Oleh : Sri Mardiantini
Muslimah Peduli Umat

Nyatanya di Indonesia kini mewabah virus corona atau disebut juga Covid-19. Pertama kali muncul di Wuhan Cina, awalnya disebut Phenomia Wuhan. Sekarang wabah ini telah sampai di Indonesia dan menyebar ke seluruh Indonesia.

Sebenarnya wabah pandemi dulu pun, pada masa abad pertengahan pernah terjadi, bahkan sampai menelan hampir separuh populasi Eropa. Pandemi ini sampai pula ke daulah Islam. Baik pada zaman Nabi atau pada zaman kekhilafahan Umar bin Khattab ataupun khilafah selanjutnya. Kita lihat sejarah pada saat zaman Nabi terjadi wabah di Eropa dan sampai pula ke daulah. Maka nabi bersabda :

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: "Jika kamu mendengar tha'un (wabah) di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Pada saat kekhilafahan Umar bin Khattab pun pernah terjadi wabah tha'un di negeri Syam. 

أَنَّ عُمَرَ، خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ، فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ ‏"‏‏

Artinya: "Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilayah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad saw. pernah berkata, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Sehingga khalifah mengisolasi negeri tersebut, seperti hadis di atas atau istilah sekarang adalah lockdown. Sampai beberapa sahabat Nabi meninggal dalam wabah tersebut termasuk wali Syam yaitu Ubaidillah bin Jarrah ra. Kemudian oleh wali yang baru yaitu Amr bin Ash di berlakukan social distance, yakni memecah kerumunan. Karena menurut beliau penyakit ini menular jika ada keramaian atau kerumunan. Sehingga orang-orang pergi ke gunung. Dan memisahkan yang sakit dengan yang sehat. Alhamdulillah setelah diberlakukannya social distance, wabah tersebut bisa diatasi dalam waktu singkat.

Nah, bagaimana masyarakat tersebut memenuhi kebutuhan hidup selama isolasi dan lockdown, yaitu biaya hidup di tanggung oleh pemerintah. Sehingga rakyat tidak kelaparan. Dan kebutuhan hidupnya tercukupi. Juga dengan mengisolasi daerah yang terkena wabah mencegah penyakit menyebarkan ke seluruh negeri dan daerah yang tidak terkena wabah menjalani kehidupan seperti biasa, menjalankan roda perekonomian seperti biasa, sehingga perekonomian negara tidak hancur.

Sedangkan dengan kenyataan di Indonesia dan negara-negara di dunia. Memberlakukan lockdown seperti buah simalakama, maju jurang mundur api. Karena negara tidak memiliki uang kas yang cukup untuk menanggung biaya hidup masyarakat banyak. Itu bukan karena negara kita tidak kaya. Karena pemerintahan membiarkan korupsi merajalela atau bahkan ikut melakukan korupsi juga. Menjual sumber daya alam ke asing. Melakukan mega proyek yang dipegang asing dan mengambil hutang yang banyak yang uangnya entah untuk apa. Karena pada kenyataannya subsidi dicabut, sekolah mahal, kesehatan jaga mahal. Infrastruktur juga ngutang ke aseng, setelah jadi di jual ke aseng. Yang bayar rakyat.

Harusnya pada saat terjadi wabah di Wuhan, Indonesia harus bersiap untuk menghadapi wabah. Harus menyiapkan APD, tempat untuk merawat, SDM nya, menyetok sembako, hand sanitizer, antiseptik dan keuangan. Mengadakan satuan untuk mencegah pandemi, mencegah WNA masuk ke Indonesia dan pada saat wabah masuk ke suatu daerah langsung daerah tersebut dilockdown. Dan memberlakukan sosial distance. Jika pada awalnya pemerintah Indonesia melakukan itu. Insyaallah situasinya tidak akan seperti sekarang kacau dan tidak jelas.

Allah sudah menurunkan aturan untuk makhluknya. Virus Covid-19 adalah ciptaan Allah. Dan Allah mengetahui untuk menghentikannya hanya dengan lockdown dan social distance. Maka kembalilah pada aturan Allah. Seperti janji Allah. Jika manusia mengikuti aturan Allah maka Allah akan mencurahkan nikmatnya dari langit dan bumi. Sungguh Islam adalah peradaban yang sangat tinggi.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top