Komsiah Khusnul Khotimah, S.Sos
(Member AMK)

Imun atau imunitas atau bahasa sederhananya adalah kekebalan tubuh manusia. Dengan imunitas inilah yang akan menjaga manusia dari berbagai serangan bakteri ataupun virus yang ada di sekitar manusia. Kalau imunitasnya baik, maka manusia itu akan tetap fight dari serangan bakteri atau virus. Namun, jika imunitasnya buruk, maka manusia itu akan mudah terjangkiti oleh bakteri ataupun virus, sehingga dia akan mudah sakit.

Seperti yang terjadi pada hari ini. Saat ini negara kita sedang merebak wabah mengenai virus corona.
Bahkan tidak hanya di indonesia, tapi juga seluruh dunia. Sehingga virus ini dikatakan sebagai pandemic. Karena virus ini tidak hanya menyerang beberapa wilayah saja, tapi wabah ini menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Data terakhir yang positif virus ini, mencapai 1,2 juta jiwa di dunia. Sedangkan di Indonesia 2092 yang positif, 191 meninggal dunia, dan 150 yang sembuh. Inilah yang terdata, sedang jumlah covid semakin hari kian bertambah.

Sebenarnya, yang harus kita perhatikan mengenai cara kerja virus ini :

1. Virus ini bekerja dengan masuk ke dalam sel-sel tubuh dan kemudian membajaknya. Kemudian virus akan menginfeksi sel-sel yang dia akan serang (kalau dalam kasus corona ini adalah saluran pernafasan). Pada tahap awal ini, biasanya seseorang tidak akan sakit dan beberapa orang mungkin tidak pernah mengalami gejal.

2. Kemudian, Tubuh telah mengenali virus itu sebagai penyerang yang tidak bersahabat dan memberi isyarat ke seluruh tubuh bahwa ada sesuatu yang salah dengan melepaskan bahan kimia yang disebut sitokin. Biasanya, akan ada respon dari tubuh, seperti demam, dan lain sebagainya.

3. Gejala-gejala yang mucul diobati dengan beristirahat, mengonsumsi banyak cairan dan paracetamol. Dan sebenarnya, kita tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Tahapan ini berlangsung sekitar satu minggu. Dan kebanyakan orang pulih pada titik ini karena sistem kekebalan tubuh telah memerangi virus.

Adapun keimanan adalah kenyakinan. Kenyakinan bagi seorang muslim. Sebab iman adalah segalanya. Iman adalah aset paling berharga dan menjadi kriteria pertama diterima atau tidaknya amal di hadapan Allah. Ketika keimanan seorang muslim dibangun atas dasar yang benar, maka keyakinan terhadap Allah dan terhadap apapun yang berasal dari Allah ia akan menerimanya dengan keyakinan dan kemantapan hati. Begitu pula ketika ia mengimanai adanya Qodha' dan Qadar.
Ketika seorang muslim memahami dan meyakininya. Ia akan menyikapi bahwa segala sesuatu yang menimpa atas dirinya atau dirinya atas orang lain adalah Qodho' (Ketetapan) dari Allah SWT. Maka ia pun akan ridha dan bersabar akan musibah tersebut.

Begitupun dengan Qadar. Qodar adalah khasiat (potensi) pada benda-benda. Ia pun akan meyakini bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan suatu khasiat (potensi).
Misalnya : Allah menciptakan virus corona ini memiliki khasiat (potensi) ketika masuk ke dalam tubuh manusia, manusia akan merasakan sesak dan lain sebagainya. Itulah bagian khasiat yang diciptakan oleh Allah.

Maka ketika kita tau dampak dari khasiat suatu benda yang diciptakan oleh Allah tadi, maka dia akan melakukan ikhtiar (usaha) yang mampu di lakukan manusia. Dengan cara melakukan pencegahan yang secara sunnatullahnya agar tidak dapat menyebar atau menjangkiti dirinya dan orang lain..

Jadi, keimanan itu dibangun pada kesadaran dalam dirinya. Apabila keimanan dibangun atas dasar sesuatu yang benar, maka keimanan seseorang akan benar pula. Namun sebaliknya, apabila keimanan itu dibangun atas dasar suatu yang tidak benar, maka sejatinya keimanan seseorang tersebut tidaklah kokoh dan mudah tergoyahkan.

