Oleh : Sherly Agustina, M.Ag
(Revowriter Waringin Kurung)


"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (TQS. al-Baqarah : 183)

Ramadan bulan yang dinanti kini sudah hadir, dengan segala keistimewaan yang dimiliki utusan dari Sang Illahi. Walau di tengah pandemi, umat Islam tetap menyambut dengan senang hati. Berusaha menghibur diri menjadikan Ramadan pelipur lara hati, fokus mendekat dan taat kepada Illahi Rabbi Dzat pengggenggam langit dan bumi beserta isinya.

Ya, umat Islam sedang berusaha khusyuk meminta, mengadu dan bergantung kepada Allah atas semua yang sedang dialami saat ini. Musibah ini dari Allah maka kembali kepada Allah untuk memohon solusi yang terbaik. Dari kehidupan yang sempit, virus yang terus menyebar, korban yang terus bertambah, krisis yang menjangkiti dan semua masalah yang menerpa negeri ini.

Sadar tugas sebagai hamba hanya patuh dan taat pada aturan-Nya bukan yang lain. Karena taat ini adalah hal pertama yang harus dilakukan ketika predikat takwa ingin diraih, sebagaimana tujuan puasa di akhir ayat QS. al-Baqarah ayat 2, "...la'allakum tattaquun" (agar kamu bertakwa).

Ta'at adalah patuh pada perintah Allah dan berusaha menjauhi larangan-Nya. Jika Allah mewajibkan puasa sebagaimana firman-Nya di dalam QS. al-Baqarah ayat 2, maka sebagai hamba-Nya yang beriman melaksanakan perintah-Nya, kecuali ada uzur syar'i yang membolehkan tidak berpuasa, misalnya sakit parah atau sedang dalam perjalanan.

Dan menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya yang diperintahkan, termasuk menerapkan aturan Allah Swt. Bulan Ramadan menjadi bulan totalitas taat karena di bulan ini penuh berkah dan pahala berlipat. Berharap semua amalan dan ibadah di bulan ini diterima oleh Allah Swt. Aktivitas taat ini dibarengi dengan totalitas taubat agar Allah mengampuni dosa bukan hanya aspek individu tapi juga kolektif dalam konteks negara. Firman Allah Swt. :

"Wahai orang-orang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sesungguhnya…” (TQS. at-Tahrim : 8)

Dan sabda Rasul saw. :

Artinya: "Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari Muslim)

Taat dan taubat yang dilakukan semoga membawa pada predikat takwa. Jika predikat takwa sudah diraih maka Allah akan berikan jalan keluar atas semua permasalahan.

"... Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (TQS. at-Talaq : 2)

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (TQS.  at-Talaq : 3)

Takwa yang dibutuhkan saat ini sebagai syarat Allah akan memberi jalan keluar terutama masalah pandemi saat ini. Ketika Allah menguji bahkan menegur seharusnya manusia tambah dekat dan taat kepada Allah bukan sebaliknya menjauh dan lebih jauh lagi. Allah yang memberi musibah ini, maka tidak mungkin Allah tidak memberi solusi.

Makhluk mungil ini Allah yang mengirimkan ke muka bumi, ada maksud mengapa Allah memerintahkannya. Mungkin agar manusia beserah diri hanya pada-Nya, mungkin selama ini manusia terlalu menjauh dari-Nya, mungkin selama ini manusia lalai dari peringatan-Nya dan mungkin manusia merasa sombong dengan aturan yang dibuatnya.

Taubat sebenar-benar taubat ialah segera menerapkan aturan Allah secara kafah, karena kemaksiatan terbesar saat ini adalah tidak menerapkan aturan Allah Swt. Jika ini segera dilakukan semoga Allah segera menolong hamba-Nya dengan memberikan solusi dari arah mana saja yang tak pernah diduga. Maka, mari Ramadan ini dijadikan sebagai sarana totalitas taat dan taubat sehingga predikat takwa bisa diraih dan Allah berikan solusi atas permasalahan yang menimpa negeri ini.

Allahu A'lam Bi Ash Shawab.
 
Top