Oleh: Titin Sopiah,  S.Pd. 
Muslimah Revowriter 

Sungguh perbuatan yang tidak patut ada di tengah penduduk mayoritas muslim, terjadi penghinaan terhadap Rasulullah berupa Selebaran berisi kalimat-kalimat kasar dan menghina Nabi Muhammad serta TNI-Polri membuat geger warga Kabupaten Subang, Jawa Barat. Polisi turun tangan menyelidiki kasus tersebut.
Selebaran tersebut diunggah pemilik akun Facebook Beat Hawk's A ke salah satu grup Seputar Subang pada Selasa (17/3) kemarin. Pemilik akun itu mengunggah dua foto yang salah satunya kertas berisi kalimat-kalimat kasar. (detik.co.id, 18/03/2020)

lagi-lagi terjadi penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Ini bukanlah kasus pertama kali terjadi. Hari ini banyak orang-orang yang berani menghina Nabi Muhammad saw. Baik dalam bentuk pernyataan, karikatur dan tulisan/selebaran.

Sebagai umat Islam kita wajib mengimani kenabian dan kerasulan beliau. Seorang muslim juga wajib meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah penutup para nabi, tidak ada nabi dan rasul setelahnya sampai hari kiamat nanti.  Sebagaimana firman Allah Swt Dalam QS. al-Ahzab ayat 40

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian. Dia adalah rasulullah dan penutup nabi-nabi. Allah Maha Tahu segala sesuatu."

Baik muslim ataupun bukan, kita tidak boleh menghina agama termasuk di dalamnya adalah menghina rasul dan ajaran yang dibawanya. Sebab beliau adalah utusan Allah yang menyampaikan risalah-Nya, sehingga sampai kepada kita.

Penghinaan terhadap nabi terus saja berulang. Inilah menjadi pertanyaan besar, kenapa? Problem yang menimpa umat sudah menjangkau ke seluruh aspek, sisi dan lini kehidupan, termasuk masalah penjagaan dan pemeliharaan akidah Islam.

Dalam ajaran Islam, orang yang menghina nabi hukumannya adalah hukuman mati. Sehingga membuat jera pelakunya.  Penghinaan pernah terjadi pada masa Rasulullah saw.

"Ada seorang wanita yahudi yang menghina nabi dan mencela beliau. Kemudian orang ini dicekik oleh seorang sahabat sampai mati. Namun Nabi saw. Menggugurkan hukuman apapun darinya." (HR.  Abu Daud)

Hari ini, hukum-hukum Islam tidak dijalankan dengan sempurna. Maka kasus-kasus seperti ini akan berulang.  Dalam sistem kapitalis-sekuler tidaklah mungkin hukum-hukum Islam bisa dijalankan dengan sempurna.

Agar tidak ada lagi penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw.  Maka harus ada penerapan aturan Islam dalam sebuah institusi negara. Tidak cukup dijalankan oleh seorang individu dan kelompok saja. Hal itu karena Islam mengatur masalah akidah, ibadah,  muamalah termasuk di dalamnya sistem persanksian. Islam harus diterapkan secara sempurna dalam bingkai khilafah Islamiyah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Fungsi seorang khalifah sebagai perisai dan pengatur urusan umat. Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top