Oleh : Ria
(Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah)


Tahun ini, Ramadan datang tak seperti biasanya. Ramadan tahun ini datang tepat ketika dunia sedang mengalami pandemi global karena virus corona. Sukacita menyambut ramadan tentunya akan sedikit berbeda tahun ini, karena pandemi yang melanda sedikit banyak berpengaruh pada masyarakat, masih dalam masa karantina, kesedihan dan kepiluan, social distancing yang berefek pada ketentuan berkumpul dalam salat tarawih pada malam-malam Ramadan. Tentu ini membuat hati kaum muslimin terasa berat dan pilu. Namun, inilah momen untuk bermuhasabah, mengapa pandemi ini terjadi. Wabah yang sudah menyebar ke-93 negara juga mengancam sektor ekonomi. Banyak keluarga kehilangan pendapatan, aktivitas perekonomian terancam lumpuh. Sejumlah perusahaan menghentikan usahanya, ada yang sementara waktu, bahkan ada juga yang bangkrut.

Pandemi Covid-19 memikul banyak sektor usaha manufakturing, wisata, restoran,  perhotelan, transportasi, dan lain-lain. Banyak juga perusahaan menghentikan usahanya, karena khawatir penyebaran virus corona. Mereka akhirnya merumahkan para pekerja. Bahkan banyak mem-PHK para karyawannya. Di tanah air, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, B. Satrio Lelono mencatat, jumlah pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan mencapai 2,8 juta. Lonjakan PHK dan pekerja dirumahkan adalah dampak ekonomi akibat pandemi Virus corona.

Berdasarkan data komentar, 212.394 pekerja dari sektor formal terkena PHK. Pekerja formal yang dirumahkan sebanyak 1.205.191 orang. Dari sektor non formal, Kemenaker mencatat 282 ribu orang tak memiliki penghasilan. Angka di atas bisa jadi lebih sedikit dibandingkan jumlah sebenarnya. Pasalnya, di tanah air banyak warga yang bekerja di sektor informal, seperti pedagang kaki lima, pedangang keliling, dan sebagainya.

Pandemi Covid-19 memang membuat perekonomian warga terpukul jatuh. Warga kesulitan mencari nafkah, terbelit utang, serta terancam kelaparan. Mereka yang semula punya mata pencaharian menjadi terjepit, yang sudah sulit makin sulit. Kondisi yang dihadapi umat saat ini persis sebagaimana yang diingatkan Allah Swt. :

"Sungguh akan Kami uji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan serta kekurangan harta, jiwa dan buah buahan. Karena itu gembirakanlah orang-orang yang sabar." (QS. al-Baqarah : 155)

Allah Swt. berkehendak menguji mereka dengan ragam musibah. Rasulullah saw. juga menegaskan :

"Perumpamaan seorang mukmin, bagaikan pohon yang selaluh diterpa angin yang mengguncangkan dirinya. Seorang mukmin akan senantiasa ditimpa dengan ujian." (HR. Mutafaq'alaih)

Meskipun demikian, Allah Swt. tidak akan membiarkan hamba-Nya didera ujian musibah tanpa tuntunan. Allah Swt. mengajari hamba-Nya untuk senantiasa sabar dan akan mendapatkan petunjuk dan rahmat Allah Swt. (QS. al-Baqarah : 157). Kesabaran adalah sebagian tanda ketakwaan hamba kepada Tuhannya (QS. al-Baqarah : 177).

Ramadan tahun ini, haruslah menjadi momen muhasabah diri, mengapa musibah demi musibah tak berkesudahan. Ramadan tahun ini, haruslah menjadi titik tolak perubahan diri dan juga umat, untuk kembali ke jalan ilahi, dengan bertaubat dan kembali menerapkan hukum-hukum Sang Pencipta. Ramadan tahun ini, harusnya menjadi akhir dari kearogansian sistem buatan manusia yaitu kapitalisme yang rusak dan merusak. Termasuk ketika saat ini, ketika musibah menimpa manusia secara global. Bukan hanya wabah, tapi efek ekonomi yang membuat rakyat kecil di dunia kelaparan. Kezaliman penguasa pengabdi kapitalis dipertontonkan. Insyaallah semua keburukan ini akan segera berlalu. Kita harus optimis bahwa kezaliman penguasa antek dan tuan kapitalisnya akan berbalik kepada mereka. Musibah global ini justru menjadi awal dari keruntuhan peradaban kapitalisme. Sedangkan janji kemenangan dari Allah akan segera datang. Fajar khilafah, peradaban Islam yang memimpin dunia akan segera terbit, insyaallah. Ramadan tahun ini, haruslah menjadi akhir dari tiadanya khilafah di muka bumi. Biidznillah. Semoga Allah Swt. segera mengangkat wabah ini dari negeri-negeri kaum muslim, menyelamatkan umat Muhammad saw., menghilangkan para pemimpin zalim serta bersegera mengganti mereka dan sungguh-sungguh berkhidmat mengurus umat dengan menerapkan syariah-Nya.

Wallahu  a'lam bishshawab.
 
Top