Keterkaitan antara iman dan imun itu. Pertama, keduanya dibangun dari kita masing-masing. Kalau imun dari sistem kekebalan tubuh. Sedangkan iman dari kesadaran kita untuk meyakini sesuatu. Dan kedua hal tersebut sejatinya berasal dari dalam diri manusia itu sendiri.
Kedua, Apabila sistem kekebalan tubuh kita tidak baik, maka tubuh akan memberikan sinyal kepada tubuh, karena ada yang tidak beres. Salah satu tandanya seperti demam, batuk, dan gejala-gejala lainnya.

Tatkala keimanan kita sedang bermasalah, maka kita akan merasakan keresahan dalam hati kita seperti gegana : gelisah, galau, merana. Disaat mau melakukan ini resah, itu gelisah. Dan parahnya, kalau iman kita bermasalah, maka keyakinan kita kepada Allah pun juga goyah. Akibatnya, pada perbuatan, kita tidak sungguh dalam berbuat. Terutama tatkala melakukan beribadah kepadaNya.

Ketiga kalau imun diserang dengan virus kekebalan tubuh, maka iman diserang dengan virus yang menggoyahkan kepercayaan dan keyakinan. Karena iman itu letaknya pada pemikiran, maka virus yang menyerang pun juga berupa virus-virus pemikiran. Kedua virus yang menyerang sama-sama tidak kelihatan. Dia hanya akan mengeluarkan gejala. Dan yang tidak selamat dengan virus-virus ini, maka ia akan tumbang. Kalau imunnya tumbang, maka tubuhnya pun ikutan tumbang.
Sedangkan kalau iman yang tumbang, maka keyakinan ia terhadap Allah pun juga akan hilang. Kalau virus imun contohnya Corona, sedangkan virus iman salah satu contohnya virus pemikiran yang disebut sekularisme.

Tanpa kita sadari bahwa manusia hari ini sedang diserang oleh sebuah virus pemahaman "pemisahan agama dari kehidupan" yang bahasa bekennya adalah pemahaman atau pemikiran sekulerisme. Jadi, paham sekulerisme ini mengenyampingkan peran Allah di dalam kehidupan. Virus sekulerisme ini menganggap bahwa agama hanya ada dalam masjid dan pengajian-pengajian saja.

Hingga menganggap aturan manusia lebih hebat dibandingkan aturan Sang Pencipta.
Virus ini akan menumbangkan keimanan kita secara perlahan. Dengan adanya virus sekuler yang masuk dalam diri manusia, maka hal ini akan menjadikan seseorang memilah-milah aturan yang dibuat Allah (berdasarkan hawa nafsu manusia).

Namun yang menjadi masalah, memilah milih membedakan antara urusan dunia dan urusan akhirat. memisahkan antara ibadah dengan aktivitas dunia.
Seseorang pakai mukenah, karena ia mengetahui bahwa ia akan sholat.

Maka wajib bagi perempuan menutup aurat. Sedangkan ketika tidak dalam keadaan sholat, maka ia tidak menutup aurat. Ia hanya memahami aturan menutup aurat ketika beribadah saja. Padahal yang kita tahu, urusan kita di dunia ini akan berakibat pada apa yang akan terjadi pada kita di hari esok (hari akhir).

Nah, oleh karena itu imun juga membutuhkan suplemen untuk ketahanan diri. Maka iman pun juga butuh suplemen agar ia tetap tertanam kuat di dalam hati. Dan menerima apapun yang Allah kabarkan kepada kita, itulah yang dinamakan keimanan. Seorang muslim harus memahami bagaimana cara mengimani Allah.

Pertama, kenali siapa Pencipta kita dengan kesadaran penuh. Kedua, pahami apa tugas kita di dunia. Dan yang ketiga, jadikan al qur'an dan Sunnah (hadits) sebagai pedoman, dan teruslah mengkaji islam secara sempurna.

Jadi, menjaga imun tentu sangatlah penting terhadap kesehatan jiwa dan tubuh manusia. Dan tak kalah penting penjagaan dari kita terhadap keimanan seorang muslim. Apabila kita saat ini sibuk merawat imun. Jangan sampai kesibukan itu membuat kita lupa untuk merawat keimanan. Keduanya sama-sama penting untuk mejaga kesehatan tubuh dan kesehatan pemikiran.
 
Top