Oleh : Cebiana Nur Andini

Warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara dikejutkan dengan penerimaan bantuan makanan siap santap berlogo kepala anjing. Bantuan  tersebut diterima warga Warakas yang tinggal di sekitar Masjid Babah Alun pada Minggu (26/4/2020) dini hari.
Di bungkusan makanan itu juga terdapat tulisan 'Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting'. (Kompas, 27 April 2020)

Seorang yang bernama Andi, ketua komunitas AKL Qahal yang bertempat di Jakarta Barat mempunya alasan dibalik pemberian nama tersebut. Yang pertama porsi nasi anjing lebih banyak dari pada nasi kucing lebih mengenyangkan. Kedua karena anjing merupakan binatang yang setia. Jadi kami rasa kami perlu setia sama Tuhan dan NKRI yang saat ini kita sedang alami kesusahan bersama-sama. Jadi kami mau saling bantu," jelasnya.(Wartakota, 26 April 2020)

Wabah Covid-19 merebak, penderita positif bertambah dan lebih dari 1 juta karyawan di-PHK. Pemberlakukan PSBB juga menambah penderitaan mereka, karena mau tidak mau rakyat harus tinggal di rumah tanpa penghasilan harian atau bulanan. Sedangkan kebutuhan perut terus jalan, tak bisa ditunda karena dapat menyebabkan kelaparan.

Mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, tak sedikit dari penganut agama lain mengetahui makanan haram untuk umat muslim. Sayangnya di saat pandemi merebak, cara mereka memberikan bantuan justru menimbulkan polemik tersendiri. Bagaimana tidak, umat muslim yang sangat menjaga makanannya dari makanan haram harus mendapatkan nasi bungkus dengan nama " Nasi Anjing " dengan logo kepala anjing di bungkusan. Perut yang mulai berontak karena lapar, tak membuat hilang akal walaupun sejenak. Mereka terkejut bukan kepalang, dan berprasangka atas bantuan. Simbol kepala anjing, khawatir di dalamnya daging anjing dan terpapar bahan yang haram. Selain itu yang memberikan bantuan bukanlah umat Islam, bisa disebut dari agama lain. Ditambah lagi dengan alasan yang tidak masuk akal untuk umat muslim, kesetiaan seseorang tidak pantas disamakan dengan binatang. Sebagai contoh Suami setia, istri setia, sahabat setia mereka bukan anjing.

Kontroversi Penamaan Produk Makanan dan Restoran

Zaman teknologi bertambah maju, generasi muda dikejutkan dengan hal-hal baru. Tak terkecuali makanan, ditujukan untuk menambah rasa penasaran mereka. Ini tidak hanya terjadi di negara kita tercinta Indonesia, akan tetapi di seluruh dunia.

Diliput oleh idntimes.com, (9 Mei 2019) ada beberapa makanan bertemakan nyeleneh:
1. Kupat Jembut Semarang
2. Kerupuk Upil Cirebon
3. Mie Pentil Bantul
4. Nasi Kentut Medan
5. Bajingan Temanggung

Dari idntimes.com, (30 September 2019). Makanan bertemakan horor menjadi viral di antaranya :
1. Mie Setan
2. Ceker Setan
3. Es Genderuwo
4. Es Kuburan
5. Es Pocong
6. Tahu Setan Judes

Blog.misteraladin.com, (16 Mei 2018) juga menampilkan restoran tak kalah seram. Toilet yang digunakan untuk tempat buang hajat, dijadikan ikon restoran bagi mereka yang bermental kuat.
1. Modern Toilet, Taiwan
Piringnya berbentuk jamban
2. Pian-pian Man Wu, Beijing
Es krim hitam kering super sembelit
3. Crazy Toilet Cafe, Rusia
4. Curry Shop Shimizy, Tokyo
Kari yang menyerupai kotoran
5. Poopy Ice Dessert, Surabaya
Coffee Diare (kebayangkan bagaimana kotoran manusia kalau lagi diare, upps), Chocolate BAB, Mocca Poop.

