Oleh : Yeni Marlina, A.Ma
Pemerhati Kebijakan Sosial dan Aktifis Muslimah

Berlalu waktu setahun, di detik-detik penghujung bulan Sya'ban menunggu datangnya bulan suci nan mulia yaitu bulan Ramadan. Bulan yang penuh keberkahan, ditunggu-tunggu serta diharap oleh segenap muslim bertaqwa diseluruh penjuru dunia. Sejak awal Islam pada masa Rasulullah saw. bersama para sahabat yang Allah meridhai mereka hingga masa kini dan bahkan sampai akhir zaman tetaplah kemulian Ramadan akan selalu ada.

Semua hari-hari, bulan dan masa adalah baik karena semua berada dalam pengaturan perputaran waktu Allah penguasa semesta. Namun Allah mengistimewakan satu bulan di antara yang lainnya, yaitu bulan Ramadan.  Kabar gembira tentang istimewanya Ramadan langsung dari Allah Swt. berbagai keutamaan dan keistimewaannya.

Apa saja keutamaan dan keistimewaan Ramadhan? Disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits, di antaranya:

1. Ada Malam Seribu Bulan

Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al-Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang juga disebut malam seribu bulan ini adalah malam yang mulia. Kita bisa mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. Hiasi malam-malam bulan Ramadan (khususnya di 10 hari terakhir) dengan lebih banyak beribadah agar bisa mendapatkan malam seribu bulan ini.  Sebagaimana yang digambarkan dalam Al-Qur'an (surat al-qadr [97]:1-5).

2. Bulan Diturunkannya Al-Qur'an

Bulan Ramadhan sungguhlah bulan yang mulia. Pada bulan ini, Al-Qur'an diturunkan. Seperti yang disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, "Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan (pembeda)."

3. Bulan Dikabulkannya Doa-Doa

Manfaatkan Ramadan kali ini dengan memanjatkan doa-doa dan harapan-harapan. Jalankan ibadah puasa dengan baik, lakukan ibadah wajib dan sunah, perbanyak bacaan Al-Qur'an. Selain bisa mendapat banyak pahala, di bulan Ramadan ini peluang doa-doa dikabulkan akan lebih besar.

4. Setiap Amal akan Dilipatgandakan Nilainya

Setiap kebaikan pasti akan diganjar pahala. Khusus di bulan Ramadan, setiap amalan dan ibadah yang kita lakukan nilai dan pahalanya akan berlipat ganda. Ditambah lagi ada banyak ibadah dan amalan istimewa yang hanya ada di bulan Ramadan, seperti salat tarawih dan memberi makan orang yang berbuka puasa, sehingga banyak amal dan ibadah yang bisa kita lakukan untuk mendapat pahala yang digandakan.

5. Bulan yang Penuh Berkah

Berkah Ramadan secara garis besar bisa dibagi tiga, yaitu 10 malam pertama yang merupakan periode penuh rahmat Allah Swt., 10 hari kedua yang berisi banyak maghfirah (ampunan), 10 hari terakhir sebagai periode pembebas manusia dari api neraka. Dengan kata lain, setiap harinya selama sebulan penuh selalu ada berkah yang bisa kita dapatkan.

Keistimewaan bulan Ramadan memang benar-benar indah, bukan? Siapa yang tidak tertambat untuk memperolehnya. Semoga kita juga bisa mendapat banyak pahala dan berkah di bulan yang mulia ini.

Ramadan Bulan Perjuangan

Berupaya untuk bisa melakukan amal terbaik di saat Ramadan tentulah tidak mudah, banyak tantangannya.

Namun dengan mengingat banyaknya berkah yang akan diperoleh, tentunya menjadi energi positif untuk menaikan semangat. Terlebih lagi di masa-masa sekarang. Ada kondisi spesial yang Allah kehendaki. Tetaplah Ramadan disambut dengan semangat di tengah wabah Covid-19 yang telah membuktikan sejak 4 bulan yang lalu betapa lemahnya manusia.  Makhluk kecil yang renik dalam ukuran nanomikro yang Allah ciptakan mampu menggentarkan dunia, sekaligus bukti ketidakmampuan manusia di negara manapun untuk segera menghalaunya.  Kenapa membutuhkan kesadaran iman? Bahwa hanya Allah yang punya kuasa memastikan kapan wabah ini akan diakhiri? Semua tergantung kehendak Allah.

