Oleh : Yanyan Berlian
Pendidik Generasi Khoiru Ummah, Member AMK

Wanita dijajah pria sejak dulu. Penggalan lirik lagu tersebut bisa menjadi delik perempuan menggugat hak persamaan atau lebih dikenal dengan istilah kesetaraan gender.

Perempuan di tengah gempuran kapitalisme, yang saat ini bercokol di dunia. Perempuan hanya dianggap sebagai barang komoditas, hanya sebagai pemuas nafsu lelaki semata. Oleh karena itu, kaum feminis menyerukan kesetaraan gender, meminta hak perempuan disamakan dengan lelaki, dari mulai hal pekerjaan sampai menduduki jabatan di pemerintahan.

Beragam kebijakan dan gerakan mengangkat kesetaraan, tidak akan menyurutkan jumlah dan jenis persoalan yang dihadapi perempuan. Seperti, eksploitasi ekonomi, komersialisasi di media, kekerasan seksual, dan tiadanya jaminan kesehatan, dan sebagainya.

Cara pandang sekuler liberal yang memberi solusi masalah dengan kesetaraan justru menghasilkan masalah-masalah baru berupa konflik, persoalan disharmoni dalam keluarga dan masyarakat.

Berbeda dengan cara pandang Islam. Perempuan dalam Islam dimuliakan. Islam menetapkan sejumlah hukum untuk menjaga kehormatan perempuan. Penjagaan Islam terhadap perempuan berupa hukum pakaian, wali, mahram, waris, segala hukum yang berkaitan dengan fungsi ibu dan pengatur rumah tangga (semisal jaminan nafkah, hadhanah [pengasuhan anak]), itulah yang membuat perempuan berharga dan terhormat. Jika ia menjalankan semua itu dengan baik dan dengan rasa takut kepada Allah Swt., berharap rida-Nya, karena kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka ia adalah perempuan yang sukses di dunia dan di akhirat kelak.

Pelaksanaan hukum-hukum penjagaan ini bisa sempurna dengan adanya peran negara dalam Islam. Dalam Islam, negara wajib memastikan pemenuhan segala hak perempuan dan pelaksanaan kewajibannya secara sempurna. Negara akan menghukum kepala keluarga yang tidak memberi nafkah kepada istri dan anaknya dengan standar layak. Negara menyelenggarakan sistem pendidikan yang menunjang fungsi utama perempuan.

Islam pun memberikan ruang yang luas kepada perempuan untuk berkiprah di tengah umat. Seperti dalam aktivitas ekonomi, perdagangan, pertanian, industri, dan melakukan berbagai transaksi di dalamnya.

Dalam politik, Islam memberikan hak pada perempuan untuk memilih penguasa.

Karena itu, solusi mengeluarkan perempuan dari kondisi buruk hari ini terletak pada penerapan aturan Islam yang punya visi penjagaan dan perlindungan bagi peran dan fungsi perempuan. Rindukah dengan sistem Islam yang rahmatan lil 'alamin?

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top