"Assalamu'alaikum Nela, nanti kita pergi ngaji bareng ya? Seperti biasa, aku tunggu kamu di gerbang kampus jam 16.00 WIB... See you!"

Waktu sudah menunjukkan jam 14.00 WIB, namun pesan WhatsApp Tia belum juga dibaca Nela.Tak seperti biasanya, Nela selalu cepat merespon pesan dari Tia, apalagi jika berhubungan dengan kajian.

"Udah jam 16.00 WIB, kok Nela belum datang ya? Biasa nya selalu datang tepat waktu. Ada apa ya? Atau jangan-jangan... " gumam Tia dalam hati.

Persahabatan Tia dan Nela diawali dengan pertemuannya dalam salah satu organisasi dakwah di kampusnya. mereka sama-sama aktif dan tidak pernah absen dalam menjalankan amanah-amanah dakwah. Jika salah satu futur, maka yang lain akan memberi motivasi.

Namun, keadaan mulai tak seperti biasanya. Nela mulai menjaga jarak dari Tia, dan sering absen mengikuti kajian. Namun, Tia mulai berfikir yang tidak-tidak tentang Nela.

Sepulang kuliah, Tia sengaja mampir di kos Nela mencari tahu alasan Nela tidak datang kajian. untung Nela ada dikosnya.

"Nel, kemaren kok gak datang kajian,? " Tia memulai percakapan.

Aku lagi kejar target kerjain tugas Tia. "Jawab Nela singkat.

kok kamu gak seperti biasanya Nel, biasanya kamu gak pernah ninggalin kajian demi tugas. Biasanya kamu gak pernah menjadikan tugas sebagai penghalang.

Iya, tapi sekarang udah beda Tia.

***

Satu Minggu kemudian, Tia pergi menghadiri kajian sendiri. Tanpa mengajak Nela untuk pergi bareng.

Tia, Nela gak datang lagi ya? Kamu tau alasan Nela kemaren gak datang? "Tanya Kakak mentoring Tia dan Nela.

Mm.. kemaren katanya dia sibuk bikin tugas kak. Pesan whatsApp ku jarang dibalasnya kak." Jawab Tia.

Coba nanti Tia datangi lagi Nela ke kos nya ya, tolong tanya apa masalahnya.

Tia mencoba lagi untuk datang kekos Nela. Namun Nela tidak berada di kosnya. Untung kakak sekamarnya ada.

"Kak, kakak tau Nela kemana?"
Kurang tau juga dek, mungkin dia pergi kerja kali dek. Kemaren Nela mau coba kerja part time katanya. " Jawab kakak kos Nela.

Tia bergumam lagi dalam hati. Ia tak menyangka Nela berani meninggalkan kajian lebih dari satu kali dengan alasan yang tidak syar'i.

"Mm Nela kenapa ya? Kok dia menjadikan tugas sebagai penghalang dia kajian? Dulu dia juga pernah cerita kalau aktivitasnya cuma untuk kuliah dan dakwah saja, tapi sekarang kok milih untuk part time? Atau jangan-jangan Nela, udah terpengaruh dengan teman-temannya yang lain? Sepertinya Nela sudah mulai mengejar dunia, aku kecewa sama kamu Nel."gumam Tia dengan berbagai prasangka.

 Tia mulai berprasangka buruk sama Nela, sementara Nela semakin menutup dirinya. Bahkan Nela tak hanya menjauhi Tia, ia juga menjauhi semua teman-teman di organisasi dakwah yang telah mempertemukan mereka.

***

Dua bulan kemudian,
Hei Tia, kamu apa kabar? Oya, kamu udah dengar kabar kalau ayah Nela meninggal dunia? Tia berpapasan jalan dengan kakak kos Nela saat menuju kampus.

Innalillaahi wa Inna ilaihi Raji'un. Belum tau kak, kapan kak?

Udah seminggu yang lalu dek. Ayah Nela memang udah 3 bulan ini sakit keras. Makanya Nela milih untuk part time, untuk memenuhi biaya hidupnya. Penghasilan ibunya dipakai untuk berobat ayahnya.

Astaghfirullah, Kenapa Nela gak bilang sama aku kalau ayahnya sakit? 

kurang tau kak dek, nanti coba temui aja langsung ke kos ya, katanya dia mau balik hari ini.

Iya terimakasih informasinya ya kak."

Sore harinya, Tia mencoba datang ke kos Nela. Alhamdulillah, Nela sudah berada dikosnya. Lalu Tia mengajak Nela, pergi berbicara keluar dengannya.

"Nel, aku turut berduka cita ya atas kepergian Ayah kamu.

Iya Tia, maaf ya, aku gak bilang-bilang sama kamu.

Boleh kita pergi keluar sebentar? Aku mau bicara sama kamu.

Mm tunggu bentar ya."

Mereka pergi ke taman dekat kos Nela. Mereka bercerita tentang masalah yang dialami oleh Nela.

Tia maafin aku ya, akhir-akhir ini aku berubah. Aku tiba-tiba tertutup sama kamu, aku gak cerita keadaan aku yang sebenarnya. Aku udah ninggalin kajian dan menjauh dari akhwat semua. "Nela mengawali pembicaraan.

Iya Nel,tapi kenapa kamu tiba-tiba tertutup seperti itu? Kalau kamu cerita, Tentu aku gak akan mikir yang tidak-tidak sama kamu.
Aku terkejut mendengar berita ayah dikampung lagi sakit keras. Biaya rumah sakit lumayan mahal. Sementara ibuku cuma jualan gorengan. Sementara adik-adikku juga sekolah. Ibuku bilang untuk berhenti aja kuliah dulu atau boleh tetap kuliah tapi tanpa biaya dari ibu. Makanya aku coba untuk kerja part time. "curhat Nela.

Ya Allah Nel, kamu yang sabar ya. Sesungguhnya Allah memberi ujian sesuai dengan kesanggupan hambanya. Tapi kita tidak boleh larut dalam masalah pribadi ya Nel, sehingga membuat kita meninggalkan kajian. Oya, kamu masih mau ngaji lagi kan?

Insya Allah Tia, aku juga sadar. Masalah tidak akan selesai dengan kita menjauh dari Allah dan mencoba meninggalkan aktivitas dakwah. Sebaliknya kita harus semakin dekat dengan Allah. Selama ini tanpa mengikuti kajian, hidupku menjadi gersang.

Alhamdulillah, maafin aku juga ya Nel, aku udah berprasangka buruk juga kepada kamu disaat kamu lagi ada masalah seperti ini. Aku bukan sahabat yang baik buat kamu.

Jangan bicara seperti itu Tia, kamu gak salah apa-apa kok. Aku yang salah gak mau cerita sama kamu. Kita saling memaafkan aja ya!

Akhirnya mereka saling berpelukan dan minta maaf.
 
Top