Ibadah mendapatkan berkah butuh fokus konsentrasi, maka penjagaan mental, fisik dan spiritual wajib untuk dipadukan agar menjadi kekuatan utuh dalam mencapai tujuan : la'allakum tattaquun (agar menjadi orang-orang bertaqwa).  Sebagai esensi utama puasa, dalam al-Qur'an (surat al-Baqarah[2] : 183).

Rasulullah dan para sahabat mulia telah mencontohkan pesan kebaikan dalam menjalankan perjuangan sekalipun saat berpuasa, tak menggentarkan semangat.

Tiga peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadan pada masa Rasulullah saw, yaitu : Pertama, Bulan diturunkannya Al-Qur’an. Tepatnya pada tanggal 17 Ramadan 13 tahun sebelum Hijriyah nabi menerima wahyu pertama. Di saat itu nabi sangat sering berkhalwat di Gua Hira, menjauh dari manusia dan beribadah khusyu’ di sana selama beberapa hari. Hingga suatu ketika didatangi sosok yang tak pernah dikenalnya. “Bergembiralah wahai Muhammad, aku Jibril. Dan engkau adalah utusan Allah untuk umat ini,” tutur sosok malaikat itu. Kemudian Jibril menyuruh nabi membaca, nabi menjawab tidak bisa. Perintah itu sampai diulang tiga kali oleh Jibril, jawaban Nabi sama “Mâ anâ bi qarî’in, aku tidak bisa membaca.” Kemudian Jibril membacakan wahyu pertama, Surat al-'Alaq ayat 1 sampai 5.
Sungguh luar biasa sejak peristiwa ini, mulailah titik terang Rasulullah melangkah dengan pasti membawa ajaran yang benar yaitu Islam. Langkah awal perjuangan dengan memulai menyampaikan dakwah mengajak orang-orang penting masuk Islam kala itu pada awalnya.  Hingga Islam tersebar luas.

Kedua, Peristiwa Perang Badar biasa disebut Ghazwah Badr al-Kubra adalah perang yang menjadi pembeda, menandai awal kejayaan kaum muslimin. Dengannya Allah memuliakan Islam, meninggikan menaranya, dan mengikis berhala-berhala. Dalam peperangan ini, nabi membawa 313 pasukan muslim, menghadapi 950 pasukan non-muslim. Perbedaan jumlah pasukan yang mencolok tersebut tidak lantas mengecilkan nyali tentara muslim. Dengan tekad yang kuat membela nabi, kaum muslimin berhasil memorak-porandakan pasukan kafir. Allah Swt. menguatkan mereka dengan malaikat-malaikat. Kaum kafir Quraisy lari sejadi-jadinya, kaum muslim mengejar mereka, membunuh, dan menawan. Dari pasukan muslim, gugur 14 orang syahid. Dari pasukan kafir, yang terbunuh dan tertawan masing-masing 70 orang. Di antara yang terbunuh adalah Abu Jahal. Selepas perang, nabi memerintahkan untuk mengebumikan muslim yang gugur, demikian pula memakamkan kafir yang terbunuh. Peristiwa perang Badar terjadi pada hari Jumat 17 Ramadan tahun 2 Hijriyah bertepatan dengan 13 Maret 624 Masehi.

Ketiga, Pembebasan Kota Makah. Tanggal 20 Ramadan tahun 8 Hijriyah merupakan waktu yang bersejarah dalam Islam. Di tanggal tersebut, Rasulullah dan para sahabatnya berhasil menaklukan kota Mekah dalam sebuah peperangan yang disebut dengan perang Fathu Mekah (penaklukan Mekah). Peristiwa yang dipicu oleh perlakuan orang Quraisy yang merusak satu perjanjian dari beberapa perjanjian Hudaibiyyah. Dalam pertempuran itu, Nabi mengerahkan 10.000 pasukan muslim.  Mengutus sahabat Khalid bin Walid sebagai panglima perang dan memerintahkannya agar tidak memulai menyerang sebelum diserang.  Pada akhirnya, pasukan muslim berhasil menaklukkan tentara Quraisy hingga mereka menyerah. Pasca-perang itu, nabi memerintahkan untuk menghancurkan berhala di sekitar Ka’bah yang berjumlah 360. Kaum muslimin mengumandangkan takbir, Rasulullah shalat di Maqam Ibrahim dan meminum air Zam Zam, serta membebaskan kaum kafir Quraisy yang sudah ditaklukan.  Dahulunya mereka menyakiti, mengusir dan berencana membunuh Nabi.  Namun beliau memaafkan dan membebaskan mereka.

