Oleh : Hawilawati, S.Pd
Praktisi Pendidikan


Mencegah penyebaran virus Covid-19 semakin meluas, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Bogor, dan Depok, memutuskan memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa sekolah negeri, swasta, maupun lembaga pendidikan nonformal.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaefullah, menyebutkan pihaknya menyesuaikan dengan surat edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Covid-19. (MediaIndonesia.com, 26/03/20)

Pandemi Covid-19 memang telah merubah kondisi segalanya, social distance hingga physical distance harus diupayakan setiap individu, agar virus tidak meluas kemana-mana. 

Membaca keputusan tersebut pun, semakin menyiapkan sinergi dan energi membersamai generasi belajar bersama guru, orangtua dan siswa selama home learning dalam waktu yang cukup panjang melalui daring.

Sebagai pendidik, tentu kondisi ini membuat aktivitas belajar tidak optimal dilakukan. Sedihnya tidak bisa membersamai kegiatan belajar mengajar bertatap muka langsung dengan para siswa dan siswi.

Semua pemberian tugas dan laporan kegiatan harian siswa  dikirim melalui daring. Para guru pun berupaya memberikan tugas yang sangat wajar agar home learning tidak menjadi beban bagi siswa dan orangtua di rumah.

Berbagai curhatan orangtua sangat beragam. Seketika harus menjadi guru full day bagi anak-anaknya. Ada yang kaget, ada yang lumayan harus perlahan menyesuaikan diri cara mengajar yang pas, ada  juga yang merasa stres dan tidak sedikit juga yang cukup menikmati dengan ujian menjadi guru sejati bagi buah hatinya sendiri. 

Tentu ini bukanlah perkara yang mudah dan sepele. kemahiran ibu diuji. Harus memiliki trik dan tips jitu membina mereka agar tidak menjadi beban.

Masa pandemi ini begitu banyak hikmah bagi kita seorang ibu. Sangat terasa bagi ibu pekerja, tidak hanya "Work from Home" tapi juga telah mampu mengembalikan peran ibu yang sesungguhnya, yaitu menjalankan peran domestiknya sebagai "Ummun Warobbatul Bait". Sempurna melakukan segala aktivitas sebagai manager rumah tangga, menyiapkan makanan sederhana nan bergizi bagi keluarganya dan mau tidak mau harus siap dengan segala upaya sebagai pendidik pertama dan utama bagi generasinya.

Aktivitas domestik ibu merupakan salah satu amalan yang terbaik. Peran besarnya   mencerdaskan dan mensalehkan generasi dengan tangan lembutnya hingga membuat karakter mereka tangguh. Yang kelak mampu menyelamatkan kondisi bangsa sebagai individu terbaik masa depan. 

Ibu harus memahami, mendidik tidak hanya sekedar mentransfer ilmu saja, atau membantu menyelesaikan tugas-tugas belajar buah hatinya saja. Tetapi, di sini akan sangat dirasa kedekatan emosial dan psikologis anak, dan di sini pula kesempatan bagi ibu, menunjukkan dirinya sebagai qudwah terbaik yang terdekat bagi mereka. Alhasil, ibu harus terus melayakkan diri menjadi ibu betulan, bukan kebetulan jadi ibu, yang tentu akan dapat  membanggakan anak-anaknya.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu pepatah mengingatkan diri, jika ingin memiliki anak yang saleh dan salehah maka kita harus siap menjadi orangtua yang saleh dan salehah juga.

Lemahnya pribadi generasi di berbagai negeri, tak terkecuali di negara maju. Selain miskin ilmu agama hingga melekatnya kehidupan hedonis permisif, juga hilangnya peran ibu dalam membina mereka. Ibu kerap kali disibukkan dengan urusan ekonomi nafkah keluarga yang sejatinya itu adalah kewajiban kaum laki-laki.

Kini, sungguh beruntung bagi seorang ibu, di masa Pandemi ini disadarkan untuk mendidik buah hatinya langsung, dengan sentuhan  tangan lembutnya dan qudwah terbaik. Di sini pula kaum ibu dikembalikan pada fitrahnya yaitu pendidik sejati untuk generasinya dan insyaallah sebagai pemberat amal kebaikan di yaumil hisab nanti. 

Sangat wajar jika pada masa Kejayaan Islam, generasi merupakan harapan bangsa, karena memiliki karakter saleh nan berkualitas. Bahkan tak sedikit lahir pemuda militan, berjiwa pemimpin yang memiliki berbagai keahlian (polymath). Di balik berkualitasnya generasi saat itu, ada peran besar seorang ibu, yang terus menguatkan pribadinya.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top