Oleh: Lailah Al Barokah
Ibu Rumah Tangga

Jumlah pasien positif virus Corona (Covid-19) dari data baru pemerintah pada Rabu (8/4/2020) kemarin nyaris menyentuh angka 3 ribu kasus. Tercatat, ada penambahan pasien positif sebanyak 218 sehingga totalnya mencapai 2.956 orang. Selain itu, angka kematian akibat penularan Covid-19 juga bertambah. Tercatat ada 19 kasus kematian sehingga total pasien yang meninggal berjumlah 240 orang. Selanjutnya, pasien yang dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19 bertambah 18 orang. Sehingga, total pasien sembuh berjumlah 220 orang. Dikutip dari laman suara.com. (Kamis 9/4/2020).

Penambahan kasus virus Corona di seluruh dunia masih terus terjadi tidak terkecuali di Indonesia. Sebagai bentuk pencegahan penyebaran wabah virus Corona (Covid-19), Kantor SAR Bandung membagikan cairan disinfektan secara gratis bagi masyarakat khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Cileunyi, Rancakek, Cicalengka, Nagreg (Kabupaten Bandung) dan Kecamatan Jatinangor serta Cimanggung, (Kabupaten Sumedang).

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Basarnas terhadap masyarakat mengingat wabah Covid-19 yang kian meresahkan masyarakat. Hal ini dilansir dari laman situs dara.co.id  (Kamis/2/4/2020).

Kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian Basarnas terhadap masyarakat akibat wabah Covid-19 yang kian hari semakin meresahkan. Semua itu dilakukan berlandaskan kemanusiaan, karenanya dilakukan dengan sukarela dan  tanpa pamrih kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.

Kegiatan tersebut perlu diapresiasi, dan semestinya diikuti oleh seluruh jajaran pengayom negeri. Sebagai pihak yang bertanggungjawab penuh akan urusan rakyatnya, sudah sepatutnya menyediakan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih ketika masyarakat terkena wabah seperti saat ini. Karena kejadian ini sudah menjadi pandemi, maka penanganannya juga harus luar biasa. Namun sayangnya pemerintah seolah gagap menghadapi ini. Ketika negara-negara lain sudah 'full alert' menangani wabah Covid-19 ini, tapi para pengayom negeri ini nampak tidak serius. Ketidakseriusan ini terlihat jelas dari ketidaksiapan negara saat situasinya tereskalasi dengan sangat cepat.

Jika diamati,  pemerintah Indonesia nampak ada keraguan dalam setiap kebijakan yang diputuskan. Hal ini diperparah dengan penanganan kasus di lapangan yang dipandang tidak memadai, mulai dari lemahnya perlindungan data pribadi korban, buruknya komunikasi publik, hingga minimnya kesiapan teknis dan medis mulai dari alat test, APD, hingga kapasitas rumah sakit dan mekanisme pendataan kontak. Singkatnya, kapasitas pemerintah dalam menangani krisis ini sungguh dipertanyakan. Negara saat ini lalai, membiarkan masyarakat terkena wabah, tanpa memperhatikan kebutuhan pokoknya.

Harusnya pemerintah serius melindungi warganya dari ancaman virus Corona. Sebagai pemimpin negara yang mayoritas penduduknya muslim, pemerintah seharusnya melirik bagaimana Islam mengatasi wabah penyakit menular. Islam memiliki seperangkat solusi dalam mengatasi wabah pandemi. Islam selalu menunjukan keunggulannya sebagai agama sekaligus ideologi yang lengkap yang mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk bidang kesehatan.

Dalam Islam, kesehatan dan keamanan disejajarkan dengan kebutuhan pangan. Ini menunjukan bahwa kesehatan dan keamanan statusnya sama sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Pelayanan kesehatan berkualitas hanya bisa direalisasikan jika didukung dengan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai serta sumber daya manusia yang profesional dan kompeten. Penyediaan semua itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban negara. Karenanya, negara wajib membangun berbagai rumah sakit, klinik, laboratorium medis, apotik, sekolah kedokteran, apoteker, perawat, bidan serta sekolah kesehatan lainnya yang menghasilkan tenaga medis yang kompeten .

Pelayanan kesehatan tersebut semestinya diberikan secara gratis kepada rakyat baik kaya ataupun miskin tanpa diskriminasi baik agama, suku, warna kulit dan sebagainya, sebagai bentuk pengayoman penguasa terhadap rakyatnya. Adapun pembiayaan  untuk semua itu diambil dari kas Baitul Mal, baik dari pos harta milik negara maupun milik umum.

Dengan demikian, apabila terjadi kasus wabah penyakit menular dapat dipastikan negara dengan sigap akan membangun rumah sakit untuk mengkarantina penderita, atau membangun tempat karantina darurat. Serta mendatangkan bantuan tenaga medis yang handal dan profesional untuk membantu agar wabah segera teratasi.

Dalam sejarah, wabah penyakit menular sudah terjadi pada masa Rasulullah saw. Wabah tersebut adalah kusta yang menular dan mematikan dan belum ada obatnya. Untuk mengatasi wabah tersebut salah satu upaya Rasulullah adalah dengan menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita. Ketika itu Rasul memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat para penderita kusta tersebut.

Dengan demikian, metode karantina telah diterapkan sejak zaman Rasulullah untuk mencegah wabah penyakit semakin menyebar ke wilayah lain. Untuk memastikan perintah tersebut terlihat, Rasulullah membangun tembok di sekitar daerah wabah. Beliau memperingatkan umatnya untuk jangan mendekati wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya, jika sedang berada di tempat yang terkena wabah, mereka dilarang untuk keluar. Beliau bersabda:

“Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah tersebut. Sebaliknya jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu” (HR. Al-Bukhari)

Dari hadits tersebut jelas sudah bahwa  negara Khilafah akan menerapkan kebijakan karantina dan isolasi khusus yang jauh dari pemukiman penduduk apabila terjadi wabah penyakit menular. Ketika diisolasi, penderita diperiksa secara detail. Lalu dilakukan langkah-langkah pengobatan dengan pantauan ketat. Selama isolasi, diberikan petugas medis yang mumpuni dan mampu memberikan pengobatan yang tepat kepada penderita. Petugas tersebut akan diberikan pengamanan khusus agar tidak ikut tertular. Disisi lain pemerintah pusat tetap memberikan pasokan bahan makanan kepada masyarakat yang terisolasi.

Inilah gambaran pengaturan Islam. Tidak ada satupun  kebijakan  kepala negara yang mendzalimi rakyatnya, begitulah yang akan terjadi saat syariat Islam diberlakukan. Kesejahteraan dan pengayoman urusan rakyat akan terlaksana sempurna. Oleh karenanya sudah seharusnya umat menjadikan syariat Islam sebagai panduan dalam sendi kehidupannya dan  berjuang untuk tegaknya syariat Islam dalam bingkai khilafah, agar seluruh permasalahan umat dapat tersolusikan.
Wallahu a'lam bi ash-shawab.
 
Top