By : Sadiah Rambe
Ibu Rumah Tangga dan Aktifis Dakwah

Beberapa orang merasa terganggu dengan metode menangani wabah melalui lockdown,
Karna minimnya informasi yang rakyat terima dan minimnya edukasi yang diberikan. Dalam hal ini ada beberapa analisis yang mungkin bisa menjadi pengetahuan untuk para pembaca dalam beberapa pandangan menyikapi hal ihwal diatas, diantaranya :

1. Pandangan Islam

Dalam dunia islam pernah juga terjadi hal serupa. Kala itu ada satu wabah yang dikenal dengan _kusta_ mewabah di era Rasulullah Saw, bahkan Rasul Saw pernah menceraikan salah salah satu istrinya Amrah binti Yazid bin al-Jaun karena mengidap kusta untuk menghindari infeksi penularan.

Dalam satu riwayat, Rasul Saw yang saat itu pula merangkap sebagai pemimpin dan kepala negara pernah menyampaikan strategi yang hari ini dikenal dengan istilah lockdown dalam bahasa inggris atau isolasi dalam istilah Indonesia yang artinya mengunci atau menutup akses masuk dan keluar suatu wilayah.

"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

2. Pandangan Ekonomi

Adapun dalam berita liputan6.com menyampaikan bahwa hampir sebagian besar negara2 maju melakukan lock ldown, artinya bahwa dampak ekonomi mereka jelas terganggu, namun jika hal ini tidak dilakukan negara jauh akan mengalami kerugian lebih besar dan anggran yg dikeluarkan pun tak sedikit. Industri pun akan lumpuh total dalam beberapa dekade karena sangat beresiko melakukan hubungan bilateral import maupun eksport dengan Indonesia. Maka lockdown mencegah dampak lebih luas lagi.

3. Pandangan Keamanan

Sudah menjadi sifat manusia di saat terjadi kekurangan logistik maka kriminalistas akan meningkat. Maka dalam proses pelaksanaan lockdown tentu menimbulkan resiko keamanan, namun hal ini bisa dicegah. Pada dasarnya, jika asupan logistik di wilayah tersebut bisa disediakan oleh negara. Bukan untuk memenuhi gaya hidup namun untuk kebutuhan logistik makan selama 14 hari lamanya, sebetulnya jikapun ini terjadi, justru lebih murah dibandingkan dampak wabah yang jika terlambat ditangani akan jauh lebih luas.

Sahabat... Ini bukan soal hidup dan mati, yang hari ini dengan lantangnya orang mengatakan bahwa mati adalah takdir Illahi. Saya sepakat dengan hal itu, namun ini soal perintah Illahi pula untuk berikhtiar karena Allah SWT akan membalas setiap usaha yang dilakukan.

Namun memang dilema mendera rakyat saat ini. Di mana ketika lockdown terjadi, siapa yang akan menanggung beban hidup mereka? Bukankah sandang dan pangan tetap arus ada, sekalipun jasad berada dalam rumah? Alhasil tak ada pilihan, rakyat tetap beraktifitas seperti biasa, dengan berbagai alasan, mulai dari tuntutan kehidupan, kebutuhan hingga tak ada dukungan dari perusahaan tempat mereka berkerja.
Karna memang sebagian pengusaha tak menghiraukan anjuran. Karena himbauan hanyalah tinggal himbauan.


Semoga para penguasa dan pengusaha dalam situasi ini dapat hilangkan ego politik, hilangkan ego merasa hebat, ini tentang hidup, tentang negara, tentang keselamatan dan tentang pertanggung jawaban kepada Allah Swt tentang jabatan yang sedang anda pegang.

#LockDownIndonesia
 
Top