Oleh: 
Zainab Syanis, S. Pd
Pemerhati Generasi

Kecewa, perasaan ini masih saja mengisi relung hatiku . Aku tak menyangka, pelayanan pihak rumah sakit itu sangat mengecewakan. Hingga nyawa kakakku satu-satunya pun melayang.

Sepintas, aku teringat materi kajian minggu lalu yang diadakan oleh organisasi dakwah dikampusku. waktu itu aku sempat tak percaya apa yang disampaikan oleh pemateri kajiannya.
"jadi, kesehatan dalam Islam itu sangat terjamin bahkan gratis. tidak seperti hari ini, banyak orang meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan cukup di rumah sakit" ucap pemateri kajian waktu itu.

Tiba-tiba suara ibu membuyarkan pikiranku. Nak, kamu tidak kuliah?
Tidak bu, aku masih belum terima kepergian kakak bu. Ini gara-gara pelayanan yang kurang dari rumah sakit itu, akhirnya kakak meninggal.

"Sudahlah nak ikhlaskan saja, itu juga sudah qadha dari Allah. Kita tidak bisa menolak ketetapan dari Allah. Masalah perlakuan rumah sakit yang tidak segera menangani kakak kamu karena dia pasien BPJS, biarlah Allah saja yang membalas. Kamu pergi kuliah sekarang ya."Pinta Ibu

Akupun pergi kuliah walaupun kecewa masih menyelimutiku. Namun, hatiku masih bertanya-tanya " kenapa pelayanan kesehatan di Indonesia ini buruk sekali? kakakku hanya satu korban dari sekian banyak korban lainnya. Kenapa semua ini bisa terjadi?

Hei Rina, alhamdulillah kamu udah masuk kuliah. Aku turut berduka cita ya atas meninggalnya kakak kamu". Weni tiba-tiba menghampiriku.
Iya wen, terimakasih ya. Tapi aku masih kecewa. Kenapa ya, pelayanan kesehatan di Indonesia seperti ini? oh ya, review kembali dong materi kajian minggu lalu, karena kemaren aku gak terlalu menyimak dengan baik. Aku juga sempat tidak percaya apa kamu sampaikan, maaf ya..

Weni memaklumiku dan kembali memutamengajak kajian minggu lalu. Kebetulan ia adalah pematerinya sekaligus ia adalah teman yang selalu istiqomah mengajak aku untuk datang ke kajian. walaupun aku sering membuat alasan untuk tidak datang.

"Sebenarnya penyebab pelayanan kesehatan yang buruk hari ini, tidak sepenuhnya salah pihak rumah sakit. Karena yang mempersulit pelayanan itu sendiri adalah kebijakan dari pemerintah. Adanya BPJS bukan malah mempermudah tapi semakin mempersulit, apalagi ditambah dengan harus membayar tagihan tiap bulan. Ini karena sistem yang diterapkan hari ini adalah sistem kapitalisme buatan manusia sehingga kebijakan dibuat sesuai hawa nafsu mereka." Jelas Weni

Akupun mulai menerima dan memikirkan apa yang disampaikan Weni. Aku pun menyadari bahwa sistem yang mengatur Indonesia adalah sistem buatan manusia yang rusak. Tentu sistem yang akan mampu mendatangkan kemaslahatan pada manusia adalah sistem buatan Allah yaitu sistem Islam. Dalam Islam, Kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dengan baik.

Aku pun membayar kekecewaanku dengan rutin mengkaji dan mendakwahkan Islam kepada keluarga dan teman-temanku.
 
Top