Oleh : Eviyanti
Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif 


Adanya penyebaran Covid-19 ini berpengaruh pada semua aspek kehidupan, terlebih pada aspek ekonomi. Dengan adanya pandemi ini, ekonomi kian terpuruk. Sehingga, situasi ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, mereka mencari keuntungan di tengah wabah yang menyengsarakan rakyat. Seperti adanya rentenir atau bank emok yang memberikan pinjamanan berbunga tinggi.

Seperti yang dilansir oleh ayobandung.com, Kamis (16/04/2020), sejak munculnya pandemi Covid-19, aktivitas usaha pedagang di Pasar Sehat Cileunyi (PSC) menurun. Hal tersebut rentan dimanfaatkan oleh rentenir atau bank emok untuk memberi pinjaman. Lia Rosmalia (31), salah seorang pedagang PSC mengatakan, pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap pendapatannya, mengingat banyak masyarakat enggan berbelanja. Sebagian besar pedagang di sini merupakan pedagang kecil yang mengandalkan hasil usaha untuk kebutuhan sehari-hari. Saat susah seperti sekarang, untuk mencukupi kebutuhan modal usaha, banyak pedagang terpaksa meminjam uang kepada bank keliling atau bank emok yang setiap hari berkeliaran di pasar. Akhirnya sebagian besar pedagang meminjam kepada bank keliling ini, dengan persyaratan dan proses cepat menjadi alasan pedagang memanfaatkan jasa bank emok tersebut. Dalam situasi yang membuat banyak orang merasa frustasi akan pemenuhan kebutuhan pokoknya, bank emok hadir seolah menjadi solusi.

Namun, peran pemerintah dalam menangani pandemi ini terkesan lalai dan lambat, dilihat dari banyaknya polemik saat penanganan wabah. Mulai dari pengadaan APD yang minim, masker yang sulit didapat, pelayanan kesehatan, serta adanya bank emok yang memanfaatkan masyarakat saat pandemi seperti saat ini, dan lain-lain. Dengan demikian dari aspek mana pun, jelas sekali pemerintah lalai dan tidak siap menghadapi wabah ini. Yang bila ditelisik secara mendalam semua kelalaian itu berpangkal dari berbagai paradigma batil sekuler yang menyandera pemerintah. Kehadiran rezim berkuasa sebagai pelaksana sistem kehidupan sekuler kapitalisme, menyebabkan masyarakat kecil umumlah yang menderita.

Berbeda dengan Islam yang memiliki kekayaan konsep dan pemikiran cemerlang yang bersifat praktis. Terpancar dari akidah Islam yang sahih, bahkan telah teruji kemampuannya di seluruh penjuru dunia selama puluhan abad.

Dengan negaranya khilafah, yang bila diterapkan akan menjadi solusi segera yang dapat dirasakan dunia kebaikannya. Solusi dalam pemerintahan Islam yakni, seorang khalifah menyediakan dari belanja negara dan harta yang harus dibelanjakan oleh baitul mal untuk berbagai keperluan. Khalifah membentuk seksi-seksi dan biro-biro untuk memudahkan mengurusi rakyat. Misalnya, seksi santunan yang merupakan tempat penyimpanan data-data masyarakat yang butuh santunan dari khalifah. Seperti orang fakir, miskin, yang berhutang, orang dalam perjalanan, petani, yang layak diberi subsidi. (Sumber sistem keuangan negara atau al anwal di negara khilafah hal. 16)

Dengan demikian, tidak akan ada yang kelaparan, kemiskinan, bahkan terjebak dalam lingkaran bank emok atau rentenir yang memanfaatkan wabah seperti saat ini untuk mencari keuntungan. Ketika ada rentenir yang beraksi maka pemerintah langsung memberi hukuman yang tegas kepada pelaku.

Khilafah adalah kebutuhan yang mendesak bagi bangsa ini. Lebih dari pada itu, khilafah adalah syariat Allah Swt. yang diwajibkan pada kita semua.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top