Oleh : Ummu Yusuf
   
Menurut laporan John Hopkins University sekitar 1,8 jt lebih penduduk dunia terpapar virus Corona, dengan 114 ribu korban meninggal. Di Indonesia hingga 14 April 2020 jumlah korban terinfeksi 7.775 positif, 960 sembuh dan 647 meninggal.

Pandemi Covid-19 mempengaruhi banyak sektor, salah satunya sektor ekonomi. Banyak perusahaan menghentikan usaha, mereka merumahkan pekerja bahkan mem-PHK para karyawannya karena khawatir penyebaran virus. Tercatat jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 2,8 juta. Dari sektor formal 212.394 pekerja terkena PHK dan dari sektor nonformal 282 ribu orang tidak memiliki pengahasilan bahkan mungkin bisa lebih banyak karena di Indonesia banyak warga yang bekerja di sektor informal seperti pedagang kaki lima, pedagang keliling, dsb.

Allah SWT telah mengingatkan dalam Q.S Al-baqarah: 155, dalam ayat tersebut menunjukan kepastian ujian bagi kaum muslim, Allah SWT berkehendak menguji mereka dengan ragam musibah. Meski demikian, Allah SWT tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya didera ujian musibah tanpa tuntunan. Allah SWT mengajari untuk senantiasa bersabar saat dihantam musibah. Kesabaran menempati kedudukan yang agung di hadapan Allah SWT. Mereka yang tertimpa musibah Allah SWT perintahkan agar selalu mengingat-Nya dengan mengucapkan kalimat istirja’ sebagai tanda ridha atas kehilangan harta, keluarga, dll. Sebabnya, hakikatnya semua yang ada pada kita adalah milik Allah SWT.

Musibah yang menimpa sebagian saudara seiman sepantasnya memunculkan rasa kasih sayang dan jiwa tolong menolong pada sebagian muslim yang lain. Nabi saw sampai mengingatkan bahwa tanpa kasih sayang maka tak sempurnalah keimanan seorang Mukmin. Wujud kecintaan pada sesama muslim adalah dengan memberikan perhatian, bantuan dan doa. Umat Muhammad saw bukanlah umat yang egois, yang mementingkan diri sendiri tanpa peduli pada sesama. Hati seorang muslim seharusnya tergerak untuk menolong saudaranya yang kesusahan. Nabi saw mengingatkan "Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan sampai ke lambungnya. Padahal ia (orang yang kenyang itu) tahu". (HR. Ath-Thabarani)

Namun, pihak yang paling bertanggung jawab atas kehidupan rakyat adalah para pemimpin. Mereka harus bekerja keras bukan hanya dalam mengatasi wabah tetapi juga menjamin kebutuhan hidup masyarakat. Negara harus mengutamakan keselamatan jiwa rakyat ketimbang berbagai program pembangunan, apalagi investasi asing. Inilah yang diingatkan Nabi saw "Pemimpin masyarakat adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus." ( HR. Muslim)

Semoga Allah SWT segera mengangkat wabah ini dari negeri –negeri kaum Muslim, menyelamatkan umat Muhammad saw, menghilangkan para pemimpin zalim serta bersegera mengganti dengan para khalifah yang adil dan sungguh-sungguh berkhidmat mengurus umat dengan menerapkan syariah-Nya yang agung.
 
Top