Hikmah di balik peristiwa menakjubkan di masa Rasul terjadi di bulan Ramadan adalah sebuah upaya melalui perjuangan dan ketangguhan.  Karena dorongan iman dan membela agama Allah menjadi energi yang berkekuatan tinggi untuk direalisasikan.

Demikian juga saat ini walau dalam kondisi wabah, kondisi kehidupan dalam banyak aturan teknis penjagaan diri, semoga tetap berupaya bahkan butuh perjuangan lebih mengisi Ramadan dengan amal kebaikan.  Meningkatkan kepedulian atas kesulitan yang dihadapi umat saat ini.

Walaupun di masa-masa sulit di tengah wabah, berbagi dengan sesama, adalah amal yang terpuji dan disuka oleh Allah Swt. Selain itu Rasulullah saw juga mendorong
berbagi walau dengan keterbatasan kemampuan:

"Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah." (HR. al-Bukhari 6539, Muslim 1016)

Di samping itu yang tidak kalah penting adalah  melakukan amal dakwah mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran. Kita menyadari bagian perjuangan saat ini adalah mengingatkan sesama muslim untuk kembali kepada syariat Allah Swt.  Aturan hidup yang telah ditetapkan berdasarkan Al-Qur'an dan hadis.

Sekalipun berat memenuhi kebutuhan saat-saat terbatas beraktifitas. Namun tidak menyurutkan perjuangan untuk tetap istiqamah dalam kebaikan, perbanyak ibadah dan zikrullah, tadabbur Al-Qur'an, menerangi malam dengan banyak bermunajat pada Allah Swt. agar diberi kekuatan dan kemudahan jalan keluar dari kesulitan.

Banyak berkah dari ketulusan, keikhlasan karena hidup ini adalah perjuangan untuk taat.

Ramadhan Bulan Persatuan

Sekat-sekat batas negara kaum muslimin di lebih 50 negara menjadi halangan luasnya persaudaraan seiman. Namun kita perlu belajar dari masa keemasan Islam yang telah mampu mempersatukan umat Islam sedunia dalam kekuatan besar Khilafah. Terasa di saat masa-masa akan memasuki bulan Ramadan tidak boleh ada perbedaan di antara umat Islam dalam mengawali masuknya 1 Ramadan serta mengakhiri pertanda masuknya 1 Syawal sebagai hari kemenangan.  Karena seruan secara umum adalah perintah untuk berpuasa dan berbuka dengan melihat hilal (ru'yatul hilal) berlaku umum untuk semua.
Dasar dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah: 185)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً ، فَلاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِينَ

”Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari."

Akan terwujud persatuan dengan satu komando tentunya. Karna esensi dari penerapan syariah adalah pelaksanaan secara kaffah seluruh aturannya.

Keterbatasan bagi negeri-negeri muslim saat ini menjadi bahan renungan bagi kita semua, di tengah wabah pun saling berjuang masing-masing.  Tidak ada yang menyatukan untuk bisa saling membantu. 

Allah Ta'ala memerintahkan untuk tolong menolong,

 ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."
(QS. al-Mâidah[5] :2)

Menjadi muhasabah bersama, semoga Ramadan kali ini ditengah kondisi serba terbatas menjadi estafet bagi umat Islam untuk berbenah dan merindukan persatuan untuk seluruh negeri.

Marhaban ya Ramadan, bulan penuh berkah, pahala dan ampunan, mohon maaf lahir batin.  Semoga Allah menjadikan Ramadan kali ini sebagai tahun perjuangan dan kemenangan, Aamiin.
 
Top