikir sikap yang selalu bersandar pada akidah Islam yang sesuai dengan akal yang menentramkan jiwa.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk teknologi infrastruktur, transportasi, navigasi, persenjataan, dan kesehatan, semua lahir dari unggulnya kepribadian Islam yang ditanamkan lewat sistem pendidikan yang diterapkan di negara berasaskan Islam.

Di masa Islam kafah tegak, umat tampil menjadi pioner peradaban. Dan di saat yang sama, generasi tampil sebagai prototipe generasi terbaik, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 110, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah Swt.”

Begitu pun berbagai kebijakan yang menjadi derivasi sekularisme harus dicampakkan, karena terbukti telah melahirkan berbagai kekacauan dan menjauhkan bangsa ini dari tujuan yang mulia.

Hanya dengan paradigma Ilahiah sebagai asasnya dan dengan sistem pengaturan yang terpancar, kebijakan pendidikan dipastikan mengarah pada tujuan ideal yang diharapkan.

Wallaahu a’lam bishshawwaab.
 
Top