Oleh: Novi Dyah R.
Pendidik dan member AMK



Ramadhan adalah bulan suci yang istimewa dan dirindukan seluruh umat Islam. Beberapa hari ke depan umat Islam akan menjalankan ibadah puasa di siang hari, sholat tarawih di malam hari dan ibadah yang lainnya seperti, tadarus, qiyamul lail, tahajud, sedekah, memberi makan orang yang berpuasa, dan dzikir. 

Di tengah wabah covid-19, sholat tarawih kali ini akan lebih banyak dilakukan di rumah. Sesuai anjuran dari pemerintah berkaitan dengan antisipasi penyebaran corona virus. Namun, tidak menutup kemungkinan masih ada yang menjalankan sholat tarawih di masjid ataupun mushola. Selain tetap menjaga jarak(social distance), juga menjaga kebersihan diri sangatlah penting dan tetap harus diperhatikan. Karena covid-19 ini termasuk jenis virus yang berbahaya yang bisa menyebabkan kematian dan mudah menular. Dan sekarang telah menjadi pandemi yang menginfeksi seluruh dunia.

Banyak ibadah yang dapat dilakukan pada bulan Ramadhan, seperti Tadarus Qur'an yang akan diramaikan pada bulan suci ini. Siang, malam, pagi ataupun sore hari di mushola dan masjid banyak orang bertilawah. Tua muda dan anak-anak tak mau ketinggalan. Sungguh, lantunan tilawah ini sangat dirindukan. Apalagi disaat adanya wabah seperti sekarang. Suara lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an yang merdu sangat menenangkan hati, baik bagi yang mendengar maupun bagi yang melantunkannya. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Ramadhan adalah bulan ampunan. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallah, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang puasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap (pahala), maka akan diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Puasa Ramadhan hanya dilakukan oleh orang yang beriman. Karena ibadah ini menuntut keihlasan, kesabaran dan perjuangan. Ibadah yang ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah adalah syarat diterimanya sebuah amal. Kesabaran menahan haus dan lapar sejak berkumandangnya adzan subuh sampai waktunya berbuka saat adzan maghrib berkumandang. Perjuangan menghindari perilaku maksiat, menahan perkataan buruk dan hal-hal yang mengurangi pahala puasa. Kesemuanya membutuhkan keimanan dan ketakwaan pada Allah.

Di bulan ramadhan dibuka ladang amal seluas- luasnya dengan pahala yang berlipat-lipat. Dibuka pintu surga, ditutup pintu neraka, dan setan dibelenggu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila masuk bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan (sebagian) setan pun dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bulan Ramadhan adalah kesempatan bagi kita untuk memperbanyak ibadah, terlebih pada 10 hari terakhir bulan puasa. Karena ada suatu malam istimewa yang disebut malam Lailatul Qadar. Dalam Al Quran, malam lailatul qadar digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari pada malam seribu bulan. Kita bisa mendapatkan keberkahan yang nilainya sama dengan malam seribu bulan. Semoga kita semua mendapatkan malam lailatul qadar ini. Aamiin.

Seorang ‘Alim yang bernama Abu Bakar al-Warroq al-Balakhy, sebagaimana dinukil oleh Ibnu Rajab dalam Lathoiful Ma’arif, mengatakan:

شهر رجب شهر الزرع، وشهر الشعبان شهر السقى للزرع، وشهر رمضان شهر حصاد الزرع.

“Rajab adalah bulan untuk menanam. Sya’ban adalah bulan untuk menyirami (tanaman). Dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen (tanaman).”
Kalau di bulan rajab sudah mulai pembiasaan beribadah, bulan sya'ban memperbagus dan menambah amalan yang lain, maka di bulan ramadhan pembiasaan ini akan menjadi lebih mudah dilaksanakan. Lebih semangat dengan bertambah keimanan dan ketaatan. Dan panennya InsyaaAllah adalah pengampunannya Allah dan mendapatkan malam lailatul qadar.

Mari banyak mengisi bulan ramadhan  dengan segala ibadah yang mengantarkan pada maghfirah Allah. 

Semoga Allah mempermudah dan menerima ibadah kita, serta mengampunkan segala dosa. Aamiin.

Marhaban ya ramadhan, marhaban ya syahrush shiyam.
 
Top