Oleh : Maya Dhita

Tak pekat harapku pada manusia
Karena kan jadi bulir air mata
Susunan asa yang menjulang pun sirna bagaikan debu yang tersiram hujan kala senja
Ego hilang.. Kepala tertunduk

Tak pernah abadi apa yang dijanjikan makhluk
Jangan pernah berpikir bahwa kata tak akan berubah
Kekuasaan bumi terbatas waktu
Berubah seiring geliat hawa nafsu

Duhai malam yang hilang kala fajar mendesak
Tak belajarkah diri pada godaan kefanaan yang selalu berujung penyesalan
Menggapai-gapai ranting agar tak tenggelam
Sudahlah..

Kerja keras tak kan merubah apapun
Lelah pun hanya terbayar sesaat
Saat orientasi diri adalah perspektif dunia,
Waktu terbuang sia-sia

Inilah yang harusnya digenggam erat
Gigitlah kuat dengan gerahammu
Agar tak pernah lepas walau hanya sesaat
Biar tak ada hal lain untuk kau gunakan dan kau katakan
Karena tangan dan mulutmu sibuk mempertahankan

Syariat Islam yang kokoh dan menghujam ke dalam hati dan pikiran
Menjadikan pemahaman yang membentuk laku dan ucapan
Kembali ke dalam fitrah makhluk yang tunduk pada khaliknya

Ini adalah janji yang tak mungkin terkhianati
Karena asalnya dari sang pemilik diri
Menghapus kegelapan, kejahilan, kebatilan
Menuju kebahagiaan hakiki
 
Top