Oleh : Damayanti 
Komunitas Ibu Peduli Generasi


Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepala daerah tak mengambil kebijakan karantina wilayah (lockdown) dalam mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19). Ia mengatakan karantina wilayah adalah penghentian total seluruh aktivitas mulai dari kegiatan hingga akses transportasi umum.

"Jadi tidak dalam bentuk keputusan besar, misalnya karantina wilayah dalam cakupan yang besar atau yang sering dipakai lockdown. Lockdown itu apa sih? Karena harus sama (pemahamannya)," kata Jokowi usai meninjau RS Darurat Penanganan Covid-19 Pulau Galang, Kepulauan Riau, Rabu (1/4). -CNN

"Lockdown itu orang enggak boleh keluar rumah, transportasi berhenti, baik bus, kendaraan pribadi, sepeda motor, kereta api, pesawat, kegiatan kantor, semuanya dihentikan," lanjut Jokowi.

"Kita ingin tetap aktivitas ekonomi ada, tapi masyarakat kita semua harus jaga jarak aman, social distancing, physical distancing itu yang paling penting," sambungnya.(CNN Indonesia)

Kebijakan pak Presiden untuk tidak 'Lockdown' menuai kontroversi dikalangan para intelektual diantaranya, lewat tulisan Ketua Dewan Pengurus LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial)
Didik J. Rachbini dan Peneliti LP3ES Fachru Nofrian mengatakan hingga kini pemerintah terlalu angkuh untuk terus menyatakan tidak mau melakukan lockdown.

"Pemerintah dengan angkuhnya menyatakan tidak ada lockdown! Sudah begitu banyak yang memberikan saran tetapi nampaknya keras kepala, ciri kepemimpinan seolah-olah kuat, tetapi menghadapi masalah dalam manajemen yang krisis,"  tulis kedua orang ekonomi tersebut lewat keterangan yang diterima Minggu (29/3/2020).

Begitu pula dengan ekonom senior Indef Dradjad Wibowo juga pernah mengatakan lockdown harus segera dilakukan. Pemerintah harus lebih tegas untuk melakukan pencegahan penyebaran virus dibanding mempertimbangkan perekonomian.

Menurutnya, perekonomian saat ini sudah sangat tertekan karena virus corona. Penyelamatan terbaiknya adalah dengan mencegah wabah ini meluas, kalau perlu ambil langkah ekstrim untuk melakukan lockdown alias isolasi wilayah.

"Kalau mau menyelamatkan ekonomi maka harus cegah wabahnya. Justru penyelamatan ekonomi paling bagus dan terbaik adalah mencegah wabahnya, salah satunya lockdown," ungkap Dradjad lewat diskusi teleconference Indef, Selasa (24/3/2020). Detik Finance

Meski demikian, mereka tidak bisa mengambil langkah apapun terhadap kasus ini. Empat bulan telah berlalu namun belum terlihat tanda-tanda wabah covid-9 ini berakhir bahkan kondisi dunia semakin memburuk, menjadi bukti bagi kita bahwa sistem kapitalisme menghasilkan keburukan.

 Begitu menyakitkan hidup dalam pengurusan penguasa sistem kapitalisme. Penguasa yang abai, minim solusi, serta tak segera mengambil sikap untuk melindungi nyawa rakyatnya   Jika tidak mati secara perlahan karena segala kebijakan liberalnya, mati secara langsung karena salah dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh, tidak melakukan lockdown di tengah wabah virus yang makin merebak. Dengan kebijakannya hanya dilihat dari segi untung rugi serta menutup diri dari suara dan jeritan rakyatnya. Malah ambil langkah masih menerima kunjungan warga asing.

Islam memandang bahwa konsep lockdown yang syar'i hanya akan bisa diterapkan secara benar oleh negara yang berfungsi secara benar yakni, Negara yang melaksanakan Syariat Islam secara total dalam wujud sistem kehidupan Islam dan fungsi negara yaitu memelihara urusan rakyat dan sebagai pelindung dari segala keburukan. Urusan rakyat menjadi nomor satu bukan dilihat dari untung ruginya.

Dalam sejarah, wabah penyakit menular pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam. Wabah itu ialah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Untuk mengatasi wabah tersebut, salah satu upaya Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam adalah menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita. Ketika itu Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat para penderita kusta tersebut. Beliau bersabda:*

‏ لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ

*Janganlah kalian terus-menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta (HR al-Bukhari).

إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ [يعني : الطاعون] بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه 

روى البخاري (5739) ، ومسلم (2219) 

Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya  

(HR. Bukhari & Muslim)

Kepemimpinan model ini hanya dapat diperoleh dari sistem yang bersandar ketaatan pada Allah, bukan sistem buatan manusia. Yaitu sistem Islam, dengan sistem pemerintahannya yakni Khilafah. " Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah bagaikan perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengannya," (HR Muslim).
Wallahu a'lam bishshawwab.
 
Top