Ketika setan disertakan dalam judul makanan, dalam Islam ditegaskan di dalam firman-Nya :

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya dia, musuh yang nyata bagi kalian.” *(QS. al-Baqarah: 168)

Jika penamaan makanan semakin jorok/aneh/horor semakin viral, maka dalam Fatwa Islam dinyatakan,

إطلاق أسماء الأشياء التي يبغضها الله تعالى على الأشياء التي أباحها ؛ فهو فعل يحتوي على استهانة بشرع الله تعالى وعدم التعظيم لأحكامه ، وهذا مناف لتقوى الله تعالى

" Menyebut sesuatu yang Allah halalkan dengan menggunakan istilah sesuatu yang Allah benci, perbuatan semacam ini termasuk meremehkan aturan Allah dan tidak mengagungkan hukum-hukum-Nya. Dan ini bertentangan dengan sikap takwa kepada Allah." (Fatwa Islam, no. 234755)

Sedangkan restoran berbentuk toilet tidak sepatutnya dilakukan karena toilet itu tempatnya setan berdiam. Bagaimanapun bersihnya toilet tidak boleh dijadikan sebagai tempat makan atau mencari inspirasi di tengah perjalanan kotoran yang berusaha mencari jalan.

Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ

"Sesungguhnya toilet ini dihadiri setan."(HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Dengan pertimbangan ini, tidak selayaknya memberi makanan baik,  halal, dengan nama buruk karena menghinakan rezeki yang Allah berikan.

Doa

Ketika makan atau minum, umat muslim mengawalinya dengan basmalah. Tujuannya adalah supaya setan tidak ikut makan  dengan kita. Alangkah lucunya jika seorang muslim makan dengan bismillah tetapi di saat bersamaan menghadirkan setan dan hal buruk pada makanannya. Bukankah setiap penamaan itu juga sebuah doa yang diselipkan oleh orang yang memasaknya dan yang memakannya. Ataukah itu akibat ketidaktahuan dan keinginan viral semata.

Niat dan Cara

Seorang muslim pada hakikatnya harus memahami keselarasan antara niat dan amal perbuatan. Niat baik belum tentu diterima jika amalnya tak benar menurut hukum syara. Niat yang ikhlas karena Allah semata dan cara yang benar ('ittiba Rasul saw.) sangat dibutuhkan agar diterima Allah Swt. Pemberian nama anjing pada makanan meskipun niatnya benar, cara yang salah dapat menghadirkan kesalahpahaman di tengah carut marut kehidupan.

Solusi

Ideologi kapitalis sekuler yang hanya berorientasi pada keuntungan, mengindahkan tata cara yang diatur dalam Islam hanya menambah masalah yang terjadi hari ini di seluruh dunia. Tidak hanya makanan, akan tetapi semua sendi-sendi kehidupan hanya indah di bagian depan. Seyogyanya kita sebagai seorang muslim kembali pada Islam dan mencampakkan aturan manusia yang membutakan syahwat.

Islam adalah agama yang sempurna (kamil) dan meliputi segala sesuatu (syamil) baik itu dari sisi politik, ekonomi, muamalah, pakaian sampai dengan makanan halal dan haram.  Adab yang baik akan memberikan kebaikan, hukum syara yang ditegakkan akan memberikan kemaslahatan dan keamanan dan menggerus keragu-raguan. Makanan thayyib dari penamaan yang menghinakan Sang Pemberi Rezeki akan hilang dari peradaban.

Islam rahmatan lil'alamin. Rahmat untuk seluruh alam, tidak hanya kaum muslimin saja. Dimana kasih sayang dan iba terjadi secara bersamaan. Kasih sayang dalam bingkai amar makruf nahi munkar, bukan pembiaran atas nama baik menurut kacamata manusia.

Wallahua'lam
 
Top